Kisah Isra Mikraj, Seperti Apakah Sidratul Muntaha?

Rabu, 07 Februari 2024 - 10:30 WIB
loading...
Kisah Isra Mikraj, Seperti...
Ibnu Abbas dan para ahli tafsir mengatakan, dinamakan Sidratul Muntaha (pohon puncak) karena ilmu Malaikat puncaknya sampai di sini. Tidak ada yang bisa melewatinya, kecuali Rasulullah SAW. Foto ilustrasi/ist
A A A
Dalam kisah Isra Mikraj , perjalanan agung Nabi Muhammad SAW berhenti di tempat terakhir di Sidratul Muntaha (سدرة المنتهى). Nabi SAW melakukan perjalanan istimewa dari Masjidil Haram Mekkah hingga ke tempat tertinggi Sidratul Muntaha hanya dalam satu malam.

Seperti apakah Sidratul Muntaha ? Secara etimologi "Sidrah" bermakna daun, sedangkan "Muntaha" bermakna puncak atau penghabisan. Secara istilah Sidrah Al-Muntaha diibaratkan semacam stasiun akhir yang menjadi tujuan akhir perjalanan Mikraj Nabi.

Hal tersebut diungkapkan Nabi dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Mas'ud: "Perjalananku berhenti di Sidratul Muntaha."

Dari Anas bin Malik, dari Malik bin Sha'sha'ah, dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam:

"Kemudian aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha". Lalu Nabi mengisahkan: "Bahwasanya daunnya seperti telinga gajah dan bahwa buahnya seperti bejana batu". Hadits ini dikeluarkan dalam ash-Shahihain dari Hadits Ibnu Abi Arubah. Hadits riwayat Al-Baihaqi. Asal hadits ini ada pada riwayat Al-Bukhari 3207 dan Muslim 164.

Ketika Rasulullah SAW diangkat ke Sidratul Muntaha, beliau diselimuti awan yang berwarna-warni. Itulah tempat terakhir Jibril menemani Rasulullah. Dalam satu riwayat disebutkan Nabi Muhammad SAW melihat wujud Malaikat Jibril dengan 600 sayapnya di Sidratul Muntaha. Setiap sayapnya menutupi ufuq langit dan dari sayap-sayapnya berjatuhan permata dan Yaqut serta lain-lainnya yang hanya Allah yang mengetahuinya.

Ibnu Abbas dan para ahli tafsir mengatakan, dinamakan Sidratul Muntaha (pohon puncak) karena ilmu Malaikat puncaknya sampai di sini. Tidak ada yang bisa melewatinya, kecuali Rasulullah SAW. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dinamakan Sidratul Muntaha karena semua ketetapan Allah yang turun, pangkalnya dari sana dan semua yang naik, ujungnya ada di sana." (Ta'liqat 'ala Shahih Muslim, Muhammad Fuad Abdul Baqi, 1/145).

Riwayat lain, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat Sidratul Muntaha di langit ke tujuh. Buahnya seperti kendi daerah Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah. Dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam. Kemudian aku bertanya: "Wahai Jibril, apakah keduanya ini?" Dia menjawab, "Adapun dua yang dalam itu ada di surga sedangkan dua yang di luar itu adalah Nil dan Eufrat." (HR Al-Bukhari 3207)

Nabi diangkat ke tempat sangat tinggi hingga beliau mendengar suara goretan Al-Qolam (pena yang menulis segala apa yang ada di alam semesta). Kemudian Rasulullah SAW bertemu dengan Allah 'Azza wa Jalla tanpa ditemani Jibril. Beliau menerima perintah sholat 50 waktu dari sang Khaliq.

Ketika hendak turun, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa di langit ke-6. Nabi Musa meminta Rasulullah SAW kembali menghadap Allah untuk meminta keringanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Masjid Az-Zikra Sentul...
Masjid Az-Zikra Sentul Gelar Zikir Akbar Spesial Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad
Tiga Makna Isra Mikraj...
Tiga Makna Isra Mikraj Menurut Abdul Mu'ti
Kumpulan Doa Isra Mikraj,...
Kumpulan Doa Isra Mikraj, Cek di Sini Saja!
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Khotbah Jumat : Isra...
Khotbah Jumat : Isra Mikraj dan Kualitas Salat
9 Ayat-ayat Al Quran...
9 Ayat-ayat Al Quran tentang Isra Mikraj, Terbanyak di Surat Al Isra dan An-Najm
Rekomendasi
Tulang Rahang Keturunan...
Tulang Rahang Keturunan Manusia Pertama di Bumi Ditemukan
Fenomena Efek Stadion...
Fenomena Efek Stadion Badai Erin Kategori 5 Curi Perhatian Dunia
Penemuan DNA Kuno Mengubah...
Penemuan DNA Kuno Mengubah Arah Sejarah Manusia
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved