Syam Pra-Islam: Kisah Banu Gassan di Bawah Romawi
Senin, 08 Januari 2024 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Arab Irak dan Arab Syam itu sangat berpegang teguh pada kebebasan pribadi dan pada tata cara Arabnya. Oleh karena itu bahasa penduduk kawasan Semenanjung itu adalah bahasa mereka sendiri.
Di Irak, bahasa Persia tak mampu menghapusnya, dan di Syam bahasa Yunani dan Latin tak pula mampu menggesernya. Itu sebabnya hubungan raja-raja di Hirah dengan raja-raja Banu Gassan di Semenanjung itu tetap kuat.
Mereka yang masih mengagungkan raja-raja dan memperoleh hadiah-hadiah penghargaan adalah para penyair Semenanjung itu.
Buku-buku sastra dan kumpulan-kumpulan puisi oleh penyair-penyair semacam Nabigah az-Zubyani, A'sya Qais, Alqamah al-Fahl dan yang lain banyak berkisah tentang raja-raja dan kedermawanan mereka serta sampai berapa jauh kebudayaan dan kemewahan pada zaman mereka itu.
Penyair Nabi, Hassan bin Sabit, sebelum Islam erat sekali berhubungan dengan Jabalah bin al-Aiham.
Orang-orang Arab yang pindah dari Semenanjung ke pedalaman Syam itu tetap memelihara ciri-ciri mereka yang khas, adat istiadat serta bahasa Arab. Mereka itulah yang menjadi pelopor dalam merintis jalan terbentuknya kedaulatan Islam.
Mereka itulah yang di kemudian hari sering sekali bergabung ke dalam pasukan Muslimin. Mereka yang tadinya sekutu-sekutu Romawi dan Persia itu berperang di barisan Muslimin.
Baca juga: Ini Penyebab Romawi dan Persia Tidak Tertarik Kuasai Jazirah Arab di Era Pra-Islam
Di Irak, bahasa Persia tak mampu menghapusnya, dan di Syam bahasa Yunani dan Latin tak pula mampu menggesernya. Itu sebabnya hubungan raja-raja di Hirah dengan raja-raja Banu Gassan di Semenanjung itu tetap kuat.
Mereka yang masih mengagungkan raja-raja dan memperoleh hadiah-hadiah penghargaan adalah para penyair Semenanjung itu.
Buku-buku sastra dan kumpulan-kumpulan puisi oleh penyair-penyair semacam Nabigah az-Zubyani, A'sya Qais, Alqamah al-Fahl dan yang lain banyak berkisah tentang raja-raja dan kedermawanan mereka serta sampai berapa jauh kebudayaan dan kemewahan pada zaman mereka itu.
Penyair Nabi, Hassan bin Sabit, sebelum Islam erat sekali berhubungan dengan Jabalah bin al-Aiham.
Orang-orang Arab yang pindah dari Semenanjung ke pedalaman Syam itu tetap memelihara ciri-ciri mereka yang khas, adat istiadat serta bahasa Arab. Mereka itulah yang menjadi pelopor dalam merintis jalan terbentuknya kedaulatan Islam.
Mereka itulah yang di kemudian hari sering sekali bergabung ke dalam pasukan Muslimin. Mereka yang tadinya sekutu-sekutu Romawi dan Persia itu berperang di barisan Muslimin.
Baca juga: Ini Penyebab Romawi dan Persia Tidak Tertarik Kuasai Jazirah Arab di Era Pra-Islam
(mhy)
Lihat Juga :