Di Zaman Sayyidina Umar Salat Tarawih Sampai Subuh

Jum'at, 01 Mei 2020 - 14:43 WIB
loading...
Di Zaman Sayyidina Umar...
Salat tarawih di zaman Umar akhirnya menjadi ringan karena mereka masih sempat istirahat dan tidur setelah isya sekitar seperempat malam. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
PADA masa Sayyidina Umar Bin Khatttab menjabat sebagai khalifah, tepatnya pada Ramadhan tahun ke-13 Hijrah, salat malam sangat lama, sampai subuh.

Menurut Ahmad Zarkasih Lc, dalam bukunya berjudul "Sejarah Tarawih", salat tarawih lama dan panjang karena bacaan yang panjang.

Ibn Syabah dalam kitab sejarahnya tentang kota Madinah (Tarikh al-Madinah) meriwayatkan sebuah temuan yang menceritakan bahwa surat yang dibaca oleh imam pada masa Sayyidina Umar RA itu adalah surat-surat Al-Mi’un; yakni antara surat al-Anfal sampai surat al-Sajadah.

Karenanya wajar jika kemudian beberapa jemaah membawa tongkat untuk menopang mereka berdiri dalam salat. Bahkan ada yang mengikat dirinya dengan tali yang disambungkan ke atap agar tetap berdiri di waktu mereka sudah kelelahan.

Pada era Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu itu salat di malam Ramadhan memang mulai berubah dibandingkan pada zaman Rasulullah SAW maupun di zaman Khalifah Abu Bakar.

Pada awalnya, salat di masjid Nabawi ramai dengan bacaan banyak imam. Jamaah berpencar-pencar. Orang berpindah dari satu imam ke imam yang lain; sesuai dengan bacaan A;-Qur'an yang ia suka. Pada akhirnya, terjadi semacam kompetisi tidak tertulis tentang imam-imam “dadakan” di masjid Nabawi guna menarik perhatian makmum. Masjid pun menjadi gaduh dan bising.

Kondisi ini tidak disukai Sayyidina Umar RA. Beliau akhirnya membuat kebijakan baru untuk menyatukan seluruh jamaah dengan satu imam. Tidak lagi berpencar-pencar.

Sayyidina Umar kemudian menyatukan seluruh jamaah di masjid menjadi satu jamaah yang banyak dan dipimpin oleh satu imam.

Imam yang dipilih untuk salat malam Ramadhan kala itu adalah Ubai bin Ka’ab RA. Selain Ubai, dalam Mushannaf Abdurrazaq (salah satu Kitab hadis), disebutkan bahwa Sayyidina Umar juga memerintahkan Tamim al-Dariy untuk jadi Imam.

Artinya di dalam masjid Nabawi, ada dua imam dengan satu jamaah, yakni Ubai bin Ka’ab dan Tamim Al-Dariy. Yang teknisnya, Tamim al-Dariy menggantikan Ubai bin Ka’ab di sisa setengah pelaksanaan salat malam Ramadhan di masjid Nabawi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bacaan Kamilin, Doa...
Bacaan Kamilin, Doa Setelah Salat Tarawih Lengkap dengan Dalilnya
Sejarah Salat Tarawih...
Sejarah Salat Tarawih 20 Rakaat, Simak Ulasannya di Sini!
Panduan Salat Tarawih...
Panduan Salat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat, Kaum Muslim Wajib Tahu
10 Bacaan Surat Pendek...
10 Bacaan Surat Pendek Beserta Urutannya untuk Salat Tarawih
Tetap Berkah Meski di...
Tetap Berkah Meski di Rumah: Panduan Niat Salat Tarawih Sendiri
Siap Berjamaah! Panduan...
Siap Berjamaah! Panduan Niat Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat yang Penting Diketahui
Rekomendasi
Panas Ekstrem Berpotensi...
Panas Ekstrem Berpotensi Timbulkan Kanker Kulit
Malam Ini, Ada Fenomena...
Malam Ini, Ada Fenomena Langit yang Terakhir Terjadi Hampir 400 Tahun Lalu!
Rotasi Inti Bumi Melambat,...
Rotasi Inti Bumi Melambat, Ahli Beberkan Dampaknya
Artikel Terkini
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Infografis
Badai Matahari Dahsyat...
Badai Matahari Dahsyat Picu Fenomena Aurora di Seluruh Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved