Bolehkah Menceritakan Nikmat kepada Orang Lain?
Kamis, 02 Mei 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Jika kamu mendapatkan suatu kebaikan, maka ceritakanlah kepada saudara-saudaramu." [Tafsir Ibnu Abi Hatim (10/3444)]
Menceritakan, mengabarkan dan menyebut-nyebut nikmat yang didapatkan dikenal dengan istilah Tahaduts bi Ni'matillah adalah bagian dari bentuk syukur kepada Allah. Imam Ibnu Asyur rahimahullah berkata: "Tahaduts yakni mengabarkan, yaitu menceritakan apa-apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu dan mengakui akan karuniaNya, itu adalah bentuk dari rasa syukur." [Tahrir wa Tanwir (30/403)]
Perlu diingat, menyebut-nyebut nikmat atau menceritakannya adalah hal yang diperintahkan dalam syariat. Namun jangan sampai salah niat sehingga tujuannya adalah pamer untuk membanggakan diri terhadap orang lain.
Baca juga: Pentingnya Menjaga Nikmat Afiyah Dunia dan Akhirat
Wallahu A'lam
Menceritakan, mengabarkan dan menyebut-nyebut nikmat yang didapatkan dikenal dengan istilah Tahaduts bi Ni'matillah adalah bagian dari bentuk syukur kepada Allah. Imam Ibnu Asyur rahimahullah berkata: "Tahaduts yakni mengabarkan, yaitu menceritakan apa-apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu dan mengakui akan karuniaNya, itu adalah bentuk dari rasa syukur." [Tahrir wa Tanwir (30/403)]
Perlu diingat, menyebut-nyebut nikmat atau menceritakannya adalah hal yang diperintahkan dalam syariat. Namun jangan sampai salah niat sehingga tujuannya adalah pamer untuk membanggakan diri terhadap orang lain.
Baca juga: Pentingnya Menjaga Nikmat Afiyah Dunia dan Akhirat
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :