Merajut Rekonsiliasi di Bulan Suci Ramadan, Ormas Keagamaan Berperan Penting

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:57 WIB
loading...
A A A
Bulan Ramadan, yang bertepatan dengan berakhirnya Pemilu 2024, memberikan nuansa tersendiri dalam proses rekonsiliasi. Gus Fahrur menganggap Ramadan sebagai momen rahmat dan berkah bagi semua umat.

Dalam konteks ini, puasa dianggap sebagai bentuk pengendalian diri dan emosi. Ketika umat menjalankan puasa dengan penuh kesadaran, tensi kemarahan dan konflik cenderung menurun karena mereka terfokus pada ibadah dan menjaga kebersihan hati dan pikiran.

Lebih lanjut, Gus Fahrur menekankan pentingnya menjaga suasana damai selama bulan Ramadan. Dia menyoroti bahwa provokasi dan konflik tidak sejalan dengan semangat puasa yang penuh toleransi dan rekonsiliasi.

“Saya meyakini bahwa bulan Ramadan itu adalah rahmat dan berkah bagi semua. Bagi kaum muslim, menjalankan puasa Ramadan itu berarti juga harus menampilkan pengendalian diri dan emosi," ujarnya.

Jika di bulan-bulan biasa ada kecenderungan orang untuk bertengkar, selayaknya di bulan Ramadan, tensi permusuhan dan perpecahan otomatis menurun bagi seorang muslim.

"Hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga kesempurnaan dari ibadah puasa itu sendiri,” paparnya.

Maka dari itu, Gus Fahrur menyayangkan jika masih ada pihak yang melakukan provokasi terkait isu apapun, yang berdampak negatif pada kerukunan masyarakat.

Melalui penahanan diri dalam bicara dan perbuatan di bulan Ramadan, masyarakat diharapkan dapat menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat memicu ketegangan dan konflik.

Gus Fahrur mengajak semua umat untuk menjalani puasa dengan sebaik-baiknya dan menghormati bulan Ramadan. Dia menegaskan bahwa apapun hasil pemilu, itu adalah kehendak Tuhan yang harus dihormati.

Dalam suasana Ramadan yang penuh dengan doa dan introspeksi, Gus Fahrur mengajak untuk melepaskan egoisme dan fanatisme, serta mendukung pemimpin yang terpilih dengan penuh kesadaran.

Menutup penjelasannya, Gus Fahrur juga mengingatkan agar bulan suci Ramadan tahun ini menjadi momentum yang berharga bagi masyarakat Indonesia untuk merajut kembali persatuan dan menjaga kedamaian pasca Pemilu.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramadan, Waktu yang...
Ramadan, Waktu yang Tepat Mendulang Berbagai Pahala
Komunitas Muslim Korea...
Komunitas Muslim Korea Semarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 H dengan Beragam Kegiatan
Memasuki 10 Hari Terakhir...
Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Kisah Hikmah : Berdoa...
Kisah Hikmah : Berdoa di Bulan Ramadan, Wanita Buta Bisa Melihat Lagi
Memasuki 10 Hari Kedua...
Memasuki 10 Hari Kedua Ramadan : Fase Ampunan dan Perbanyak Amalan Terbaik
Rekomendasi
Fenomena Alam Pemicu...
Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari Terdeteksi
Setelah Rusia, Riset:...
Setelah Rusia, Riset: Gempa Bumi Besar Berikutnya di Kanada
Bandara Kansai Bakal...
Bandara Kansai Bakal Hilang Ditelan Air Laut, Ini Bukti Ilmiahnya
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
Dianjurkan, Ini Doa-Doa...
Dianjurkan, Ini Doa-Doa Selama Menjalani Bulan Suci Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved