Begini Keadaan Ahl Al-Kitab pada Masa Turunnya Al-Quran

Sabtu, 30 Desember 2023 - 15:05 WIB
loading...
A A A
Quraish Shihab menjelaskan dari uraian sejarah di atas terbaca bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani hampir tidak ada di kota Makkah. Itu pula sebabnya sehingga kaum musyrik di sana mengirim utusan ke Madinah untuk memperoleh "pertanyaan berat" yang dapat diajukan kepada Nabi Muhammad dalam rangka pembuktian kenabiannya.

Baca juga: Quraish Shihab Jelaskan Istilah Lain Ahl Al-Kitab Menurut Al-Qur'an

Ketika itu orang-orang Yahudi Madinah menyarankan agar menanyakan soal roh, dan peristiwa itulah yang melatar belakangi turunnya firman Allah:

"Mereka bertanya kepadamu tentang roh, katakanlah, 'Roh itu termasuk urusan Tuhanku.' Kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit" ( QS Al-Isra' [17] : 85).

Kehadiran Nabi Muhammad SAW ke Madinah, disambut baik oleh Aus dan Khazraj bukan saja sebagai pemersatu mereka yang selama ini telah lelah bertempur dan mendambakan perdamaian, tetapi juga karena mereka yakin bahwa beliau adalah utusan Allah, yang sebelumnya telah mereka ketahui kehadirannya melalui orang-orang Yahudi.

Adapun orang-orang Nasrani lebih banyak bertempat tinggal di Yaman , bukan di Madinah . Kalaupun ada yang di sana, mereka tidak mempunyai pengaruh politik atau ekonomi, namun mereka juga disebut oleh Al-Qur'an sebagai Ahl Al-Kitab.

Kembali kepada persoalan di atas, ditemukan bahwa ulama-ulama tafsir bila menemukan istilah Ahl Al-Kitab dalam sebuah ayat, seringkali menjelaskan siapa yang dimaksud dengan istilah tersebut. Hal ini wajar karena Al-Qur'an secara tegas menyatakan bahwa Ahl Al-Kitab tidak sama dalam sifat dan sikapnya terhadap Islam dan kaum Muslim ( QS Ali 'Imran [3] : 113).

Baca juga: Al-Quran Menceritakan Sifat dan Sikap Ahl Al-Kitab terhadap Kaum Muslimin

Itu pula sebabnya, dalam hal-hal yang dapat menimbulkan kerancuan pemahaman istilah itu, Al-Qur'an tidak jarang memberi penjelasan tambahan yang berkaitan dengan sifat atau ciri khusus Ahl Al-Kitab yang dimaksudnya.

Perhatikan misalnya ayat yang berbicara tentang kebolehan kawin dengan wanita Ahl Al-Kitab, di sana ditambahkan kata wal muhshanat (wanita-wanita yang memelihara kehormatannya), sedang ketika berbicara tentang kebolehan memakan sembelihan mereka, Al-Qur'an mengemukakannya tanpa penjelasan atau syarat.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Halalbilhalal dalam...
Halalbilhalal dalam Al Quran: Tak Ada Alasan untuk Bilang Tiada Maaf Bagimu
Makna Idulfitri dalam...
Makna Idulfitri dalam Al Quran, Berkaitan dengan Kisah Adam dan Hawa
Marhaban Ya Ramadan,...
Marhaban Ya Ramadan, Kenapa Tidak Pakai Ahlan Wa Sahlan? Begini Penjelasannya
Makna Ucapan Minal Aidin...
Makna Ucapan Minal Aidin Wal Faizin Menurut Al Qur'an
Paham Menstrual Taboo:...
Paham Menstrual Taboo: Islam Mengikis Tradisi dan Mitos Yahudi
Rekomendasi
Penelitian Terbaru Sebut...
Penelitian Terbaru Sebut Arus Sirkulasi Samudra Atlantik Menurun, Ini Dampaknya
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
Gara-gara Cheetos Jatuh...
Gara-gara Cheetos Jatuh Picu Kekacauan Ekosistem di Gua Terbesar di AS
Artikel Terkini
Doa agar Bisa Mewujudkan...
Doa agar Bisa Mewujudkan Keluarga Samawa
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Cara Mengenali Rumah...
Cara Mengenali Rumah Tangga Samawa, Ini 7 Ciri-Cirinya Menurut Ajaran Islam
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Infografis
Turkiye Perintahkan...
Turkiye Perintahkan Penangkapan untuk Pembakar Al-Quran di Swedia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved