Bacaan Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah 35 Kali, Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab
Jum'at, 24 Januari 2025 - 11:13 WIB
loading...
Pada Jumat terakhir bulan Rajab, umat Islam dianjurkan membaca zikir ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah sebanyak 35 kali. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Umat Islam dianjurkan untuk membaca zikir "ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah" sebagai amalan utama pada Jumat terakhir bulan Rajab .
Bulan Rajab dikenal sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini merupakan momen tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan kebajikan guna meraih keutamaannya. Berada di antara Jumadil akhir dan Sya’ban, Rajab juga menjadi pintu gerbang menuju bulan suci Ramadan.
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. at-Taubah: 36)
Ibnu abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat tersebut dengan menjelaskan bahwa ibadah yang dilakukan di bulan haram mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Namun, perbuatan dosa pun memiliki ganjaran lebih besar dalam bulan ini, sebagaimana disebutkan dalam tafsirnya:
“Janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam seluruh bulan. Kemudian allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram dan mengagungkan kemuliaannya. allah juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan di dalamnya lebih besar. Demikian pula, allah menjadikan amalan shalih yang dilakukan di dalamnya memiliki ganjaran yang lebih besar pula.” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/26)
Berikut ini adalah bacaan lengkap zikir tersebut:
Latin: ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah
artinya: “ahmad utusan allah, Muhammad utusan allah.”
Menurut Syaikh Hamid bin Muhammad ali Quds dalam kitab Kanzun Najah was Surur, Syaikh ali al-ajhuri menjelaskan:
“Barang siapa di akhir Jumat bulan Rajab, saat khatib berada di mimbar membaca; ‘ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah’ sebanyak 35 kali, maka dirham tidak akan putus dari tangannya pada tahun tersebut (selama setahun akan selalu memegang uang).”
Bulan Rajab dikenal sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini merupakan momen tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan kebajikan guna meraih keutamaannya. Berada di antara Jumadil akhir dan Sya’ban, Rajab juga menjadi pintu gerbang menuju bulan suci Ramadan.
Keutamaan Bulan Rajab dalam Islam
Allah SWT berfirman dalam surat at-Taubah ayat 36 mengenai keutamaan empat bulan haram, termasuk bulan Rajab:“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. at-Taubah: 36)
Ibnu abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat tersebut dengan menjelaskan bahwa ibadah yang dilakukan di bulan haram mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Namun, perbuatan dosa pun memiliki ganjaran lebih besar dalam bulan ini, sebagaimana disebutkan dalam tafsirnya:
“Janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam seluruh bulan. Kemudian allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram dan mengagungkan kemuliaannya. allah juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan di dalamnya lebih besar. Demikian pula, allah menjadikan amalan shalih yang dilakukan di dalamnya memiliki ganjaran yang lebih besar pula.” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/26)
Amalan Zikir Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah
Pada Jumat terakhir bulan Rajab, umat Islam dianjurkan membaca zikir “ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah” sebanyak 35 kali.Berikut ini adalah bacaan lengkap zikir tersebut:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Latin: ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah
artinya: “ahmad utusan allah, Muhammad utusan allah.”
Menurut Syaikh Hamid bin Muhammad ali Quds dalam kitab Kanzun Najah was Surur, Syaikh ali al-ajhuri menjelaskan:
“Barang siapa di akhir Jumat bulan Rajab, saat khatib berada di mimbar membaca; ‘ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah’ sebanyak 35 kali, maka dirham tidak akan putus dari tangannya pada tahun tersebut (selama setahun akan selalu memegang uang).”
Lihat Juga :