Mohamed Elneny: Bukti Hidup Jalankan Puasa Selaras Kehidupan Pesepakbola
Senin, 01 April 2024 - 02:00 WIB
loading...
Mohamed Elneny. Foto/IlustrasI; Arab News
A
A
A
Mohamed Elneny adalah bukti hidup, bernapas, dan tersenyum bahwa menjalankan puasa Ramadan bisa selaras dengan kehidupan seorang pesepakbola Premier League .
Meski bermain di liga yang paling menguras stamina, pemain Arsenal itu tetap berpuasa sepanjang bulan suci Ramadan .
Menyeimbangkan keyakinan beragama dengan sepak bola bermanfaat baginya, meskipun hal itu terkadang membuat rekan satu timnya bingung.
“Mereka banyak bertanya. 'Mo, kapan kamu minum? Kapan kamu boleh makan?’ Bagi mereka, tidak masuk akal berlatih tanpa minuman atau makan," kata Mo kepada Arab News.
Baca juga: Dapat Hidayah! Eks Pemain Sepak Bola Jota Masuk Islam, Terinspirasi Keluarga Muslim
“Jika Anda ingin melakukan sesuatu, Anda akan menemukan cara untuk melakukannya. Anda hanya melatih pikiran Anda," sambung Mo.
Ia mengakui merasa lebih kuat di bulan Ramadan karena kita melakukan Ramadan untuk Tuhan dan ketika melakukan sesuatu untuk Tuhan pahalanya akan besar. Dia tidak akan membuatmu merasa lelah. Dia memberimu kekuatan.
“Hari ini, misalnya, saat latihan, para pemain bertanya: ‘Apakah kamu berpuasa?’ Saya berlari seperti biasa. Cara saya berlatih dan kekuatan yang Tuhan berikan kepada saya, Anda akan mengira saya tidak berpuasa. Anda tidak memikirkan makanan atau minumannya. Anda fokus pada Al-Qur'an dan berdoa, bagaimana kehidupan terjadi, betapa indahnya langit dan Anda memikirkan orang-orang miskin. Yang tidak punya makanan dan uang,” kata Elneny.
“Jika ada orang miskin yang datang kepadamu sekarang tentu saja kamu memberikannya karena kamu tahu betapa lapar dan hausnya mereka. Anda perlu merasakan ini. Oleh karena itu, sangat menyenangkan menyambut bulan Ramadan. Anda belajar bagaimana menjaga orang lain.”
Pemain Mesir itu memberikan penghormatan atas pengertian yang dia terima dari staf Arsenal, termasuk manajer Mikel Arteta.
Meski bermain di liga yang paling menguras stamina, pemain Arsenal itu tetap berpuasa sepanjang bulan suci Ramadan .
Menyeimbangkan keyakinan beragama dengan sepak bola bermanfaat baginya, meskipun hal itu terkadang membuat rekan satu timnya bingung.
“Mereka banyak bertanya. 'Mo, kapan kamu minum? Kapan kamu boleh makan?’ Bagi mereka, tidak masuk akal berlatih tanpa minuman atau makan," kata Mo kepada Arab News.
Baca juga: Dapat Hidayah! Eks Pemain Sepak Bola Jota Masuk Islam, Terinspirasi Keluarga Muslim
“Jika Anda ingin melakukan sesuatu, Anda akan menemukan cara untuk melakukannya. Anda hanya melatih pikiran Anda," sambung Mo.
Ia mengakui merasa lebih kuat di bulan Ramadan karena kita melakukan Ramadan untuk Tuhan dan ketika melakukan sesuatu untuk Tuhan pahalanya akan besar. Dia tidak akan membuatmu merasa lelah. Dia memberimu kekuatan.
“Hari ini, misalnya, saat latihan, para pemain bertanya: ‘Apakah kamu berpuasa?’ Saya berlari seperti biasa. Cara saya berlatih dan kekuatan yang Tuhan berikan kepada saya, Anda akan mengira saya tidak berpuasa. Anda tidak memikirkan makanan atau minumannya. Anda fokus pada Al-Qur'an dan berdoa, bagaimana kehidupan terjadi, betapa indahnya langit dan Anda memikirkan orang-orang miskin. Yang tidak punya makanan dan uang,” kata Elneny.
“Jika ada orang miskin yang datang kepadamu sekarang tentu saja kamu memberikannya karena kamu tahu betapa lapar dan hausnya mereka. Anda perlu merasakan ini. Oleh karena itu, sangat menyenangkan menyambut bulan Ramadan. Anda belajar bagaimana menjaga orang lain.”
Pemain Mesir itu memberikan penghormatan atas pengertian yang dia terima dari staf Arsenal, termasuk manajer Mikel Arteta.
Lihat Juga :