Eric Saade: Didiskriminasi karena Mengenakan Kaffiyeh di Kontes Lagu Eurovision
Jum'at, 10 Mei 2024 - 12:44 WIB
loading...
Eric Saade, penyanyi Swedia-Palestina. Foto: MEE
A
A
A
Bintang pop Swedia-Palestina, Eric Saade, mendapat perlakuan tidak adil dan diskriminatif . Ia mendapatkan pengawasan ketat saat kontes lagu Eurovision. Pasalnya, Eric Saade mengenakan syal Palestina pada pembukaan semifinal kontes tersebut.
Ayah Eric Saade berasal dari Palestina. Memulai semifinal pertama Kontes Lagu Eurovision di Malmo, Swedia , pada Selasa malam 7 Mei 2024 dengan keffiyeh, hiasan kepala tradisional pria Palestina dan Arab. Kaffiyeh itu ia lilitkan di pergelangan tangannya.
Kepopuleran penutup kepala khas Palestina itu semakin meningkat sejak tahun lalu. Kaffiteh digunakan oleh banyak demonstran dan aktivis untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap warga Palestina yang tengah dibombardir Israel di Jalur Gaza.
Baca juga: Penyanyi Palestina Elyanna Tunda Tur 22 Hari di Amerika Utara: Hati Saya Sakit!
Penyelenggara kontes, European Broadcasting Union (EBU) berlebihan dalam menanggapi apa yang dilakukan Eric Saade. Lembaga ini menyesalkan Saade yang mengenakan syal.
"Kontes Lagu Eurovision adalah acara TV langsung. Semua pemain disadarkan akan peraturan kontes, dan kami menyesal Eric Saade memilih untuk mengompromikan sifat non-politik dari acara tersebut," katanya.
Beberapa orang melalui media sosial menunjukkan bahwa syal kotak-kotak hitam dan putih adalah bagian dari warisan budaya Palestina dan mempertanyakan pembingkaian EBU sebagai simbol politik.
“Eric Saade diseret karena dia mengenakan pakaian yang secara harafiah merupakan bagian dari warisannya, padahal semua orang diperbolehkan mengenakan pakaian tradisional apa pun yang mereka inginkan,” komentar salah satu pengguna media sosial.
Yang lain berbagi: "Eric Saade adalah orang Palestina. Keffiyeh adalah simbol budaya Palestina. Dia tidak mengatakan atau melakukan apa pun yang bersifat politis di sini… Anda tahu apa itu politik? Mempromosikan masuknya negara yang melakukan genosida."
Eurovision kemudian memposting klip penampilan dua artis pembuka lainnya di halaman media sosialnya, tetapi tidak membagikan klip Saade, sehingga mendorong pengguna media sosial untuk membagikan pertunjukan tersebut di halaman pribadi mereka untuk menunjukkan dukungan kepada artis tersebut.
Ayah Eric Saade berasal dari Palestina. Memulai semifinal pertama Kontes Lagu Eurovision di Malmo, Swedia , pada Selasa malam 7 Mei 2024 dengan keffiyeh, hiasan kepala tradisional pria Palestina dan Arab. Kaffiyeh itu ia lilitkan di pergelangan tangannya.
Kepopuleran penutup kepala khas Palestina itu semakin meningkat sejak tahun lalu. Kaffiteh digunakan oleh banyak demonstran dan aktivis untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap warga Palestina yang tengah dibombardir Israel di Jalur Gaza.
Baca juga: Penyanyi Palestina Elyanna Tunda Tur 22 Hari di Amerika Utara: Hati Saya Sakit!
Penyelenggara kontes, European Broadcasting Union (EBU) berlebihan dalam menanggapi apa yang dilakukan Eric Saade. Lembaga ini menyesalkan Saade yang mengenakan syal.
"Kontes Lagu Eurovision adalah acara TV langsung. Semua pemain disadarkan akan peraturan kontes, dan kami menyesal Eric Saade memilih untuk mengompromikan sifat non-politik dari acara tersebut," katanya.
Beberapa orang melalui media sosial menunjukkan bahwa syal kotak-kotak hitam dan putih adalah bagian dari warisan budaya Palestina dan mempertanyakan pembingkaian EBU sebagai simbol politik.
“Eric Saade diseret karena dia mengenakan pakaian yang secara harafiah merupakan bagian dari warisannya, padahal semua orang diperbolehkan mengenakan pakaian tradisional apa pun yang mereka inginkan,” komentar salah satu pengguna media sosial.
Yang lain berbagi: "Eric Saade adalah orang Palestina. Keffiyeh adalah simbol budaya Palestina. Dia tidak mengatakan atau melakukan apa pun yang bersifat politis di sini… Anda tahu apa itu politik? Mempromosikan masuknya negara yang melakukan genosida."
Eurovision kemudian memposting klip penampilan dua artis pembuka lainnya di halaman media sosialnya, tetapi tidak membagikan klip Saade, sehingga mendorong pengguna media sosial untuk membagikan pertunjukan tersebut di halaman pribadi mereka untuk menunjukkan dukungan kepada artis tersebut.
Lihat Juga :