Menjaga 7 Anggota Badan ketika Ramadan, Pertama Hati
Kamis, 04 April 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jalan Kaum Sufi Menurut Al-Insan al-Kamil
Ketiga, menjaga mata (pandangan). Islam memerintahkan untuk menundukkan pandangan, dalam artian, manjaga apa yang tidak boleh dilihat aurot wanita, misalnya. Maka hal itu mesti kita hindari. Sahabat Hudzaifah ra meriwayatkan hadits dari Nabi saw: “Pemandangan itu adalah panah di antara panah iblis, siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah mendatangkan lawan keimanan, yang ia dapatkan manisnya dalam pertempuran.” (HR ath-Thabrani dan al-Hakim). Dua mata berzina, dan zinanya adalah pandangan (HR Bukhari)
Keempat, menjaga telinga. Segala sesuatu yang tidak boleh untuk dibaca dan dilihat, begitu juga diharamkan untuk didengar.
Imam al-Muhasibi menyatakan, bahwa tidak ada anggota tubuh setelah lisan, yang lebih memperhatikan dari telinga atau pendengaran, karena hasil pendengaran adalah sesuatu yang lebih cepat mencapai hati.
Dari Ibn Abbas , Nabi bersabda; “Barangsiapa yang menguping pembicaraan suatu kaum, sementara mereka membenci hal itu atau lari darinya (agar tidak didengar orang lain), niscaya akan dituangkan timah panas ke telinganya di hari kiamat.” (HR Bukhari)
Kelima, menjaga indra penciuman. Seperti halnya yang tersebut di atas. Indra penciuman, hanya bisa difungsikan kepada hal-hal yang hak. Bukan batil.
Baca juga: Belajar dengan Orang Terkenal Menurut Sejumlah Kaum Sufi
Telah diceritakan, suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Aziz diberi sebotol minyak misik. Kemudian ia menutup hidungnya, dan berkata, “Apakah ia bermanfaat, kecuali hanya wanginya saja.”
Keenam dan ketujuh, adalah menjaga kedua tangan dan kaki. Kewajiban tangan dan kaki mengambil dan melangkah kepada barang atau jalur yang benar menurut syariat. Tangan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, kaki tidak melangkah ke tempat sesuatu yang tidak baik, seperti tempat maksiat dan seterusnya. Menjadi penting untuk memastikan tempat yang kita tuju itu baik. Penuh dengan manfaat dan keberkahan. Seperti masjid dan majelis-majelis ilmu.
Nabi bersabda; “Setiap langkah menuju tempat salat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad).
Ketiga, menjaga mata (pandangan). Islam memerintahkan untuk menundukkan pandangan, dalam artian, manjaga apa yang tidak boleh dilihat aurot wanita, misalnya. Maka hal itu mesti kita hindari. Sahabat Hudzaifah ra meriwayatkan hadits dari Nabi saw: “Pemandangan itu adalah panah di antara panah iblis, siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah mendatangkan lawan keimanan, yang ia dapatkan manisnya dalam pertempuran.” (HR ath-Thabrani dan al-Hakim). Dua mata berzina, dan zinanya adalah pandangan (HR Bukhari)
Keempat, menjaga telinga. Segala sesuatu yang tidak boleh untuk dibaca dan dilihat, begitu juga diharamkan untuk didengar.
Imam al-Muhasibi menyatakan, bahwa tidak ada anggota tubuh setelah lisan, yang lebih memperhatikan dari telinga atau pendengaran, karena hasil pendengaran adalah sesuatu yang lebih cepat mencapai hati.
Dari Ibn Abbas , Nabi bersabda; “Barangsiapa yang menguping pembicaraan suatu kaum, sementara mereka membenci hal itu atau lari darinya (agar tidak didengar orang lain), niscaya akan dituangkan timah panas ke telinganya di hari kiamat.” (HR Bukhari)
Kelima, menjaga indra penciuman. Seperti halnya yang tersebut di atas. Indra penciuman, hanya bisa difungsikan kepada hal-hal yang hak. Bukan batil.
Baca juga: Belajar dengan Orang Terkenal Menurut Sejumlah Kaum Sufi
Telah diceritakan, suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Aziz diberi sebotol minyak misik. Kemudian ia menutup hidungnya, dan berkata, “Apakah ia bermanfaat, kecuali hanya wanginya saja.”
Keenam dan ketujuh, adalah menjaga kedua tangan dan kaki. Kewajiban tangan dan kaki mengambil dan melangkah kepada barang atau jalur yang benar menurut syariat. Tangan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, kaki tidak melangkah ke tempat sesuatu yang tidak baik, seperti tempat maksiat dan seterusnya. Menjadi penting untuk memastikan tempat yang kita tuju itu baik. Penuh dengan manfaat dan keberkahan. Seperti masjid dan majelis-majelis ilmu.
Nabi bersabda; “Setiap langkah menuju tempat salat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad).
(mhy)
Lihat Juga :