Siasat Genosida Israel: Kisah Meningkatnya Kekerasan terhadap Muslim di AS sejak Israel Serbu Gaza

Jum'at, 29 Desember 2023 - 08:41 WIB
loading...
Siasat Genosida Israel:...
Muslim AS pro Palestina. Ilustrasi: AP
A A A
Kondisi buruk terjadi di Amerika Serikat . Sejak perang Israel-Palestina , umat Islam dan warga keturunan Arab dikucilkan. Pada bulan November lalu, sebuah sidang diadakan di Kongres AS . Para “saksi” secara keliru menuduh bahwa badan-badan amal yang terdaftar di AS, seperti American Muslim for Palestine (AMP) dan American for Justice in Palestine Action (AJP Action) “memberikan dukungan” kepada kelompok perlawanan Palestina .

"Tuduhan palsu ini meluas ke klaim tidak masuk akal bahwa organisasi-organisasi ini menyerukan genosida terhadap Israel ," ujar Direktur Eksekutif AJP Action dan AMP, Osama Abu Irsyad, dalam artikelnya berjudul "In the US, Arabs and Muslims are once again cast as suspect" yang dilansir Al Jazeera, Rabu 27 Desember 2023.

Baca juga: Siasat Genosida Israel: Ketika Kritik kepada Israel Dianggap gerakan Anti-Semit

Menurutnya, para anggota Kongres yang menyuarakan penolakan terhadap kekejaman Israel atau yang hanya bertemu dengan konstituen mereka sebagai bagian dari “Hari Advokasi Palestina” tahunan juga disebutkan namanya dan dipermalukan dalam sidang tersebut.

“Kesaksian-kesaksian” jahat ini bertujuan untuk membuat kontribusi dan suara politik kita menjadi racun di ruang kekuasaan dengan menyebarkan kebohongan dan mendorong kiasan Islamofobia yang mengandalkan bias anti-Palestina, anti-Arab, dan anti-Muslim selama beberapa dekade.

Osama mengatakan melawan fitnah dan misinformasi di media adalah satu hal, namun menghadapi serangan tuduhan palsu di Kongres merupakan hal lain – dan pada dasarnya lebih meresahkan. Bahwa kesaksian-kesaksian yang mengandung klaim palsu dan fanatik ini diperbolehkan untuk dilanjutkan, menunjukkan kegagalan total lembaga-lembaga publik kita dalam melindungi hak orang Amerika untuk berbeda pendapat pada saat dana pajak kita digunakan untuk mendukung genosida Israel di Gaza.

Baca juga: Genosida Israel: Era Dominasi AS Telah Berakhir

Islamofobia dan Kekerasan

Taktik-taktik yang mencemarkan nama baik dan bersifat menindas ini mempunyai konsekuensi yang berbahaya. Mereka mengobarkan kebencian dan mendorong orang untuk mengambil tindakan.

Menurut Divisi Keamanan Dalam Negeri dan Layanan Darurat Negara Bagian New York, ujaer Osama, terdapat peningkatan sebesar 417 persen dalam ujaran kebencian terhadap umat Islam sejak perang dimulai.

Kelompok hak-hak sipil seperti Palestine Legal dan Council on American-Islamic Relations (CAIR) juga telah melaporkan serangan anti-Palestina dan anti-Muslim serta pengaduan insiden diskriminatif dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dua bulan terakhir. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar lebih dari 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan kemungkinan besar angka ini masih terlalu rendah.

Osama mengatakan tidak hanya serangan verbal dan pelecehan yang terjadi, namun juga kekerasan fisik yang mematikan. Pada tanggal 14 Oktober, Wadea al-Fayoume, seorang anak Palestina-Amerika berusia enam tahun, ditikam sebanyak 26 kali dengan pisau militer oleh seorang pria yang berteriak, “Kalian Muslim harus mati”; ibunya ditikam belasan kali namun selamat.

Baca juga: Kisah Keterlibatan Israel dalam Genosida di Guatemala

Pada tanggal 25 November, tiga mahasiswa Palestina ditembak karena berbicara bahasa Arab dan mengenakan keffiyeh; ketiganya menderita luka tembak, dan satu orang kini lumpuh dari dada ke bawah.

"Seorang anggota staf kami, Neveen Ayesh, ditembak di dalam mobilnya dan rumahnya dibobol pada tanggal 11 November," ujarnya.

Selain menghasut kekerasan dan intimidasi terhadap warga Palestina, Arab, dan Muslim Amerika, kampanye kotor tersebut juga menghidupkan kembali suasana kecurigaan, pengawasan massal, dan viktimisasi kolektif pasca-9/11.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Masjid At-Thohir Los...
Masjid At-Thohir Los Angeles: Simbol Harmoni, Dakwah, dan Kepedulian Diaspora Indonesia di AS
Kematian : Takdir yang...
Kematian : Takdir yang Pasti Datang, Walaupun Bersembunyi dalam Benteng Tinggi dan Kokoh
Ketika 2 Podcaster Amerika...
Ketika 2 Podcaster Amerika Serikat Terkagum-kagum Dengar Suara Azan di Abu Dhabi
5 Perkara yang Menurunkan...
5 Perkara yang Menurunkan Azab Allah SWT di Dunia
Muktamar IMSA-MISG Diikuti...
Muktamar IMSA-MISG Diikuti 1.400 Muslim di Amerika Serikat, Hadirkan 21 Pembicara
Rekomendasi
Mengungkap Pesona Warisan...
Mengungkap Pesona Warisan dan Sejarah Istana Bogor: Keajaiban Budaya yang Tersembunyi
Gempa Turki dan Suriah,...
Gempa Turki dan Suriah, UNESCO: Warisan Budaya dan Sejarah Dunia dalam Bahaya
Teliti Bencana Kebakaran...
Teliti Bencana Kebakaran Hutan, Ilmuwan Temukan Keajaiban pada Pohon
Artikel Terkini
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Infografis
Ibtihal Aboussad Dipecat...
Ibtihal Aboussad Dipecat Microsoft karena Menentang Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved