Nasib Imigran Muslim di Italia: Tidak Boleh Mendirikan Tempat Ibadah

Selasa, 07 Mei 2024 - 06:25 WIB
loading...
Nasib Imigran Muslim...
Muslim Bangladesh mulai berdatangan pada akhir tahun 1990-an. Foto: Arab News
A A A
Hari itu di kota Monfalcone, Italia timur laut, ratusan pria salat di tempat parkir berlantai beton. Arab News melaporkan mereka hanyalah sebagian kecil dari umat Islam di kota tersebut. Sejak November, wali kota Monfalcone yang berhaluan sayap kanan melarang umat Islam salat di dua pusat kebudayaan mereka.

Itu sebabnya mereka menggelar salat Jumat di lokasi konstruksi milik pribadi. Ini dilakukan sembari menunggu keputusan pengadilan akhir bulan ini.

Pengadilan akan menyelesaikan masalah zonasi yang menurut mereka telah menghalangi hak konstitusional umat Islam untuk beribadah.

Di antara mereka adalah Rejaul Haq, pemilik properti, yang mengungkapkan rasa frustrasinya atas apa yang dia dan banyak Muslim lainnya anggap sebagai pelecehan oleh kota yang mereka sebut rumah.

“Katakan padaku kemana aku harus pergi? Mengapa saya harus keluar dari Monfalcone? Saya tinggal di sini, saya membayar pajak di sini!” keluh Haq, warga negara Italia yang dinaturalisasi dan tiba dari Bangladesh pada tahun 2006.

Katolik , Ortodoks, Protestan , Yehuwa, jika mereka semua punya gerejanya sendiri – mengapa kita tidak bisa punya gereja?"

Baca juga: 5 Petinju Muslim Eropa Terbaik Sepanjang Sejarah, Ada Legenda Kelas Bulu Asal Inggris

Sepertiga dari 30.000 penduduk kota yang tinggal di luar Trieste ini adalah imigran . Sebagian besar dari mereka Muslim Bangladesh yang mulai berdatangan pada akhir tahun 1990-an untuk membangun kapal pesiar bagi pembuat kapal Fincantieri, yang galangan kapal Monfalcone-nya merupakan yang terbesar di Italia.

Kehadiran mereka langsung terlihat, apakah itu laki-laki Bangladesh yang bersepeda ke dan dari tempat kerja atau di toko kelontong etnis di sudut jalan.

Bagi Wali Kota Anna Cisint, pembatasan salat itu soal zonasi, bukan diskriminasi.

Peraturan perencanaan kota sangat membatasi pendirian tempat ibadah, dan sebagai wali kota di negara sekuler, ia mengatakan bahwa bukan tugasnya untuk menyediakan tempat ibadah.

“Sebagai walikota, saya tidak menentang siapa pun, saya bahkan tidak akan menyia-nyiakan waktu saya untuk melawan siapa pun, tapi saya juga di sini untuk menegakkan hukum,” kata Cisint.

Namun, dia berpendapat bahwa jumlah imigran Muslim, yang didorong oleh reunifikasi keluarga dan kelahiran baru, “terlalu banyak bagi Monfalcone.”

“Ada terlalu banyak… Anda harus mengatakannya sebagaimana adanya,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Inilah 4 Masjid yang...
Inilah 4 Masjid yang Harus Dikunjungi Jemaah Haji di Tanah Suci
Masjid Quba, Masjid...
Masjid Quba, Masjid Istimewa yang Dipuji Allah dalam Al-Qur'an
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Masjid Nabawi: Perpaduan...
Masjid Nabawi: Perpaduan Jejak Sejarah Rasulullah dan Kemegahan Arsitektur Islam
Rekomendasi
Sejarah Madain Saleh,...
Sejarah Madain Saleh, Daerah Terkutuk Arab Saudi yang Menjadi Warisan UNESCO
4 Penemuan Nikola Tesla...
4 Penemuan Nikola Tesla yang Dihentikan Karena Dinilai Terlalu Berbahaya
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
Artikel Terkini
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Infografis
Tidak Pakai Masker di...
Tidak Pakai Masker di Tempat Umum, Siap-siap Kena Denda!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved