Cerita Ramadan Mahasiswa Indonesia di Rusia, Puasa 15 Jam hingga Kangen Suara Azan
Selasa, 26 Maret 2024 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Namun bagi mahasiswa yang berdomisili di Bekasi ini, dirinya tetap menikmati melaksanakan ibadah puasa Ramadan di Rusia,
“Meskipun terdapat banyak tantangan, saya tetap merasa enjoy melaksanakan ibadah puasa Ramadan di Rusia. Bagi saya, hal ini juga menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan dan belum tentu akan terulang kembali di kemudian hari,” ujarnya.
Saat ini perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung. Namun menurut Ketua Diaspora Muda Jawa Barat ini situasi di Rusia khususnya Kota Moskow masih baik-baik saja.
“Memang saat ini perang masih berlangsung, banyak sektor terdampak dari kejadian luar biasa ini, namun aktivitas perkuliahan dan pekerjaan masih normal. Saya juga tetap bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan keselamatan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan. Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum kita semua untuk tetap bersyukur, ikhlas, dan terus mengabdi untuk kemajuan negara tercinta.” ungkap Faiz.
Untuk tetap merasakan suasana Ramadan di Negeri Beruang Merah, Pemuda Inspiratif Kemenpora ini memiliki strategi khusus dengan cara berkumpul bersama diaspora Indonesia di Rusia,
“Kadang-kadang saya berkumpul bersama orang Indonesia lainnya di Rusia, kami membuat makanan khas Indonesia, seperti Rendang, Bakwan, Bakso, dan Soto. Kadang kami juga membuat makanan khas Rusia, seperti Plov, Pelmeni, Borscht, dan Blini. Makanan tersebut kami santap saat berbuka puasa dan setelahnya kami bercengkrama, sehingga kami tidak kehilangan suasana Ramadan meskipun di Rusia.”
Bagi orang-orang Indonesia di Rusia, Ramadan merupakan momentum untuk saling mendoakan, saling memaafkan.
Mereka merawat tradisi-tradisi jelang Ramadan untuk berbagi rasa dan menguatkan persaudaraan sesama diaspora di Rusia.
“Meskipun terdapat banyak tantangan, saya tetap merasa enjoy melaksanakan ibadah puasa Ramadan di Rusia. Bagi saya, hal ini juga menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan dan belum tentu akan terulang kembali di kemudian hari,” ujarnya.
Saat ini perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung. Namun menurut Ketua Diaspora Muda Jawa Barat ini situasi di Rusia khususnya Kota Moskow masih baik-baik saja.
“Memang saat ini perang masih berlangsung, banyak sektor terdampak dari kejadian luar biasa ini, namun aktivitas perkuliahan dan pekerjaan masih normal. Saya juga tetap bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan keselamatan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan. Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum kita semua untuk tetap bersyukur, ikhlas, dan terus mengabdi untuk kemajuan negara tercinta.” ungkap Faiz.
Untuk tetap merasakan suasana Ramadan di Negeri Beruang Merah, Pemuda Inspiratif Kemenpora ini memiliki strategi khusus dengan cara berkumpul bersama diaspora Indonesia di Rusia,
“Kadang-kadang saya berkumpul bersama orang Indonesia lainnya di Rusia, kami membuat makanan khas Indonesia, seperti Rendang, Bakwan, Bakso, dan Soto. Kadang kami juga membuat makanan khas Rusia, seperti Plov, Pelmeni, Borscht, dan Blini. Makanan tersebut kami santap saat berbuka puasa dan setelahnya kami bercengkrama, sehingga kami tidak kehilangan suasana Ramadan meskipun di Rusia.”
Bagi orang-orang Indonesia di Rusia, Ramadan merupakan momentum untuk saling mendoakan, saling memaafkan.
Mereka merawat tradisi-tradisi jelang Ramadan untuk berbagi rasa dan menguatkan persaudaraan sesama diaspora di Rusia.
(shf)
Lihat Juga :