Sejarah Nuzulul Quran, Periode Pertama: Ayat-Ayat Bimbingan kepada Nabi Muhammad SAW
Senin, 18 Maret 2024 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Demikian ayat-ayat yang merupakan bimbingan bagi beliau demi suksesnya dakwah.
Kedua, pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai sifat dan af'al Allah, misalnya surah Al-A'la (surah ketujuh yang diturunkan) atau surah Al-Ikhlash, yang menurut hadis Rasulullah "sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an", karena yang mengetahuinya dengan sebenarnya akan mengetahui pula persoalan-persoalan tauhid dan tanzih (penyucian) Allah SWT.
Ketiga, keterangan mengenai dasar-dasar akhlak Islamiyah, serta bantahan-bantahan secara umum mengenai pandangan hidup masyarakat jahiliah ketika itu.
Baca juga: Keutamaan dan Keistimewaan Malam Nuzulul Qur'an
Ini dapat dibaca, misalnya, dalam surah Al-Takatsur, satu surah yang mengecam mereka yang menumpuk-numpuk harta; dan surah Al-Ma'un yang menerangkan kewajiban terhadap fakir miskin dan anak yatim serta pandangan agama mengenai hidup bergotong-royong.
Menurut Quraish, periode ini berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi di kalangan masyarakat Arab ketika itu.
Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga hal pokok: pertama, segolongan kecil dari mereka menerima dengan baik ajaran-ajaran Al-Qur'an.
Kedua, sebagian besar dari masyarakat tersebut menolak ajaran Al-Qur'an, karena kebodohan mereka ( QS 21 :24), keteguhan mereka mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenek moyang ( QS 43 :22), dan atau ketiga, karena adanya maksud-maksud tertentu dari satu golongan seperti yang digambarkan oleh Abu Sufyan: "Kalau sekiranya Bani Hasyim memperoleh kemuliaan nubuwwah, kemuliaan apa lagi yang tinggal untuk kami."
Baca juga: Nuzulul Qur'an, Pengertian, Sejarah dan Keutamaannya
Kedua, pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai sifat dan af'al Allah, misalnya surah Al-A'la (surah ketujuh yang diturunkan) atau surah Al-Ikhlash, yang menurut hadis Rasulullah "sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an", karena yang mengetahuinya dengan sebenarnya akan mengetahui pula persoalan-persoalan tauhid dan tanzih (penyucian) Allah SWT.
Ketiga, keterangan mengenai dasar-dasar akhlak Islamiyah, serta bantahan-bantahan secara umum mengenai pandangan hidup masyarakat jahiliah ketika itu.
Baca juga: Keutamaan dan Keistimewaan Malam Nuzulul Qur'an
Ini dapat dibaca, misalnya, dalam surah Al-Takatsur, satu surah yang mengecam mereka yang menumpuk-numpuk harta; dan surah Al-Ma'un yang menerangkan kewajiban terhadap fakir miskin dan anak yatim serta pandangan agama mengenai hidup bergotong-royong.
Menurut Quraish, periode ini berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi di kalangan masyarakat Arab ketika itu.
Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga hal pokok: pertama, segolongan kecil dari mereka menerima dengan baik ajaran-ajaran Al-Qur'an.
Kedua, sebagian besar dari masyarakat tersebut menolak ajaran Al-Qur'an, karena kebodohan mereka ( QS 21 :24), keteguhan mereka mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenek moyang ( QS 43 :22), dan atau ketiga, karena adanya maksud-maksud tertentu dari satu golongan seperti yang digambarkan oleh Abu Sufyan: "Kalau sekiranya Bani Hasyim memperoleh kemuliaan nubuwwah, kemuliaan apa lagi yang tinggal untuk kami."
Baca juga: Nuzulul Qur'an, Pengertian, Sejarah dan Keutamaannya
(mhy)
Lihat Juga :