Kisah Penggali Kubur Jadi Ulama, Awalnya Diperlihatkan Taman Surga yang Indah
Kamis, 20 Agustus 2020 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Masjid Jami' At-Taubah adalah masjid yang cukup memiliki sejarah panjang di Damaskus . Dalam sejarahnya Izzuddin bin Abd Salam (sulthanul ulama; pengarang Qawaidul Ahkam) dan Ibnul Jazari (sarjana qiraah, pengarang An-Nasyr dan Muqaddimah Jazariyah) adalah di antara ulama yang pernah menjadi khathib di Masjid Jami' At-Taubah.
"Aku ingin belajar agama," ujar penggali kubur itu kepada kakek Syeikh Hisyam. [Baca Juga: Abul Hasan Asy-Syadzili, Sang Sufi Dunia Timur dan Barat (1) ]
"Umurmu sudah hampir 50. Apa yang membuatmu ingin mengaji?" kata Syeikh Hisyam. Setelah si penggali kubur itu menceritakan kisah dan pengalamannya ketika menggali kubur.
"Baiklah. Ambil Kitab Jurumiyah. Mari mengaji Nahwu mulai dari awal," ujar kakek Syeikh Hisyam menyambut penggali kubur itu.
Sejak itu si penggali kubur itu mengaji dengan tekun hingga menjadi ulama besar Damaskus . Penggali kubur itu bernama Syeikh Abdurrahman Al-Haffar. (Haffar berarti tukang gali). Dia memiliki keturunan yang juga menjadi ulama dan pecinta ilmu, salah satunya adalah Abdur Razaq Al-Haffar.
"Siapapun bisa mendapat derajat yang sama asalkan ia menuntut ilmu secara sungguh dan ikhlas," ujar Syeikh Hisyam menutup ceritanya.
Demikian kisah penggali kubur yang menjadi ulama sebagaimana dikisahkan Syeikh Hisyam Al-Burhani. Hikmah yang dapat kita petik adalah bahwa usia tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk menuntut ilmu . Begitulah Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, tidak ada yang mustahil, semua bisa terjadi atas kehendak-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dicintai Allah Ta'ala. (Baca Juga: 7 Amalan Hebat yang Dicintai Allah dan Rasul-Nya )
Wallahu A'lam
Ponpes Sultan Fatah Semarang
"Aku ingin belajar agama," ujar penggali kubur itu kepada kakek Syeikh Hisyam. [Baca Juga: Abul Hasan Asy-Syadzili, Sang Sufi Dunia Timur dan Barat (1) ]
"Umurmu sudah hampir 50. Apa yang membuatmu ingin mengaji?" kata Syeikh Hisyam. Setelah si penggali kubur itu menceritakan kisah dan pengalamannya ketika menggali kubur.
"Baiklah. Ambil Kitab Jurumiyah. Mari mengaji Nahwu mulai dari awal," ujar kakek Syeikh Hisyam menyambut penggali kubur itu.
Sejak itu si penggali kubur itu mengaji dengan tekun hingga menjadi ulama besar Damaskus . Penggali kubur itu bernama Syeikh Abdurrahman Al-Haffar. (Haffar berarti tukang gali). Dia memiliki keturunan yang juga menjadi ulama dan pecinta ilmu, salah satunya adalah Abdur Razaq Al-Haffar.
"Siapapun bisa mendapat derajat yang sama asalkan ia menuntut ilmu secara sungguh dan ikhlas," ujar Syeikh Hisyam menutup ceritanya.
Demikian kisah penggali kubur yang menjadi ulama sebagaimana dikisahkan Syeikh Hisyam Al-Burhani. Hikmah yang dapat kita petik adalah bahwa usia tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk menuntut ilmu . Begitulah Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, tidak ada yang mustahil, semua bisa terjadi atas kehendak-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dicintai Allah Ta'ala. (Baca Juga: 7 Amalan Hebat yang Dicintai Allah dan Rasul-Nya )
Wallahu A'lam
Ponpes Sultan Fatah Semarang
(rhs)
Lihat Juga :