Perang Nahawand: Kisah Kisra Kerahkan 150.000 Tentara untuk Hadapi Pasukan Muslim

Sabtu, 20 April 2024 - 16:27 WIB
loading...
Perang Nahawand: Kisah...
Raja Kisra mengerahkan 150.000 tentara dalam perang Nahamand. Ilustrasi: Ist
A A A
Pertempuran Nahawand terjadi pada tahun 642 antara pasukan Arab Muslim melawan pasukan Kekaisaran Sasania. Pertempuran berakhir dengan kemenangan mutlak bagi pihak Muslim , dan akibatnya pihak Persia kehilangan kota-kota di sekitar wilayah tersebut, termasuk kota penting Sephahan, yang kini bernama Isfahan di Iran .

Kala itu, Pasukan Sassania di bawah pimpinan Peroz Khosrau yang diangkat Yazdigird III menjadi pemimpin tertinggi berjumlah 150.000 orang. Mereka berasal dari wilayah-wilayah Media, Azerbaijan, Khurasan, Gurgan, Tabaristan, Merw, Baktria, Sistan, Kerman, dan Farsistan, yang mengambil posisi bertahan di luar kota Nahawand.

Sedangkan di pihak Arab, Nu'man bin Muqarrin memimpin 30.000 orang pasukan, yang berasal pangkalan Arab Muslim dari Irak, Khuzistan, dan Sawad.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi " Umar bin Khattab " (PT Pustaka Litera AntarNusa, April 2000) menyebut dalam perang ini, salah satu pemimpin pasukan muslim adalah Ahnaf bin Qais .

Kala itu, Ahnaf bin Qais melaporkan kondisi Nahawand secara detail kepada Khalifah Umar bin Khattab. "Anda telah berkata yang sebenarnya kepada saya dan menjelaskan keadaan itu seperti apa adanya," ujar Umar.

Ahnaf bin Qais juga melaporkan bahwa pemimpin-pemimpin militer Persia di berbagai daerah telah melakukan konsolidasi.

Persepakatan pertama yang dicapai oleh pemimpin-pemimpin pasukan itu adalah menulis surat kepada Yazdigird III, supaya dia memimpin perlawanan terhadap muslim, agar yang lain bersatu dan berada di bawah satu panji.

" Kisra adalah lambang Persia dan ahli waris keagungan dan kemegahannya, maka bagindalah yang akan mengatur segalanya. Di segenap penjuru orang akan patuh kepadanya. Rakyatnya besar kecil tak ada yang akan berbeda pendapat dalam menerima perintahnya," begitu antara lain bunyi surat tersebut.

Baca juga: Pembebasan Irak: Tanpa Perang, Khalid Merasa Kesepian

Sejak pelariannya dari Mada'in, Yazdigird sendiri sudah gelisah. Di seluruh kawasan ia berpindah-pindah tempat. Beberapa peristiwa telah memaksanya keluar dari Hulwan ke Ray, kemudian ke Isfahan, ke Istakhr dan selanjutnya ke Merv.

Berita-berita mengenai pasukan Muslimin dari tahun ke tahun makin membuatnya gelisah. Setelah ada surat-surat dari para pemimpin pasukan dan melihat mereka sudah bersatu dengan semangat yang berapi-api hendak menangkis musuh, semangat mudanya kembali timbul menggantikan rasa putus asa menjadi harapan dan kegelisahannya berubah menjadi tenang.

Selanjutnya, ia menulis kepada semua warga Iran, yang di dataran dan di gunung-gunung, mengobarkan semangat mereka. Ia menulis ke Bab, Khurasan, Hulwan, Sijistan, Tabaristan, Jurjan, Damawand, Ray, Isfahan, Hamazan dan wilayah­-wilayah serta kota-kota lain di kerajaannya.

Ia mendorong semangat orang-­orang Persia dan mengingatkan mereka bahwa serangan orang-orang Arab itu hanya seperti angin ribut saja, yang tak lama lagi akan berlalu, atau seperti awan sepintas yang akan segera berserakan.

Berseraknya awan dan berlalunya angin itu terletak pada kebersatuan dan tekad mereka menghadapi musuh. Kalau bersatu dan tabah, akan mampu mereka mengusir musuh dari bumi mereka. Musuh akan mundur, akan jera dan menyesali perbuatannya.

Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Penduduk Hirah Setuju dengan Jizyah

Setelah ada surat Kisra tersebut mereka segera memenuhi seruan itu. Setiap komandan mengirimkan pasukannya ke Nahawand, sehingga jumlah mereka mencapai 150.000, dipusatkan semua di bawah pimpinan Firozan.

Sesudah mereka semua berkumpul dan pemimpin-pemimpin pasukan datang dari segenap penjuru, ia berpidato dengan mengatakan: "Muhammad yang membawa agama itu kepada orang-orang Arab tidak mengancam negeri kita. Kemudian datang Abu Bakar, juga bukan ancaman untuk Kerajaan kita, dan tidak mengganggu kita selain negeri-­negeri Arab yang di balik Sawad. Sekarang datang Umar bin Khattab, yang sesudah lama berkuasa, ia menodai kehormatan kota dan mengambil negeri-negeri itu. Tidak cukup itu saja, ia malah menyerang pusat negeri kita dan merampas istana kerajaan kita, mencaplok Sawad dan Ahwaz."

"Dia akan menyerang kita kalau tidak kita serang, dan tidak akan berakhir sebelum semua pasukan di negeri kita ini terjun dan merebut kedua kota ini, Basrah dan Kufah, kemudian kita buatlah ia sibuk di negerinya sendiri."

Kata-kata itu disampaikan oleh para komandan itu kepada anggota­-anggota pasukannya. Semangat mereka berkobar. Mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk menghadapi musuh. Mereka masing-masing sudah bersumpah tidak akan kembali ke tanah air sebelum membawa kemenangan untuk Kisra dan pasukannya.

Baca juga: Al-Musanna Pahlawan Asal Bahrain Pelopor Pembebasan Irak

Berita ini pun berturut-turut sampai juga kepada Khalifah Umar bin Khattab. Ia yakin bahwa kata-kata Ahnaf bin Qais memang benar. Tidak syak lagi bahwa jika ia tidak memberikan pukulan yang menentukan, pasukan Persia akan selalu membuat permusuhan.

Adakalanya suatu saat mereka beruntung lalu menyerang lagi Irak-Arab dan kekuasaan Arab yang keberadaannya sudah dirasakan aman oleh Khalifah Umar, tiba-tiba akan terancam oleh kekacauan lagi, bahkan mungkin hilang samasekali.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Batu Rosetta Artefak...
Batu Rosetta Artefak Mesir Bertuliskan Bahasa para Dewa
Simpan Ratusan Jimat,...
Simpan Ratusan Jimat, Inilah Sosok Naas Istri Firaun
Mengapa Pelangi Terlihat...
Mengapa Pelangi Terlihat Ada 7 Warna? Ini Fakta Sebenarnya
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved