Puasa Itu Adalah untuk Allah, Begini Penjelasannya
Senin, 25 Maret 2024 - 02:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Konsep Puasa Syari’ah, Thariqah, dan Hakikat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Puasa benar-benar merupakan latihan dan ujian kesadaran akan adanya Tuhan yang Maha Hadir (Ompnipresent), dan yang mutlak tidak pernah lengah sedikitpun dalam pengawasan-Nya terhadap segala tingkah laku hamba-hamba-Nya.
Puasa adalah penghayatan nyata akan makna firman bahwa "Dia (Allah) itu bersama kamu di mana pun kamu berada, dan Allah itu Maha Periksa akan segala sesuatu yang kamu perbuat."
"Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; maka ke mana pun kamu menghadap, di sanalah Wajah Allah." [ QS. al-Baqarah/2 :183]
"Sungguh Kami (Allah) telah menciptakan manusia, dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri." [ QS. Qaf/50 :16]
"Ketahuilah olehmu sekalian bahwa Allah menyekat antara seseorang dan hatinya sendiri..." [ QS. al-Anfal/8 :24]
Baca juga: Puasa Ramadan, Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Puasa benar-benar merupakan latihan dan ujian kesadaran akan adanya Tuhan yang Maha Hadir (Ompnipresent), dan yang mutlak tidak pernah lengah sedikitpun dalam pengawasan-Nya terhadap segala tingkah laku hamba-hamba-Nya.
Puasa adalah penghayatan nyata akan makna firman bahwa "Dia (Allah) itu bersama kamu di mana pun kamu berada, dan Allah itu Maha Periksa akan segala sesuatu yang kamu perbuat."
"Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; maka ke mana pun kamu menghadap, di sanalah Wajah Allah." [ QS. al-Baqarah/2 :183]
"Sungguh Kami (Allah) telah menciptakan manusia, dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri." [ QS. Qaf/50 :16]
"Ketahuilah olehmu sekalian bahwa Allah menyekat antara seseorang dan hatinya sendiri..." [ QS. al-Anfal/8 :24]
Baca juga: Puasa Ramadan, Dampaknya bagi Kesehatan Mental
(mhy)
Lihat Juga :