Kemenangan Muslim di Khurasan, Merv, Merv Ruz dan Balkh: Kisra Meminta Suaka ke Turki
Jum'at, 03 Mei 2024 - 08:19 WIB
loading...
Ahnaf bin Qais menuju Khurasan, benteng terakhir Yazdigird. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kemenangan Muslim di Khurasan, Merv, Merv Ruz dan Balkh selanjutnya Kisra meminta suaka ke Turki dikisahkan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan oleh Ali Audah menjadi " Umar bin Khattab " (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Dikisahkan, tatkala Ahnaf bin Qais melangkah ke perbatasan Khurasan dengan kekuatan satu brigade yang pimpinannya oleh Umar bin Khattab diserahkan kepadanya itu, Yazdigird ketika itu tinggal di Merv.
Khurasan adalah sebuah daerah yang luas. Dari arah barat berbatasan dengan Irak-Persia, dan di sebelah timurnya Afganistan dan India, sedang Kirman dan Sijistan di selatannya dan di bagian utaranya membentang jauh sampai ke perbatasan Iran.
Di antara kota-kotanya yang berarti ialah Nisyapur, Herat, Merv dan Balkh.
Baca juga: Kisah Muslim Taklukkan Kota Suci Iran Istakhr: Kuil Penyembah Sapi Diubah Jadi Masjid
Ketika itu Khurasan kaya dengan hasil bumi, kerajinan tenun kain katun dan sutra yang bermutu tinggi. Ketika berada di tempat itu Yazdigird berusaha mengerahkan penduduk agar membendung para penyerang itu dari tanah nenek moyangnya yang masih tersisa.
Dia lupa atau pura-pura lupa bahwa dia telah memobilisasi semua kekuatan Persia dan ditumpahkan semua ke Nahawand sehingga di sana terjadi pertempuran besar-besaran. Tetapi pasukan Muslimin berhasil menghancurkan mereka sampai lumat.
Sebenarnya para sejarawan Muslim tidak berlebihan ketika menamakan pertempuran Nahawand itu sebagai kemenangan dari segala kemenangan.
Sesudah itu dalam beberapa pertempuran yang terjadi di utara dan di selatan Persia pihak Persia sudah tidak lagi dapat bertahan dari pasukan Muslimin.
Khurasan sendiri tidak pula kurang bertahannya dari yang lain. Ketika Ahnaf bin Qais memasuki Khurasan dari Tabasin, tidak mendapat perlawanan yang berarti hingga sampai di Herat.
Dikisahkan, tatkala Ahnaf bin Qais melangkah ke perbatasan Khurasan dengan kekuatan satu brigade yang pimpinannya oleh Umar bin Khattab diserahkan kepadanya itu, Yazdigird ketika itu tinggal di Merv.
Khurasan adalah sebuah daerah yang luas. Dari arah barat berbatasan dengan Irak-Persia, dan di sebelah timurnya Afganistan dan India, sedang Kirman dan Sijistan di selatannya dan di bagian utaranya membentang jauh sampai ke perbatasan Iran.
Di antara kota-kotanya yang berarti ialah Nisyapur, Herat, Merv dan Balkh.
Baca juga: Kisah Muslim Taklukkan Kota Suci Iran Istakhr: Kuil Penyembah Sapi Diubah Jadi Masjid
Ketika itu Khurasan kaya dengan hasil bumi, kerajinan tenun kain katun dan sutra yang bermutu tinggi. Ketika berada di tempat itu Yazdigird berusaha mengerahkan penduduk agar membendung para penyerang itu dari tanah nenek moyangnya yang masih tersisa.
Dia lupa atau pura-pura lupa bahwa dia telah memobilisasi semua kekuatan Persia dan ditumpahkan semua ke Nahawand sehingga di sana terjadi pertempuran besar-besaran. Tetapi pasukan Muslimin berhasil menghancurkan mereka sampai lumat.
Sebenarnya para sejarawan Muslim tidak berlebihan ketika menamakan pertempuran Nahawand itu sebagai kemenangan dari segala kemenangan.
Sesudah itu dalam beberapa pertempuran yang terjadi di utara dan di selatan Persia pihak Persia sudah tidak lagi dapat bertahan dari pasukan Muslimin.
Khurasan sendiri tidak pula kurang bertahannya dari yang lain. Ketika Ahnaf bin Qais memasuki Khurasan dari Tabasin, tidak mendapat perlawanan yang berarti hingga sampai di Herat.
Lihat Juga :