Pembebasan Irak: Kisah Benteng Perempuan dan Seorang Putri Bangsawan Persia
Senin, 15 Januari 2024 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Haekal mengisahkan untuk mengepung benteng ini Mutsanna menyerahkan kepada saudaranya, Mu'anna bin Harisah. Dia sendiri meneruskan perjalanan dan mengepung suaminya di bentengnya.
Diporakporandakannya benteng itu dan ia berhasil membunuh penghuni di dalamnya. Harta benda yang ada dirampas sebagai rampasan perang. Kemudian ia meneruskan pengejaran memburu sisa-sisa pasukan itu.
Putri bangsawan itu kemudian tahu apa yang telah menimpa suaminya. Ia mengadakan perundingan perdamaian dengan Mu'anna. Setelah masuk Islam putri itu kemudian kawin dengan Mu'anna.
Ekspedisi pertama oleh Khalid ke Irak ini disebut "Zat as-Salasil." Alasan penamaan ini, kata orang, bahwa pasukan Persia itu oleh pihak Persia saling diikat dengan rantai supaya tidak lari.
Diceritakan juga bahwa rantai-rantai yang ditinggalkan pasukan itu oleh Khalid dikumpulkan, yang beratnya sama dengan muatan unta seribu ratl. Sebagian ahli yang masih meragukan kebenaran sumber ini, menamakan ekspedisi ini dengan "Ekspedisi Kazimah", dihubungkan dengan nama desa terdekat dari tempat peristiwa itu.
Baca juga: Biara Khalid bin Walid dan Kisah Pengepungan Panjang Damsyik
Dampak Besar
Ekspedisi pertama ini meninggalkan dampak besar yang dapat membangkitkan semangat pasukan Muslimin. Tentara Persia sudah melihat sendiri mereka tak dapat bertahan menghadapinya, seperti orang-orang Arab dalam perang Riddah dulu.
Ormizd sudah terbunuh di tangan Khalid. Kematiannya itu sangat melegakan hati semua orang Arab. Di samping itu, rampasan perang yang diperoleh luar biasa besarnya, yang tak pernah ada perolehan sebesar itu, sehingga setiap orang anggota pasukan berkuda memperoleh seribu dirham selain senjata.
Yang menambah gemilangnya kemenangan dalam perang ini karena Khalid melaksanakan sepenuhnya kebijakan Khalifah Abu Bakar mengenai para petani Arab Irak itu.
Diporakporandakannya benteng itu dan ia berhasil membunuh penghuni di dalamnya. Harta benda yang ada dirampas sebagai rampasan perang. Kemudian ia meneruskan pengejaran memburu sisa-sisa pasukan itu.
Putri bangsawan itu kemudian tahu apa yang telah menimpa suaminya. Ia mengadakan perundingan perdamaian dengan Mu'anna. Setelah masuk Islam putri itu kemudian kawin dengan Mu'anna.
Ekspedisi pertama oleh Khalid ke Irak ini disebut "Zat as-Salasil." Alasan penamaan ini, kata orang, bahwa pasukan Persia itu oleh pihak Persia saling diikat dengan rantai supaya tidak lari.
Diceritakan juga bahwa rantai-rantai yang ditinggalkan pasukan itu oleh Khalid dikumpulkan, yang beratnya sama dengan muatan unta seribu ratl. Sebagian ahli yang masih meragukan kebenaran sumber ini, menamakan ekspedisi ini dengan "Ekspedisi Kazimah", dihubungkan dengan nama desa terdekat dari tempat peristiwa itu.
Baca juga: Biara Khalid bin Walid dan Kisah Pengepungan Panjang Damsyik
Dampak Besar
Ekspedisi pertama ini meninggalkan dampak besar yang dapat membangkitkan semangat pasukan Muslimin. Tentara Persia sudah melihat sendiri mereka tak dapat bertahan menghadapinya, seperti orang-orang Arab dalam perang Riddah dulu.
Ormizd sudah terbunuh di tangan Khalid. Kematiannya itu sangat melegakan hati semua orang Arab. Di samping itu, rampasan perang yang diperoleh luar biasa besarnya, yang tak pernah ada perolehan sebesar itu, sehingga setiap orang anggota pasukan berkuda memperoleh seribu dirham selain senjata.
Yang menambah gemilangnya kemenangan dalam perang ini karena Khalid melaksanakan sepenuhnya kebijakan Khalifah Abu Bakar mengenai para petani Arab Irak itu.
Lihat Juga :