Pertempuran Nahawand Iran: Raja Kisra Mati di Pelarian, Persia Tak Pernah Melawan Lagi

Selasa, 23 April 2024 - 14:48 WIB
loading...
Pertempuran Nahawand...
Dalam perang Nahawand pasukan Persia dikalahkan muslim. Rasaja Kisra lari dan mati di negara asing. Ilustrasi: Andriano Laruccia
A A A
Pertempuran Nahawand terjadi pada tahun 642 antara pasukan Arab Muslim melawan pasukan Kekaisaran Sasania. Pertempuran berakhir dengan kemenangan mutlak bagi pihak Muslim, dan akibatnya pihak Persia kehilangan kota-kota di sekitar wilayah tersebut, termasuk kota penting Sephahan, yang kini bernama Isfahan di Iran .

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab" (PT Pustaka Litera AntarNusa, April 2000) mengisahkan setelah kota Nahawand dibebaskan warga Madinah merasa gembira sekali.

Akan tetapi yang sungguh gembira dengan kemenangan ini warga Kufah, sehingga oleh mereka diberi nama 'kemenangan dari segala kemenangan.'

Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Matinya Panglima Perang Persia Firozan

Menurut Haekal, mereka bersikap demikian barangkali karena prajurit­-prajurit di medan pertempuran itu intinya dari orang-orang Kufah, atau karena Kufah lebih dekat ke medan pertempuran daripada Madinah.

Warga Kufah lebih prihatin dan lebih cermat memperkirakan segala akibatnya daripada warga Madinah. Sesudah kemenangan itu pasti, kota itu dinamai demikian sebagai pertanda baik dan ungkapan rasa kepuasan dalam hati mereka alas kota mereka itu.

Akan tetapi apa pun penyebabnya, kata Haekal, kota Nahawand memang merupakan kemenangan dari segala kemenangan, karena sesudah itu pihak Persia tak pernah lagi berdaya. Bahkan pasukan Muslimin menyerangnya di pusat kota mereka sendiri serta menyingkirkan penguasa mereka dari semua kawasan itu.

Di samping itu pemusatan pasukan mereka memang tak berarti apa­ apa menghadapi membanjirnya pasukan Muslimin ke sana, bahkan berakhir sampai terusirnya Kisra dari Persia sebagai pelarian, mencari bantuan dari mereka yang bukan keluarganya dan menyelamatkan diri ke tempat yang bukan negerinya sendiri.

Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian

Akhirnya ia mati di tempat yang jauh, bukan di wilayah kerajaannya. Dia seolah-olah tak pernah ada dan bukan pula pihak yang berkuasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Jauh Lebih Tajir dari...
Jauh Lebih Tajir dari Pangeran Arab, Arkeolog Ungkap Jumlah Kekayaan Nabi Sulaiman
Eropa Dilanda Kemarau...
Eropa Dilanda Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Picu Anomali Cuaca,...
Picu Anomali Cuaca, Titik Lemah Magnet Bumi di Atlantik Selatan Semakin Besar
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved