Jelang Ajal: Umar Melarang Hafsah Menangisinya, Minta Ditidurkan di Tanah
Rabu, 20 Desember 2023 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Sesudah ia dibaringkan di tanah oleh anaknya, ia menyilangkan kedua kakinya seraya berkata: "Celakalah aku! Celaka ibuku kalau Allah tidak mengampuniku!" Kata-kata itu diulang-ulangnya sampai roh lepas dari jasad.
Harapannya yang utama ia ingin kembali ke hadapan Tuhan dengan melepaskan dunia ini dalam keadaannya yang sekadar cukup hidup, tidak berutang dan tidak berpiutang.
Haekal berkisah, ketika itu orang sedang berada di Masjid mempercakapkan terjadinya pembunuhan itu. Di antara yang mereka khawatirkan, setelah itu apa yang akan terjadi terhadap mereka dan terhadap negara yang baru tumbuh ini.
Baca juga: Pesan Sholat Umar bin Khattab Menjelang Izrail Menjemputnya
Mereka beralasan sekali jika sampai timbul kekhawatiran demikian. Sesudah dia, siapa orang yang akan mampu mengemban beban tanggung jawab yang begitu besar seperti yang telah dipikul oleh Umar!
Siapa yang bersedia melupakan dirinya dan keluarganya, dan semata-mata mengabdi kepada Allah dan mencurahkan tenaga dan perhatiannya demi kepentingan umat Muslimin serta demi keadilan!
Ia memulai pemerintahannya hanya Semenanjung yang ada di tangannya, tetapi dia meninggal Kedaulatan Islam sudah meliputi Persia, Irak, Syam dan Mesir.
Kendati begitu, dia sendiri tidak berubah: Hidup serba kekurangan, sangat sederhana dan disiplin yang begitu keras terhadap dirinya. Kekuasaan yang ada di tangannya tidak membuat ia berubah dari kebiasaan hidupnya, dan sudah diketahui semua orang, ia menyamakan dirinya dengan kaum Muslimin yang lain. Itu sebabnya, orang merasa terpukul dan begitu sedih atas kematiannya itu.
Baca juga: Jelang Ajal, Umar bin Khattab Dihibur Ibnu Abbas tentang Berita Surga
Harapannya yang utama ia ingin kembali ke hadapan Tuhan dengan melepaskan dunia ini dalam keadaannya yang sekadar cukup hidup, tidak berutang dan tidak berpiutang.
Haekal berkisah, ketika itu orang sedang berada di Masjid mempercakapkan terjadinya pembunuhan itu. Di antara yang mereka khawatirkan, setelah itu apa yang akan terjadi terhadap mereka dan terhadap negara yang baru tumbuh ini.
Baca juga: Pesan Sholat Umar bin Khattab Menjelang Izrail Menjemputnya
Mereka beralasan sekali jika sampai timbul kekhawatiran demikian. Sesudah dia, siapa orang yang akan mampu mengemban beban tanggung jawab yang begitu besar seperti yang telah dipikul oleh Umar!
Siapa yang bersedia melupakan dirinya dan keluarganya, dan semata-mata mengabdi kepada Allah dan mencurahkan tenaga dan perhatiannya demi kepentingan umat Muslimin serta demi keadilan!
Ia memulai pemerintahannya hanya Semenanjung yang ada di tangannya, tetapi dia meninggal Kedaulatan Islam sudah meliputi Persia, Irak, Syam dan Mesir.
Kendati begitu, dia sendiri tidak berubah: Hidup serba kekurangan, sangat sederhana dan disiplin yang begitu keras terhadap dirinya. Kekuasaan yang ada di tangannya tidak membuat ia berubah dari kebiasaan hidupnya, dan sudah diketahui semua orang, ia menyamakan dirinya dengan kaum Muslimin yang lain. Itu sebabnya, orang merasa terpukul dan begitu sedih atas kematiannya itu.
Baca juga: Jelang Ajal, Umar bin Khattab Dihibur Ibnu Abbas tentang Berita Surga
(mhy)
Lihat Juga :