Siasat Genosida Israel: Kisah Meningkatnya Kekerasan terhadap Muslim di AS sejak Israel Serbu Gaza
Jum'at, 29 Desember 2023 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok hak-hak sipil seperti Palestine Legal dan Council on American-Islamic Relations (CAIR) juga telah melaporkan serangan anti-Palestina dan anti-Muslim serta pengaduan insiden diskriminatif dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dua bulan terakhir. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar lebih dari 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan kemungkinan besar angka ini masih terlalu rendah.
Osama mengatakan tidak hanya serangan verbal dan pelecehan yang terjadi, namun juga kekerasan fisik yang mematikan. Pada tanggal 14 Oktober, Wadea al-Fayoume, seorang anak Palestina-Amerika berusia enam tahun, ditikam sebanyak 26 kali dengan pisau militer oleh seorang pria yang berteriak, “Kalian Muslim harus mati”; ibunya ditikam belasan kali namun selamat.
Baca juga: Kisah Keterlibatan Israel dalam Genosida di Guatemala
Pada tanggal 25 November, tiga mahasiswa Palestina ditembak karena berbicara bahasa Arab dan mengenakan keffiyeh; ketiganya menderita luka tembak, dan satu orang kini lumpuh dari dada ke bawah.
"Seorang anggota staf kami, Neveen Ayesh, ditembak di dalam mobilnya dan rumahnya dibobol pada tanggal 11 November," ujarnya.
Selain menghasut kekerasan dan intimidasi terhadap warga Palestina, Arab, dan Muslim Amerika, kampanye kotor tersebut juga menghidupkan kembali suasana kecurigaan, pengawasan massal, dan viktimisasi kolektif pasca-9/11.
Osama mengatakan tidak hanya serangan verbal dan pelecehan yang terjadi, namun juga kekerasan fisik yang mematikan. Pada tanggal 14 Oktober, Wadea al-Fayoume, seorang anak Palestina-Amerika berusia enam tahun, ditikam sebanyak 26 kali dengan pisau militer oleh seorang pria yang berteriak, “Kalian Muslim harus mati”; ibunya ditikam belasan kali namun selamat.
Baca juga: Kisah Keterlibatan Israel dalam Genosida di Guatemala
Pada tanggal 25 November, tiga mahasiswa Palestina ditembak karena berbicara bahasa Arab dan mengenakan keffiyeh; ketiganya menderita luka tembak, dan satu orang kini lumpuh dari dada ke bawah.
"Seorang anggota staf kami, Neveen Ayesh, ditembak di dalam mobilnya dan rumahnya dibobol pada tanggal 11 November," ujarnya.
Selain menghasut kekerasan dan intimidasi terhadap warga Palestina, Arab, dan Muslim Amerika, kampanye kotor tersebut juga menghidupkan kembali suasana kecurigaan, pengawasan massal, dan viktimisasi kolektif pasca-9/11.
(mhy)
Lihat Juga :