4 Rangkaian Pelaksanaan Haji: Mabit di Muzdalifah, Melontar, Berkurban dan Bercukur
Senin, 20 Mei 2024 - 12:35 WIB
loading...
Pastikan anda mengetahui bahwa kerikil tersebut telah jatuh ke dalam cawan tempat lontaran (al-marma). Ilustrasi: arabian buseness
A
A
A
Rangkaian pelaksanaan haji adalah: (1) Berihram. (2) Mabit di Mina . (3) Wuquf di Arafah . (4) Mabit di Muzdalifah . (5) Melontar. (6) Menyembelih kurban. (7) Bercukur. (8) Tawaf dan sa’i . (9) Mabit di Mina pada hari-hari ‘Iedul Adha dan melontar. (10) Tawaf Wada’.
Berikut ini kita bahas tentang mabit di Muzdalifah, melontar, menyembelih kurban dan bercukur.
Baca juga: 3 Rangkaian Pelaksanaan Haji: Berihram, Mabit di Mina dan Wuquf di Arafah
Perihal mabit di Muzdalifah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam "Alhaju Almabrur" menjelaskan: bertolaklah secara tenang dari Arafah setelah matahari terbenam menuju Muzdalifah, dan salatlah Maghrib dan Isya secara qashar dan jam’u ta`khir (mengumpulkan dua waktu shalat tersebut di waktu salat yang lebih akhir (Isya) dengan satu azan dan dua iqamat tanpa ada salat sunnahnya.
Bermalamlah (mabit) di Muzdalifah sebagai kewajiban haji hingga anda melaksanakan salat Fajar. Selanjutnya berzikir di Masy’aril Haram dengan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua belah tangan anda untuk berdoa, bertahmid, bertahlil mentauhidkan Allah dan (tempat mana saja di) Muzdalifah semuanya adalah Masy’aril Haram.
Diperkenankan bagi orang yang lemah (seperti wanita dan orang tua renta) untuk meninggalkan Muzdalifah setelah lewat tengah malam.
Melontar
Bertolaklah dari Muzdalifah sebelum matahari terbit menuju Mina pada hari ‘Iduladha sambil mengucapkan talbiyah. Dan hendaklah anda kerjakan secara tenang.
Lakukankanlah lontaran ke Jamrah Kubra (yaitu Jamrah terakhir yang paling dekat dari Makkah) setelah terbit matahari, sekalipun sampai malam –jadikanlah posisi Makkah (kiblat) di sebelah kiri anda dan posisi Mina di sebelah kanan anda- dengan 7 (tujuh) kerikil yang anda ambil sejak di Muzdaliah, seraya melakukan takbir pada setiap batu kerikil yang dilontarkan.
Baca juga: Hukum dan Tata Cara Lempar Jumrah
Berikut ini kita bahas tentang mabit di Muzdalifah, melontar, menyembelih kurban dan bercukur.
Baca juga: 3 Rangkaian Pelaksanaan Haji: Berihram, Mabit di Mina dan Wuquf di Arafah
Perihal mabit di Muzdalifah, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam "Alhaju Almabrur" menjelaskan: bertolaklah secara tenang dari Arafah setelah matahari terbenam menuju Muzdalifah, dan salatlah Maghrib dan Isya secara qashar dan jam’u ta`khir (mengumpulkan dua waktu shalat tersebut di waktu salat yang lebih akhir (Isya) dengan satu azan dan dua iqamat tanpa ada salat sunnahnya.
Bermalamlah (mabit) di Muzdalifah sebagai kewajiban haji hingga anda melaksanakan salat Fajar. Selanjutnya berzikir di Masy’aril Haram dengan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua belah tangan anda untuk berdoa, bertahmid, bertahlil mentauhidkan Allah dan (tempat mana saja di) Muzdalifah semuanya adalah Masy’aril Haram.
Diperkenankan bagi orang yang lemah (seperti wanita dan orang tua renta) untuk meninggalkan Muzdalifah setelah lewat tengah malam.
Melontar
Bertolaklah dari Muzdalifah sebelum matahari terbit menuju Mina pada hari ‘Iduladha sambil mengucapkan talbiyah. Dan hendaklah anda kerjakan secara tenang.
Lakukankanlah lontaran ke Jamrah Kubra (yaitu Jamrah terakhir yang paling dekat dari Makkah) setelah terbit matahari, sekalipun sampai malam –jadikanlah posisi Makkah (kiblat) di sebelah kiri anda dan posisi Mina di sebelah kanan anda- dengan 7 (tujuh) kerikil yang anda ambil sejak di Muzdaliah, seraya melakukan takbir pada setiap batu kerikil yang dilontarkan.
Baca juga: Hukum dan Tata Cara Lempar Jumrah
Lihat Juga :