Kisah Khalifah Umar Memasuki Yerusalem: Marah dengan Kuda yang Dianggap Sombong
Jum'at, 07 Juni 2024 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Umar Bin Khattab dan Shalahudin Al Ayubi, Pahlawan Pembebas Baitul Maqdis, Siapa Berikutnnya?
Allah telah memberi karunia kepada hamba dan Rasul-Nya dengan melakukan perjalanan malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah diberi berkah di sekitarnya untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kebesaran-Nya.
Sesudah Rasulullah SAW tiba di Baitulmukadas, ia melaksanakan salat di reruntuhan Kuil Sulaiman, mengimami Nabi Ibrahim, Nabi Isa dan Nabi Musa .
Sejak selesainya mukjizat ini dengan izin Allah Rasulullah tak pernah lagi pergi ke Palestina dan tidak pula datang ke Masjidilaqsa.
Kemudian beliau digantikan oleh Abu Bakar, yang juga belum ditakdirkan Allah berkunjung ke sana. Nasib baik rupanya telah diberikan kepada Umar.
Baitulmuqadas telah membukakan pintunya buat dia. Ia mendapat sambutan sebagai orang yang beruntung, yang dicintai karena keadilannya, karena toleransinya serta kecenderungannya hendak memelihara jangan sampai ada orang yang dipaksa karena keyakinan agamanya.
Baca juga: Ini Dia Komandan Perang Muslim saat Pengepungan Baitul Maqdis di Era Khalifah Umar?
Baitulmuqadas ini yang kemudian menjadi kiblat kaum Muslimin yang pertama, dan bagi umat Nasrani sebagai makam Almasih sedang bagi Yahudi sebagai tanah yang dijanjikan. Adakah karunia yang lebih besar dari ini yang membuat Umar bersyukur kepada Tuhan? Kalau ia bangun malam sepanjang itu ia salat. Ia melakukan itu sebagai bagian yang sudah menjadi kewajibannya. Dan sesudah semua ini, sungguh Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Pengasih. (Qur’an, 16:110).
Allah telah memberi karunia kepada hamba dan Rasul-Nya dengan melakukan perjalanan malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah diberi berkah di sekitarnya untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kebesaran-Nya.
Sesudah Rasulullah SAW tiba di Baitulmukadas, ia melaksanakan salat di reruntuhan Kuil Sulaiman, mengimami Nabi Ibrahim, Nabi Isa dan Nabi Musa .
Sejak selesainya mukjizat ini dengan izin Allah Rasulullah tak pernah lagi pergi ke Palestina dan tidak pula datang ke Masjidilaqsa.
Kemudian beliau digantikan oleh Abu Bakar, yang juga belum ditakdirkan Allah berkunjung ke sana. Nasib baik rupanya telah diberikan kepada Umar.
Baitulmuqadas telah membukakan pintunya buat dia. Ia mendapat sambutan sebagai orang yang beruntung, yang dicintai karena keadilannya, karena toleransinya serta kecenderungannya hendak memelihara jangan sampai ada orang yang dipaksa karena keyakinan agamanya.
Baca juga: Ini Dia Komandan Perang Muslim saat Pengepungan Baitul Maqdis di Era Khalifah Umar?
Baitulmuqadas ini yang kemudian menjadi kiblat kaum Muslimin yang pertama, dan bagi umat Nasrani sebagai makam Almasih sedang bagi Yahudi sebagai tanah yang dijanjikan. Adakah karunia yang lebih besar dari ini yang membuat Umar bersyukur kepada Tuhan? Kalau ia bangun malam sepanjang itu ia salat. Ia melakukan itu sebagai bagian yang sudah menjadi kewajibannya. Dan sesudah semua ini, sungguh Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Pengasih. (Qur’an, 16:110).
(mhy)
Lihat Juga :