Apakah Panitia Boleh Mendapat Daging Kurban? Begini Penjelasannnya
Jum'at, 14 Juni 2024 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
في فتاوي العلامة الشيخ محمد بن سليمان الكردي محشي شرح ابن حجر على المحتصر ما نصه: (سئل) رحمه الله تعالى : جرت عادة اهل بلد جاوى على توكيل من يشتري لهم النعم في مكة للعقيقة أوالأضحية ويذبحه في مكة ، والحال أن من يعق أو يضحي عنه في بلد جاوى فهل يصح ذالك أولا؟ أفتونا (الجواب) نعم ، يصح ذلك ، ويجوز التوكيل في شرا ء الأضحية والعقيقة وفي ذبحها ، ولو ببلد غير بلد المضحي والعاق
“Dijelaskan dalam fatwa Syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdi, pengarang syarah Ibnu Hajar dalam Al-Mukhtashar (Minhaj Al-Qawim) bahwa beliau ditanya tentang kebiasaan penduduk Jawa yang mewakilkan kepada seseorang untuk membelikan hewan ternak bagi mereka di Makkah, untuk Aqiqah maupun kurban, dan disembelih di Makkah. Padahal orang yang diaqiqahkan atau disembelihkan kurban berada di Jawa. Sahkah hal itu? Berilah fatwa kepada kami. Jawab: Ya hal itu sah. Boleh mewakilkan orang lain untuk membelikan kurban atau aqiqah dan penyembelihannya, meski di luar negara orang yang berkurban dan aqiqah.’’ (I’anatut Thalibin 2/381)
Karena berstatus wakil, maka panitia tidak boleh mengambil bagian dari kurban kecuali mendapat izin. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Al-Azhar, Ibrahim Al-Bajuri:
ولا يجوز له أخذ شيئ الاإن عين له الموكل قدرا منها
’’Tidak boleh bagi wakil mengambil sesuatu kecuali telah ditentukan oleh muwakkil (pemilik kurban) untuk mengambil bagian tertentu darinya.” (Hasyiah Al-Bajuri 1/387)
Oleh karenanya supaya menjadi “boleh dan halal”, maka panitia perlu menyampaikan di awal bahwa panitia akan meminta bagian dari hewan kurban tersebut.
Baca juga: Komposisi Daging Kurban yang Dimakan, Dihadiahkan dan Disedekahkan
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :