Kisah Perempuan Penghuni Surga Karena Konsisten Menjaga Auratnya
Kamis, 20 Agustus 2020 - 07:24 WIB
loading...
Sosok Su’airah adalah perumpamaan cahaya dan bukti nyata dalam kesabaran, keyakinan dan keridhaan terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Sesungguhnya kisah perempuan ini adalah kisah yang agung. Dimasukkan di dalam akhlak yang mulia, sifat-sifat yang bagus, kepribadian-kepribadian yang indah, sifat malu yang indah, kesucian dan kebersihan hati. Ia pun dinyatakan sebagai penghuni surga oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berdasarkan wahyu dari Allah Subhanahu wa ta’ala.
Dia bernama Su’airah al-Asadiyyah atau yang dikenal dengan Ummu Zufar radhiyallahu’anha. Walau para ahli sejarah tak menulis perjalanan kehidupannya secara rinci, karena hampir semua kitab-kitab sejarah hanya mencantumkan sebuah hadis dalam biografinya.
Su’airah al-Asadiyyah berasal dari Habsyah atau yang dikenal sekarang ini dengan Ethiopia . Seorang perempuan yang berkulit hitam, yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan penuh ketulusan . Ia adalah perumpamaan cahaya dan bukti nyata dalam kesabaran, keyakinan dan keridhaan terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah, Rabb Pencipta Alam semesta ini. Dia adalah wanita yang datang dan berbicara langsung dengan pemimpin orang-orang yang ditimpa musibah dan imam bagi orang-orang yang sabar, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. (Baca juga : Jadilah Perempuan Perindu Surga )
Dialog mereka berdua diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab shahih mereka berdua, yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dua kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’an dengan kesepakatan para ulama Rahimahumullah dari mulai abad ke-3 Hijriyah sampai sekarang.
Beliau berdua meriwayatkan dari Atha’ bin Abi Rabbah rahimahullah, beliau berkata: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata kepadaku: ‘Maukah aku beritahukan kepada engkau tentang seorang wanita dari penghuni surga?'” Kata Atha’ bin Abi Rabbah rahimahullah: “Iya, tentu.” “Ini, perempuan yang berkulit hitam.”
Ia telah datang menemui Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam lalu berkata: “Sesungguhnya aku berpenyakit ayan (epilepsi), yang bila kambuh maka tanpa disadari auratku terbuka. Do’akanlah supaya aku sembuh.” Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Jika engkau kuat bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau ingin, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.”
Mendengar tawaran nan berharga itu, sang perempuan mengurungkan niatnya untuk didoakan. “Aku bisa bersabar.” terangnya.
Namun, ia merasa berdosa ketika auratnya terbuka tanpa disadari saat penyakit ayannya kambuh. Sehingga ia tetap minta didoakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar auratnya tetap tertutup saat penyakit itu kambuh.
“Doakanlah kepada Allah Ta’ala agar auratku tidak terbuka,” pintanya penuh harap.
**
Dalam kisah ini terdapat pelajaran bahwa surga tidak mengenal warna kulit, surga tidak mengenal strata pendidikan, surga tidak mengenal strata keturunan, tingkatan sosial, tetapi surga mengenal iman dan takwa. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ
Dia bernama Su’airah al-Asadiyyah atau yang dikenal dengan Ummu Zufar radhiyallahu’anha. Walau para ahli sejarah tak menulis perjalanan kehidupannya secara rinci, karena hampir semua kitab-kitab sejarah hanya mencantumkan sebuah hadis dalam biografinya.
Su’airah al-Asadiyyah berasal dari Habsyah atau yang dikenal sekarang ini dengan Ethiopia . Seorang perempuan yang berkulit hitam, yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan penuh ketulusan . Ia adalah perumpamaan cahaya dan bukti nyata dalam kesabaran, keyakinan dan keridhaan terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah, Rabb Pencipta Alam semesta ini. Dia adalah wanita yang datang dan berbicara langsung dengan pemimpin orang-orang yang ditimpa musibah dan imam bagi orang-orang yang sabar, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. (Baca juga : Jadilah Perempuan Perindu Surga )
Dialog mereka berdua diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab shahih mereka berdua, yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dua kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’an dengan kesepakatan para ulama Rahimahumullah dari mulai abad ke-3 Hijriyah sampai sekarang.
Beliau berdua meriwayatkan dari Atha’ bin Abi Rabbah rahimahullah, beliau berkata: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata kepadaku: ‘Maukah aku beritahukan kepada engkau tentang seorang wanita dari penghuni surga?'” Kata Atha’ bin Abi Rabbah rahimahullah: “Iya, tentu.” “Ini, perempuan yang berkulit hitam.”
Ia telah datang menemui Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam lalu berkata: “Sesungguhnya aku berpenyakit ayan (epilepsi), yang bila kambuh maka tanpa disadari auratku terbuka. Do’akanlah supaya aku sembuh.” Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Jika engkau kuat bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau ingin, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.”
Mendengar tawaran nan berharga itu, sang perempuan mengurungkan niatnya untuk didoakan. “Aku bisa bersabar.” terangnya.
Namun, ia merasa berdosa ketika auratnya terbuka tanpa disadari saat penyakit ayannya kambuh. Sehingga ia tetap minta didoakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar auratnya tetap tertutup saat penyakit itu kambuh.
“Doakanlah kepada Allah Ta’ala agar auratku tidak terbuka,” pintanya penuh harap.
**
Dalam kisah ini terdapat pelajaran bahwa surga tidak mengenal warna kulit, surga tidak mengenal strata pendidikan, surga tidak mengenal strata keturunan, tingkatan sosial, tetapi surga mengenal iman dan takwa. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ
Lihat Juga :