7 Syarat Thawaf: Mengelilingi Kakbah seperti Salat, Ini Maksudnya
Kamis, 16 Mei 2024 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Begini Tata Cara Thawaf Menurut Sejumlah Ulama
2. Menutup aurat
Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (me-masuki) masjid...” [ QS Al-A’raf/7 : 31].
Dan berdasarkan hadis Abu Hurairah bahwasanya Abu Bakar ketika haji yang mana dalam haji itu ia diangkat sebagai amir oleh Rasulullah SAW, sebelum haji Wada’, beliau mengutus Abu Hurairah bersama beberapa orang pada hari raya kurban untuk mengumumkan kepada orang-orang. Setelah tahun ini orang musyrik tidak boleh berhaji, dan tidak boleh thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang.[Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (I/477, no. 369), Shahiih Muslim (II/982, no. 1347), Sunan Abi Dawud (V/421, no. 1930), Sunan an-Nasa-i (V/234)].
3. Thawaf sebanyak tujuh putaran sempurna
Hal ini karena Rasulullah SAW thawaf tujuh kali, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu ‘Umar, “Setelah tiba Rasulullah SAW thawaf mengelilingi Kakbah tujuh kali, kemudian beliau salat dua raka’at di belakang maqam Ibrahim dan sa’i antara Shafa dan Marwah tujuh kali. Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada contoh yang baik bagimu.
Baca juga: Pendapat Ulama tentang Thawaf: Haruskah Dimulai dari Hajar Aswad
Amalan Rasulullah SAW ini merupakan penjelasan dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“…Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” [ QS Al-Hajj/22 : 29]
Apabila ia meninggalkan sedikit saja dari tujuh putaran itu, thawafnya tidak sah. Jika ia ragu hendaknya ia mengambil kemungkinan yang paling sedikit agar ia menjadi yakin.
4. Memulai dan mengakhiri thawaf di Hajar Aswad dengan menempatkan Kakbah di sebelah kiri
2. Menutup aurat
Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (me-masuki) masjid...” [ QS Al-A’raf/7 : 31].
Dan berdasarkan hadis Abu Hurairah bahwasanya Abu Bakar ketika haji yang mana dalam haji itu ia diangkat sebagai amir oleh Rasulullah SAW, sebelum haji Wada’, beliau mengutus Abu Hurairah bersama beberapa orang pada hari raya kurban untuk mengumumkan kepada orang-orang. Setelah tahun ini orang musyrik tidak boleh berhaji, dan tidak boleh thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang.[Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (I/477, no. 369), Shahiih Muslim (II/982, no. 1347), Sunan Abi Dawud (V/421, no. 1930), Sunan an-Nasa-i (V/234)].
3. Thawaf sebanyak tujuh putaran sempurna
Hal ini karena Rasulullah SAW thawaf tujuh kali, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu ‘Umar, “Setelah tiba Rasulullah SAW thawaf mengelilingi Kakbah tujuh kali, kemudian beliau salat dua raka’at di belakang maqam Ibrahim dan sa’i antara Shafa dan Marwah tujuh kali. Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada contoh yang baik bagimu.
Baca juga: Pendapat Ulama tentang Thawaf: Haruskah Dimulai dari Hajar Aswad
Amalan Rasulullah SAW ini merupakan penjelasan dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“…Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” [ QS Al-Hajj/22 : 29]
Apabila ia meninggalkan sedikit saja dari tujuh putaran itu, thawafnya tidak sah. Jika ia ragu hendaknya ia mengambil kemungkinan yang paling sedikit agar ia menjadi yakin.
4. Memulai dan mengakhiri thawaf di Hajar Aswad dengan menempatkan Kakbah di sebelah kiri
Lihat Juga :