Kisah Heroik Malcolm X, Jubir Nation of Islam yang Legendaris

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:05 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kisah Louis Farrakhan, Pemimpin Nation of Islam yang Hidup Bak Raja

Pesannya sejalan dengan gagasan tentang maskulinitas kulit hitam dan menarik bagi mereka yang mulai melihat Islam lebih kondusif bagi aspirasi mereka dan memperkuat rasa identitas mereka, membandingkannya dengan agama Kristen yang mereka anggap telah gagal dan menenangkan mereka.

Tidak ada yang bisa memberi Anda kebebasan. Tidak ada yang bisa memberi Anda kesetaraan atau keadilan atau apa pun. Jika Anda seorang pria, ambillah.

Pendekatan Malcolm sangat kontras dengan gerakan hak-hak sipil tanpa kekerasan yang dipimpin oleh Dr Martin Luther King, yang pernah dikatakannya sebagai ujung tombak “satu-satunya revolusi yang tujuannya adalah mencintai musuh Anda.”

Bagi Malcolm X, semua revolusi – revolusi nyata – melibatkan “pertumpahan darah”. Tentu saja, di antara kedua pemimpin hak-hak sipil tersebut, kelompok arus utama lebih memilih King daripada Malcolm.

Yang pertama dianggap lebih dapat diterima, sedangkan yang terakhir dipandang sebagai ancaman yang besar; seseorang yang ditakuti. Namun demikian, terlepas dari metode yang mereka gunakan, keduanya dibunuh, dengan kecurigaan yang masuk akal mengarah pada keterlibatan negara.

Pada tahun 1964, Malcolm mengumumkan pemisahannya dari NOI, setelah beberapa perselisihan internal dan skandal yang melibatkan Elijah Muhammad, sebelum melakukan tur ke Timur Tengah, Afrika dan Eropa, mengunjungi banyak negara Muslim dalam prosesnya. Ia menunaikan ibadah haji ke kota suci Makkah. Setelah itu dia dipanggil El-Hajj Malik El-Shabazz.

Baca juga: Warith Deen Mohammed, Imam Amerika yang Ubah Nation of Islam Jadi Islam Sunni

Arus Utama Islam

Pengalaman haji yang menyatukan membuat keyakinannya berubah lagi setelah bergabung dengan arus utama agama Islam. Ia menyaksikan “para peziarah dari segala warna kulit dari seluruh penjuru bumi menunjukkan semangat persatuan dan persaudaraan yang belum pernah saya lihat sebelumnya.”

Kepergiannya dari NOI juga memecah organisasi tersebut, dengan banyak yang mengikuti El-Shabazz menjadi arus utama Islam, termasuk putra Elijah Muhammad, Warith Deen Mohammed.

Muslim Afrika-Amerika paling terkenal, jika bukan salah satu orang paling terkenal di zaman modern, petinju legendaris Muhammad Ali, memutuskan hubungan dengan El-Shabazz saat masih menjadi anggota NOI, sebuah keputusan yang kemudian disesali oleh Ali.

Selama perjalanannya, terlihat jelas bahwa Malcolm memoderasi beberapa pandangan dan keyakinannya, termasuk segregasi kulit hitam dan putih di AS dan Nasionalisme Kulit Hitam.

Sebaliknya, ia menganut internasionalisme. Pada saat itulah El-Shabazz menjadi semakin vokal dalam penentangannya terhadap Zionisme dan pendudukan “tidak logis” di Arab Palestina.

Baca juga: Kisah Louis Farrakhan Yakin Didukung Allah Taala Membangun Islam di Amerika

Perlu juga disebutkan bahwa ia mengunjungi Gaza di Palestina, yaitu kamp pengungsi Khan Yunis, yang saat ini sedang diserang oleh pasukan pendudukan Israel sebagai bagian dari perang genosida yang dilancarkan terhadap warga Palestina di wilayah pesisir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir Los...
Masjid At-Thohir Los Angeles: Simbol Harmoni, Dakwah, dan Kepedulian Diaspora Indonesia di AS
Bolehkah Membuat Patung...
Bolehkah Membuat Patung dari Tokoh-tokoh yang Berpengaruh dalam Islam?
Syaikh Abu Al-Hasan...
Syaikh Abu Al-Hasan Ali An-Nadwi, Sosok Ulama dan Penulis Terbaik Sirah Nabawiyah
Kematian : Takdir yang...
Kematian : Takdir yang Pasti Datang, Walaupun Bersembunyi dalam Benteng Tinggi dan Kokoh
Ketika 2 Podcaster Amerika...
Ketika 2 Podcaster Amerika Serikat Terkagum-kagum Dengar Suara Azan di Abu Dhabi
5 Perkara yang Menurunkan...
5 Perkara yang Menurunkan Azab Allah SWT di Dunia
Rekomendasi
Ukuran Gerbang Neraka...
Ukuran Gerbang Neraka Siberia Terdeteksi Bertambah 3 Kali Lipat
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Lakukan Praktik Inses,...
Lakukan Praktik Inses, Ini Penderitaan yang Dialami Firaun Tutankhamun
Artikel Terkini
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved