3 Contoh Khotbah Hari Raya Idulfitri 2024 yang Penuh Arti
Selasa, 09 April 2024 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Idulfitri merupakan hari di mana seharusnya kita semua telah mencapai kematangan spiritual, baik berupa hubungan kita kepada Allah maupun hubungan kita kepada sesama manusia dan alam sekitar. Selama sebulan penuh kita telah ditempa dan dididik di madrasah bernama Ramadan.
Dari penempaan Ramadan tersebut dengan berbagai ritual keagamaan, maka akan menjadikan umat Muslim menjadi hamba yang bertakwa, karena sesungguhnya puncak dari puasa Ramadan adalah menjadikan manusia yang sempurna dengan takwanya. Terkait hal ini, Allah swt telah menegaskan dalam firman-Nya, surat Al-Baqarah ayat 183:
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 183).
Ketika Ramadan telah usai, kita seyogyanya tetap istiqomah dengan amalan-amalan baiknya, dan meninggalkan maksiat seperti ketika di bulan tersebut. Seperti tidak makan dan minum dari sesuatu yang haram dan tetap bangun malam untuk melaksanakan ibadah shalat sunnah lainnya.
Selain itu, kita juga harus khawatir, jangan-jangan sesuatu yang kita anggap kemenangan selama Ramadan justru amal kita tidak diterima oleh Allah swt. Maka dengan itu seharusnya kita tetap istiqomah beribadah dan berbaik sangka dengan Allah SWT. Karena dengan mempertahankan ibadah setelah Ramadan bisa menjadi penyempurna dari Ramadan tersebut.
Salah satu amalan yang baik dan wajib kita teruskan di bulan-bulan selanjutnya adalah rasa empati yang tinggi kepada orang lain, ikut merasakan lapar bagi orang yang kelaparan. Dan menyedekahkan harta semampunya kepada orang-orang yang membutuhkan, sebagaimana kita mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Dengan rasa seperti ini kita akan merasakan nasib saudara-saudara kita yang hidupnya berkekurangan harta. Untuk mencari sesuap nasi saja harus memeras keringat di bawah sengatan terik matahari, bahkan ada yang harus bekerja sepanjang malam.
Barangkali lapar dan haus yang kita rasakan akan berakhir di waktu maghrib tiba, tetapi saudara kita yang hidup dengan ekonomi sangat rendah boleh jadi merasakan lapar sepanjang hayat masih dikandung badan. Bahkan untuk makan esok harinya saja masih bingung harus mencari kemana lagi.
Di hari raya ini, maka terimalah saudara-saudara kita yang datang ke rumah, berilah mereka perjamuan makanan dan minuman yang enak dan lezat. Salurkan zakat yang kita keluarkan kepada orang yang benar-benar berhak dan sangat membutuhkan.
Demikianlah khutbah hari raya ini, semoga bisa menjadi evaluasi ibadah kita selama bulan Ramadan dan juga bisa menjadikan kita untuk istiqomah tetap memperbanyak ibadah dan amal kebajikan di bulan-bulan selain Ramadhan.
Itulah sejumlah khutbah Hari Raya Idulfitri 2024 yang dapat dijadikan referensi. Dari beberapa contoh tersebut umat muslim dapat memetik banyak hikmah dan pelajaran untuk dijadikan modal dalam meningkatkan ketaqwaan pada Allah SWT.
Baca juga: Berikut ini Beda Khotbah Idulfitri dengan Khotbah Salat Jumat
Wallahu A'lam
Dari penempaan Ramadan tersebut dengan berbagai ritual keagamaan, maka akan menjadikan umat Muslim menjadi hamba yang bertakwa, karena sesungguhnya puncak dari puasa Ramadan adalah menjadikan manusia yang sempurna dengan takwanya. Terkait hal ini, Allah swt telah menegaskan dalam firman-Nya, surat Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 183).
Ketika Ramadan telah usai, kita seyogyanya tetap istiqomah dengan amalan-amalan baiknya, dan meninggalkan maksiat seperti ketika di bulan tersebut. Seperti tidak makan dan minum dari sesuatu yang haram dan tetap bangun malam untuk melaksanakan ibadah shalat sunnah lainnya.
Selain itu, kita juga harus khawatir, jangan-jangan sesuatu yang kita anggap kemenangan selama Ramadan justru amal kita tidak diterima oleh Allah swt. Maka dengan itu seharusnya kita tetap istiqomah beribadah dan berbaik sangka dengan Allah SWT. Karena dengan mempertahankan ibadah setelah Ramadan bisa menjadi penyempurna dari Ramadan tersebut.
Salah satu amalan yang baik dan wajib kita teruskan di bulan-bulan selanjutnya adalah rasa empati yang tinggi kepada orang lain, ikut merasakan lapar bagi orang yang kelaparan. Dan menyedekahkan harta semampunya kepada orang-orang yang membutuhkan, sebagaimana kita mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Dengan rasa seperti ini kita akan merasakan nasib saudara-saudara kita yang hidupnya berkekurangan harta. Untuk mencari sesuap nasi saja harus memeras keringat di bawah sengatan terik matahari, bahkan ada yang harus bekerja sepanjang malam.
Barangkali lapar dan haus yang kita rasakan akan berakhir di waktu maghrib tiba, tetapi saudara kita yang hidup dengan ekonomi sangat rendah boleh jadi merasakan lapar sepanjang hayat masih dikandung badan. Bahkan untuk makan esok harinya saja masih bingung harus mencari kemana lagi.
Di hari raya ini, maka terimalah saudara-saudara kita yang datang ke rumah, berilah mereka perjamuan makanan dan minuman yang enak dan lezat. Salurkan zakat yang kita keluarkan kepada orang yang benar-benar berhak dan sangat membutuhkan.
Demikianlah khutbah hari raya ini, semoga bisa menjadi evaluasi ibadah kita selama bulan Ramadan dan juga bisa menjadikan kita untuk istiqomah tetap memperbanyak ibadah dan amal kebajikan di bulan-bulan selain Ramadhan.
Itulah sejumlah khutbah Hari Raya Idulfitri 2024 yang dapat dijadikan referensi. Dari beberapa contoh tersebut umat muslim dapat memetik banyak hikmah dan pelajaran untuk dijadikan modal dalam meningkatkan ketaqwaan pada Allah SWT.
Baca juga: Berikut ini Beda Khotbah Idulfitri dengan Khotbah Salat Jumat
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :