Sejarah Nuzulul Quran, Periode Pertama: Ayat-Ayat Bimbingan kepada Nabi Muhammad SAW
Senin, 18 Maret 2024 - 14:14 WIB
loading...
Periode pertama berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi di kalangan masyarakat Arab ketika itu. Ilustrasi: SINDOnews
A
A
A
Sejarah nuzulul Quran atau turunnya Al-Qur'an terbagi dalam 2 periode. Menurut para ulama 'Ulum Al-Qur'an, periode pertama adalah periode sebelum hijrah . Kedua, periode sesudah hijrah.
Qurash Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Qur'an" mengatakan pembagian demikian untuk lebih menjelaskan tujuan-tujuan pokok Al-Qur'an .
Ayat-ayat yang turun pada periode pertama dinamai ayat-ayat Makkiyyah , dan ayat-ayat yang turun pada periode kedua dinamai ayat-ayat Madaniyyah.
Hanya saja, Quraish Shihab membagi sejarah turunnya Al-Qur'an dalam tiga periode. Meski pada hakikatnya periode pertama dan kedua dalam pembagian tersebut adalah kumpulan dari ayat-ayat Makkiyah, dan periode ketiga adalah ayat-ayat Madaniyyah.
Baca juga: Apa itu Nuzulul Qur’an?
Pada awal turunnya wahyu pertama (iqra'), Muhammad SAW belum dilantik menjadi Rasul. Dengan wahyu pertama itu, beliau baru merupakan seorang nabi yang tidak ditugaskan untuk menyampaikan apa yang diterima.
Baru setelah turun wahyu kedua beliau ditugaskan untuk menyampaikan wahyu-wahyu yang diterimanya, dengan adanya firman Allah: "Wahai yang berselimut, bangkit dan berilah peringatan" ( QS 74 :1-2).
Kemudian, setelah itu, kandungan wahyu Ilahi berkisar dalam tiga hal. Pertama, pendidikan bagi Rasulullah SAW, dalam membentuk kepribadiannya.
Perhatikan firman-Nya: "Wahai orang yang berselimut, bangunlah dan sampaikanlah. Dan Tuhanmu agungkanlah. Bersihkanlah pakaianmu. Tinggalkanlah kotoran (syirik). Janganlah memberikan sesuatu dengan mengharap menerima lebih banyak darinya, dan sabarlah engkau melaksanakan perintah-perintah Tuhanmu" ( QS 74 :1-7).
Dalam wahyu ketiga terdapat pula bimbingan untuknya: "Wahai orang yang berselimut, bangkitlah, salatlah di malam hari kecuali sedikit darinya, yaitu separuh malam, kuranq sedikit dari itu atau lebih, dan bacalah Al-Quran dengan tartil" ( QS 73 :1-4).
Baca juga: Benarkah Malam 17 Ramadhan Nuzulul Quran?
Perintah ini disebabkan karena Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu wahyu yang sangat berat ( QS 73 :5).
Menurut Quraish ada lagi ayat-ayat lain, umpamanya: "Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat. Rendahkanlah dirimu, janganlah bersifat sombong kepada orang-orang yang beriman yang mengikutimu. Apabila mereka (keluargamu) enggan mengikutimu, katakanlah: aku berlepas dari apa yang kalian kerjakan" ( QS 26 :214-216).
Qurash Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Qur'an" mengatakan pembagian demikian untuk lebih menjelaskan tujuan-tujuan pokok Al-Qur'an .
Ayat-ayat yang turun pada periode pertama dinamai ayat-ayat Makkiyyah , dan ayat-ayat yang turun pada periode kedua dinamai ayat-ayat Madaniyyah.
Hanya saja, Quraish Shihab membagi sejarah turunnya Al-Qur'an dalam tiga periode. Meski pada hakikatnya periode pertama dan kedua dalam pembagian tersebut adalah kumpulan dari ayat-ayat Makkiyah, dan periode ketiga adalah ayat-ayat Madaniyyah.
Baca juga: Apa itu Nuzulul Qur’an?
Pada awal turunnya wahyu pertama (iqra'), Muhammad SAW belum dilantik menjadi Rasul. Dengan wahyu pertama itu, beliau baru merupakan seorang nabi yang tidak ditugaskan untuk menyampaikan apa yang diterima.
Baru setelah turun wahyu kedua beliau ditugaskan untuk menyampaikan wahyu-wahyu yang diterimanya, dengan adanya firman Allah: "Wahai yang berselimut, bangkit dan berilah peringatan" ( QS 74 :1-2).
Kemudian, setelah itu, kandungan wahyu Ilahi berkisar dalam tiga hal. Pertama, pendidikan bagi Rasulullah SAW, dalam membentuk kepribadiannya.
Perhatikan firman-Nya: "Wahai orang yang berselimut, bangunlah dan sampaikanlah. Dan Tuhanmu agungkanlah. Bersihkanlah pakaianmu. Tinggalkanlah kotoran (syirik). Janganlah memberikan sesuatu dengan mengharap menerima lebih banyak darinya, dan sabarlah engkau melaksanakan perintah-perintah Tuhanmu" ( QS 74 :1-7).
Dalam wahyu ketiga terdapat pula bimbingan untuknya: "Wahai orang yang berselimut, bangkitlah, salatlah di malam hari kecuali sedikit darinya, yaitu separuh malam, kuranq sedikit dari itu atau lebih, dan bacalah Al-Quran dengan tartil" ( QS 73 :1-4).
Baca juga: Benarkah Malam 17 Ramadhan Nuzulul Quran?
Perintah ini disebabkan karena Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu wahyu yang sangat berat ( QS 73 :5).
Menurut Quraish ada lagi ayat-ayat lain, umpamanya: "Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat. Rendahkanlah dirimu, janganlah bersifat sombong kepada orang-orang yang beriman yang mengikutimu. Apabila mereka (keluargamu) enggan mengikutimu, katakanlah: aku berlepas dari apa yang kalian kerjakan" ( QS 26 :214-216).
Lihat Juga :