Siapa Anak Nabi Ibrahim yang Dikurbankan? Nabi Ismail atau Habi Ishaq?
Jum'at, 10 Mei 2024 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sejumlah atsar yang shahih disebutkan bahwa yang disembelih itu memang Nabi Isma‘il bukan Ishaq. Demikianlah riwayat dari Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, Abu Thufail, Amir bin Watsilah dari kalangan shahabat, dan Saad bin Musayyab, Said bin Jubair, al-Hasan al-Bashri, Mujahid, asy-Sya‘bi, Yusuf bin Mihran, Rabi‘ bin Anas, Muhammad bin Ka‘ab al-Qurdli, al-Kalbi, Alqamah, Abu Ja‘far Muhammad bin Ali, dan Abu Shaleh dari kalangan tabi‘in.
Seperti dalam Perjanjian Lama Kitab Kejadian 22:1 disebutkan: Ambillah anakmu yang tunggal itu yang engkau kasihi yakni Ishaq, pergilah ke tanah muria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan kukatakan kepadamu.
Perkataan Ishaq adalah tambahan dari orang-orang atau pendeta mereka dari ahli kitab, seperti kata pengarang tafsir al-Munir, Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaily.
Hal tersebut membuat sejumlah mufassir yang terpengaruh dengan riwayat israiliyat mengatakan bahwa yang dikurbankan Nabi Ibrahim adalah Nabi Ishaq bukan Nabi Ismail.
Jika ditilik kembali, maka siapakah anak tunggal pada saat itu? Dalam catatan sejarah, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk khitan di usia 99 tahun bersama dengan Ismail yang saat itu sudah berusia 13 tahun.
Sementara itu Ishaq dikhitan 8 hari sesudah ia lahir, dan Ibrahim waktu itu berumur 100 tahun. Sehingga jelaslah Ismail lebih tua daripada Ishaq sebanyak 14 tahun. Dan putra tunggal waktu itu tidak ada lain kecuali Ismail as.
Baca juga: KH Abdullah Jaidi: Ketaatan dan Pengorbanan Nabi Ibrahim Layak Diteladani
Yahudi Membuat Dusta jika Ishaq adalah Anak Ibrahim yang Disembelih
Umat Yahudi yang dengki dan enggan untuk menerima kebenaran atas anugerah Allah SWT kepada Nabi Ismail dan keturunannya, lantas membuat kedustaan dengan menambah-nambah riwayat dalam Taurat.Seperti dalam Perjanjian Lama Kitab Kejadian 22:1 disebutkan: Ambillah anakmu yang tunggal itu yang engkau kasihi yakni Ishaq, pergilah ke tanah muria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan kukatakan kepadamu.
Perkataan Ishaq adalah tambahan dari orang-orang atau pendeta mereka dari ahli kitab, seperti kata pengarang tafsir al-Munir, Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaily.
Hal tersebut membuat sejumlah mufassir yang terpengaruh dengan riwayat israiliyat mengatakan bahwa yang dikurbankan Nabi Ibrahim adalah Nabi Ishaq bukan Nabi Ismail.
Jika ditilik kembali, maka siapakah anak tunggal pada saat itu? Dalam catatan sejarah, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk khitan di usia 99 tahun bersama dengan Ismail yang saat itu sudah berusia 13 tahun.
Sementara itu Ishaq dikhitan 8 hari sesudah ia lahir, dan Ibrahim waktu itu berumur 100 tahun. Sehingga jelaslah Ismail lebih tua daripada Ishaq sebanyak 14 tahun. Dan putra tunggal waktu itu tidak ada lain kecuali Ismail as.
Baca juga: KH Abdullah Jaidi: Ketaatan dan Pengorbanan Nabi Ibrahim Layak Diteladani
(wid)
Lihat Juga :