Kisah Salma al-Shehab, Mahasiswi Leeds Asal Arab Saudi yang Dibui 27 Tahun karena Tweet
Kamis, 28 Maret 2024 - 11:36 WIB
loading...
Salma ak-Shehab di tengah keluarganya. Foto: The Times
A
A
A
Sedikitnya 340 akademisi, mahasiswa dan karyawan menyampaikan surat terbuka yang menyerukan agar Universitas Leeds, Inggris , membebaskan Salma al-Shehab dari penjara Arab Saudi .
Salma adalah mahasiswa PhD Leeds yang divonis hukuman 27 tahun penjara di Saudi karena me-retweet postingan yang mendukung hak-hak perempuan
Dalam sebuah surat terbuka yang dikoordinasikan oleh University and College Union (UCU) cabang Leeds, 340 akademisi, mahasiswa dan karyawan itu mendesak Wakil Rektor Hai-Sui Yu dan Pro-Rektor Alastair Da Costa untuk secara terbuka menyerukan Arab Saudi untuk membebaskan Salma el-Shehab.
Universitas Leeds belum mengeluarkan pernyataan tentang mahasiswa PhD-nya sejak Agustus 2022, ketika universitas tersebut menyatakan “keprihatinan yang mendalam” terhadap kasusnya. Para pegiat percaya bahwa menyerukan pembebasan al-Shehab akan menjadi langkah penting untuk membangun tekanan bagi pembebasannya.
Baca juga: Pangeran Arab Saudi: Dunia Diam saat Gaza Menderita Pelanggaran HAM Paling Keji
“Tindakan terbaru ini menunjukkan tingkat keprihatinan yang sangat besar mengenai nasib Salma di kalangan komunitas Universitas Leeds, yang sangat menginginkan universitas mereka melakukan semua yang bisa mereka lakukan untuk mendukungnya, dan agar pemerintah Inggris menggunakan pengaruhnya yang besar untuk mendorong pembebasannya,” Joshua Cooper, wakil direktur di Alqst, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada Middle East Eye.
Salma al-Shehab adalah mahasiswa PhD di Universitas Leeds. Ia seorang ahli kesehatan gigi berusia 35 tahun dan ibu dari dua anak. Ia warga negara Saudi, yang merupakan bagian dari minoritas Syiah di kerajaan tersebut, tinggal di kota di West Yorkshire, di utara Inggris, sebelum ditahan di Arab Saudi.
Pada tanggal 15 Januari 2021, saat berlibur di Arab Saudi, dia ditangkap dan ditahan di sel isolasi, setelah me-retweet postingan yang mendukung izin perempuan mengemudi dan menyerukan pembebasan aktivis termasuk Loujain al-Hathloul, tokoh hak-hak perempuan terkemuka yang menjalani 1.001 hari penahanan dan hidup di bawah larangan bepergian.
Selama lebih dari sembilan bulan, al-Shehab diinterogasi oleh pihak berwenang sebelum dibawa ke pengadilan, di mana dia awalnya dijatuhi hukuman enam tahun penjara. Pada Agustus 2022, Pengadilan Kriminal Khusus Arab Saudi menaikkan hukuman ini menjadi 34 tahun, sebelum menguranginya menjadi 27 tahun penjara.
Baca juga: Syarat Menikahi Wanita Arab Saudi bagi Lelaki Non-Arab Saudi
Salma adalah mahasiswa PhD Leeds yang divonis hukuman 27 tahun penjara di Saudi karena me-retweet postingan yang mendukung hak-hak perempuan
Dalam sebuah surat terbuka yang dikoordinasikan oleh University and College Union (UCU) cabang Leeds, 340 akademisi, mahasiswa dan karyawan itu mendesak Wakil Rektor Hai-Sui Yu dan Pro-Rektor Alastair Da Costa untuk secara terbuka menyerukan Arab Saudi untuk membebaskan Salma el-Shehab.
Universitas Leeds belum mengeluarkan pernyataan tentang mahasiswa PhD-nya sejak Agustus 2022, ketika universitas tersebut menyatakan “keprihatinan yang mendalam” terhadap kasusnya. Para pegiat percaya bahwa menyerukan pembebasan al-Shehab akan menjadi langkah penting untuk membangun tekanan bagi pembebasannya.
Baca juga: Pangeran Arab Saudi: Dunia Diam saat Gaza Menderita Pelanggaran HAM Paling Keji
“Tindakan terbaru ini menunjukkan tingkat keprihatinan yang sangat besar mengenai nasib Salma di kalangan komunitas Universitas Leeds, yang sangat menginginkan universitas mereka melakukan semua yang bisa mereka lakukan untuk mendukungnya, dan agar pemerintah Inggris menggunakan pengaruhnya yang besar untuk mendorong pembebasannya,” Joshua Cooper, wakil direktur di Alqst, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada Middle East Eye.
Salma al-Shehab adalah mahasiswa PhD di Universitas Leeds. Ia seorang ahli kesehatan gigi berusia 35 tahun dan ibu dari dua anak. Ia warga negara Saudi, yang merupakan bagian dari minoritas Syiah di kerajaan tersebut, tinggal di kota di West Yorkshire, di utara Inggris, sebelum ditahan di Arab Saudi.
Pada tanggal 15 Januari 2021, saat berlibur di Arab Saudi, dia ditangkap dan ditahan di sel isolasi, setelah me-retweet postingan yang mendukung izin perempuan mengemudi dan menyerukan pembebasan aktivis termasuk Loujain al-Hathloul, tokoh hak-hak perempuan terkemuka yang menjalani 1.001 hari penahanan dan hidup di bawah larangan bepergian.
Selama lebih dari sembilan bulan, al-Shehab diinterogasi oleh pihak berwenang sebelum dibawa ke pengadilan, di mana dia awalnya dijatuhi hukuman enam tahun penjara. Pada Agustus 2022, Pengadilan Kriminal Khusus Arab Saudi menaikkan hukuman ini menjadi 34 tahun, sebelum menguranginya menjadi 27 tahun penjara.
Baca juga: Syarat Menikahi Wanita Arab Saudi bagi Lelaki Non-Arab Saudi
Lihat Juga :