Keterlaluan ... ! Demonstran Perempuan Anti-Perang Dicaci-maki dan Dihina

Sabtu, 18 Mei 2024 - 09:06 WIB
loading...
Keterlaluan ... ! Demonstran...
Pengunjuk rasa perempuan anti-perang dihina dan dilecehkan. Foto/Ilustrasi: Al-Jazeera
A A A
Prof Aya Gruber menyebut kata-kata “gemuk”, “jelek”, dan “jalang” hanyalah beberapa dari kata-kata makian yang dilontarkan kepada perempuan pengunjuk rasa anti-perang oleh pro- Israel . Pers memberi julukan mereka sebagai “kontra-demonstran”.

"Para pengunjuk rasa tandingan secara rutin berteriak bahwa mereka berharap para pengunjuk rasa perempuan yang menyuarakan dukungan bagi warga Palestina di Gaza diperkosa," tulis Aya Gruber dalam artikelnya berjudul "The misogyny of the anti-protest" yang dilansir Al Jazeera pada Jumat 17 Mei 2024.

Aya Gruber adalah seorang profesor hukum dan penulis Feminist War on Crime: The Unexpected Role of Women’s Liberation in Mass Incarceration.

Aya mengatakan para pakar merendahkan bahwa para pengunjuk rasa antiperang itu manja, konyol, ahistoris, dan salah arah.

Baca juga: Pro-Palestina, Aktris Hollywood Jadi Pengangguran

Profesor perempuan, seperti mantan ketua departemen studi Yahudi Dartmouth, Annelise Orleck, dan ketua filsafat Emory Noelle McAfee serta profesor ekonomi Caroline Fohlin, mengalami penghinaan dan kebrutalan ketika berusaha mencegah aparat keamanan membersihkan perkemahan mahasiswa pro-Palestina dengan kekerasan.

“Turunlah ke tanah,” seorang petugas polisi pria yang marah berteriak kepada Frohlin dengan terengah-engah. Ketika dia tidak segera mengambil tempat di kakinya, petugas memaksanya ke sana, kepalanya membentur beton. Ejekan yang bersemangat yang menyerang perkemahan UCLA menyimpulkannya, "Kamu tidak punya peluang, nona tua."

Ini lebih dari sekadar seksisme kuno yang berkembang di tengah panasnya situasi. Para perempuan pengunjuk rasa antiperang telah melanggar aturan tidak tertulis sebagai perempuan di Amerika Serikat. Mereka tidak dipajang sebagai laki-laki atau bertindak seperti laki-laki. Taktik antifa hipermaskulin minimal, atau bahkan tidak ada. Perkemahan yang damai – bahkan “secara budaya feminis” – menampilkan meditasi, ceramah, nyanyian dan tarian, serta yoga.

Pertunjukan ini bukan untuk pandangan laki-laki. Pelajar perempuan mengenakan masker dan keffiyeh serta menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan politik, tidak menggunakan riasan wajah, dan menggunakan wajah yang difilter Kardashian untuk mendapatkan suka. Mengapa ada wanita yang memilih yang pertama dibandingkan yang kedua? Megyn Kelly punya jawabannya. Mereka “bersahaja”, katanya, seraya menambahkan bahwa perempuan yang “menarik” tidak akan protes.

Baca juga: 7 Negara yang Menggelar Aksi Pro-Palestina
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Masjid At-Thohir Los...
Masjid At-Thohir Los Angeles: Simbol Harmoni, Dakwah, dan Kepedulian Diaspora Indonesia di AS
3 Janji Allah SWT dalam...
3 Janji Allah SWT dalam Al Quran untuk Bani Israel, 2 Sudah Terbukti
Kembali Korban Berjatuhan...
Kembali Korban Berjatuhan di Gaza Utara, Ambulans Dompet Dhuafa Terus Evakuasi Tiada Henti
Rekomendasi
Rahasia Piramida Agung...
Rahasia Piramida Agung Giza yang Belum Pernah Terungkap Terpecahkan
Fenomena Langit Misterius:...
Fenomena Langit Misterius: Garis-garis Api Menggemparkan India
Erdogan: Kekuatan Gempa...
Erdogan: Kekuatan Gempa Turki 3 Kali Lebih Kuat dari Marmara
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Rasmus Paludan, Politisi...
Rasmus Paludan, Politisi Anti-Islam Kembali Membakar Alquran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved