Kemenangan Muslim di Khurasan, Merv, Merv Ruz dan Balkh: Kisra Meminta Suaka ke Turki
Jum'at, 03 Mei 2024 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Penaklukan Fasa dan Darabgird: Kisah Mimpi dan Karamah Khalifah Umar bin Khattab
Herat adalah sebuah kota besar terletak di jantung Khurasan, dikelilingi gunung-gunung dari segala jurusan. Air pun mengalir bercabang-cabang sampai di rumah-rumah dan di jalan-jalan, dengan jaringan perdagangan yang luas sehingga membuatnya menjadi kota yang paling kaya dan makmur.
Dengan demikian ia dapat menyimpan perbekalan makanan selama berbulan-bulan. Di samping itu, letaknya secara alami memang sangat kuat, apalagi setelah diperkukuh dengan benteng-benteng dan tembok-tembok yang mengelilinginya, yang akan mampu menangkis setiap serangan yang datang dari luar.
Sungguhpun begitu, ternyata Ahnaf bin Qais tidak sampai begitu lama menghadapi kota itu. Sesudah ia dapat menerobos dengan paksa mereka pun tunduk dan meminta damai.
Jatuhnya Herat ini suatu tanda akan jatuhnya seluruh Khurasan. Setelah sebuah pasukan berkuda ditempatkan di kota itu dia mengirim kekuatan bersenjatanya ke Nisyapur dan ke Sarakhas.
Dia sendiri berangkat memimpin angkatan bersenjatanya menuju Merv dan Syahijan, tempat Yazdigird bermukim. Kota Merv yang menjadi ibu kota Khurasan dan kota terbesar, terletak di utara Herat dan letak Nisyapur di antara keduanya. Tetapi secara alami letaknya tidak sekuat Herat, tanahnya datar, jauh dari pegunungan, tetapi air dan bahan makanan cukup banyak dan mudah diperoleh.
Oleh karena itu tak lama setelah Yazdigird mendengar perjalanan Ahnaf ke Merv ia pergi ke Merv Ruz (Marw ar-ruz), sebuah kota di dekatnya, terletak di atas sebuah sungai besar yang dijadikan benteng pula. Tetapi Ahnaf tidak memberi kesempatan ia berkubu di sana.
Baca juga: Penaklukan Sijistan Iran: Kisra Yazdigird Kebingungan Mencari Persembunyian
Bala bantuan yang datang dari Kufah memungkinkannya untuk terus membuntuti perjalanannya dan untuk kali lagi mengguncang Kisra itu. Ia pergi lagi dari Merv Ruz ke Balkh.
Ahnaf berhenti di Merv Ruz. Sesudah yang dari Kufah datang mereka berangkat ke Balkh yang kemudian disusul oleh Ahnaf ketika mereka mengepung kota yang terletak di perbatasan Persia dengan Takharistan itu.
Herat adalah sebuah kota besar terletak di jantung Khurasan, dikelilingi gunung-gunung dari segala jurusan. Air pun mengalir bercabang-cabang sampai di rumah-rumah dan di jalan-jalan, dengan jaringan perdagangan yang luas sehingga membuatnya menjadi kota yang paling kaya dan makmur.
Dengan demikian ia dapat menyimpan perbekalan makanan selama berbulan-bulan. Di samping itu, letaknya secara alami memang sangat kuat, apalagi setelah diperkukuh dengan benteng-benteng dan tembok-tembok yang mengelilinginya, yang akan mampu menangkis setiap serangan yang datang dari luar.
Sungguhpun begitu, ternyata Ahnaf bin Qais tidak sampai begitu lama menghadapi kota itu. Sesudah ia dapat menerobos dengan paksa mereka pun tunduk dan meminta damai.
Jatuhnya Herat ini suatu tanda akan jatuhnya seluruh Khurasan. Setelah sebuah pasukan berkuda ditempatkan di kota itu dia mengirim kekuatan bersenjatanya ke Nisyapur dan ke Sarakhas.
Dia sendiri berangkat memimpin angkatan bersenjatanya menuju Merv dan Syahijan, tempat Yazdigird bermukim. Kota Merv yang menjadi ibu kota Khurasan dan kota terbesar, terletak di utara Herat dan letak Nisyapur di antara keduanya. Tetapi secara alami letaknya tidak sekuat Herat, tanahnya datar, jauh dari pegunungan, tetapi air dan bahan makanan cukup banyak dan mudah diperoleh.
Oleh karena itu tak lama setelah Yazdigird mendengar perjalanan Ahnaf ke Merv ia pergi ke Merv Ruz (Marw ar-ruz), sebuah kota di dekatnya, terletak di atas sebuah sungai besar yang dijadikan benteng pula. Tetapi Ahnaf tidak memberi kesempatan ia berkubu di sana.
Baca juga: Penaklukan Sijistan Iran: Kisra Yazdigird Kebingungan Mencari Persembunyian
Bala bantuan yang datang dari Kufah memungkinkannya untuk terus membuntuti perjalanannya dan untuk kali lagi mengguncang Kisra itu. Ia pergi lagi dari Merv Ruz ke Balkh.
Ahnaf berhenti di Merv Ruz. Sesudah yang dari Kufah datang mereka berangkat ke Balkh yang kemudian disusul oleh Ahnaf ketika mereka mengepung kota yang terletak di perbatasan Persia dengan Takharistan itu.
Lihat Juga :