Perang Nahawand: Kisah Kisra Kerahkan 150.000 Tentara untuk Hadapi Pasukan Muslim

Sabtu, 20 April 2024 - 16:27 WIB
loading...
A A A
Berseraknya awan dan berlalunya angin itu terletak pada kebersatuan dan tekad mereka menghadapi musuh. Kalau bersatu dan tabah, akan mampu mereka mengusir musuh dari bumi mereka. Musuh akan mundur, akan jera dan menyesali perbuatannya.

Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Penduduk Hirah Setuju dengan Jizyah

Setelah ada surat Kisra tersebut mereka segera memenuhi seruan itu. Setiap komandan mengirimkan pasukannya ke Nahawand, sehingga jumlah mereka mencapai 150.000, dipusatkan semua di bawah pimpinan Firozan.

Sesudah mereka semua berkumpul dan pemimpin-pemimpin pasukan datang dari segenap penjuru, ia berpidato dengan mengatakan: "Muhammad yang membawa agama itu kepada orang-orang Arab tidak mengancam negeri kita. Kemudian datang Abu Bakar, juga bukan ancaman untuk Kerajaan kita, dan tidak mengganggu kita selain negeri-­negeri Arab yang di balik Sawad. Sekarang datang Umar bin Khattab, yang sesudah lama berkuasa, ia menodai kehormatan kota dan mengambil negeri-negeri itu. Tidak cukup itu saja, ia malah menyerang pusat negeri kita dan merampas istana kerajaan kita, mencaplok Sawad dan Ahwaz."

"Dia akan menyerang kita kalau tidak kita serang, dan tidak akan berakhir sebelum semua pasukan di negeri kita ini terjun dan merebut kedua kota ini, Basrah dan Kufah, kemudian kita buatlah ia sibuk di negerinya sendiri."

Kata-kata itu disampaikan oleh para komandan itu kepada anggota­-anggota pasukannya. Semangat mereka berkobar. Mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk menghadapi musuh. Mereka masing-masing sudah bersumpah tidak akan kembali ke tanah air sebelum membawa kemenangan untuk Kisra dan pasukannya.

Baca juga: Al-Musanna Pahlawan Asal Bahrain Pelopor Pembebasan Irak

Berita ini pun berturut-turut sampai juga kepada Khalifah Umar bin Khattab. Ia yakin bahwa kata-kata Ahnaf bin Qais memang benar. Tidak syak lagi bahwa jika ia tidak memberikan pukulan yang menentukan, pasukan Persia akan selalu membuat permusuhan.

Adakalanya suatu saat mereka beruntung lalu menyerang lagi Irak-Arab dan kekuasaan Arab yang keberadaannya sudah dirasakan aman oleh Khalifah Umar, tiba-tiba akan terancam oleh kekacauan lagi, bahkan mungkin hilang samasekali.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Pabrik Senjata Tertua...
Pabrik Senjata Tertua di Dunia Berusia 7.200 Tahun Ditemukan di Jerusalem
13 Gempa Bumi Berkuatan...
13 Gempa Bumi Berkuatan di Atas 8 SR yang Pernah Guncang Dunia
Tanda-tanda Alam Ini...
Tanda-tanda Alam Ini yang Mendorong Ilmuwan Memvonis Afrika Akan Terbelah 2
Artikel Terkini
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Infografis
Ukraina Buka Pintu untuk...
Ukraina Buka Pintu untuk Tentara NATO, Picu Perang Dunia III?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved