Kisah Kesedihan Khalifah Umar atas Wafatnya Khalid bin Walid

Selasa, 18 Juni 2024 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Selama tahun-tahun itu mengapa tidak dibiarkan saja ia menikmati kejayaan dengan menegakkan panjinya, mengenakan mahkota perjuangannya?

Kesedihan Umar

Tidak! Tak ada artinya kejayaan bagi orang yang masih mampu membangun istananya dan mengangkat setinggi-tingginya! Dia memang mendambakan kejayaan yang dicapai orang yang kini membuatnya tak berdaya untuk mencapai tingkat yang lebih agung itu dari yang pernah dicapainya.

Khalid masih mampu mencapai semua tingkat kejayaan itu. Ia mampu membebaskan tanah Romawi berlipat ganda dari yang sudah dibebaskan yang lain. Ia akan mencapai ibu kota Kaisar, seperti dulu telah dilakukan oleh Sa’d bin Abi Waqqas dalam mencapai ibu kota Kisra. Tetapi Umar telah memaksanya harus menunggui rumah, pedangnya sudah dipatahkan, dasar perjuangannya sudah dihancurkan.

Alangkah panjangnya hari-hari itu, alangkah pedihnya! Hidupnya telah digerogoti oleh kepiluan hatinya dan dia mati setelah mengalami tahun-tahun yang sungguh berat itu, sementara ia berkata: “Saya ingin mati di medan perang - tempatku selama ini - tetapi takdir menentukan saya mati di atas ranjang.”

Dalam sebuah sumber yang cukup terkenal disebutkan bahwa menjelang kematiannya Khalid menangis sambil mengatakan: “Saya sudah melibatkan diri dalam pasukan-pasukan besar di tempat anu dan anu, sehingga tak satu titik pun di badanku ini yang tak terkena pukulan pedang, tak terlukai oleh tombak atau anak panah. Tetapi sekarang saya mati wajar di atas ranjang seperti seekor keledai liar. Para pengecut itu tidak bisa tidur!”

Baca juga: Spekulasi Mengapa Umar bin Khattab Habisi Karir Militer Khalid bin Walid

Dengan kematian Khalid itu kaum Muslimin dirundung kesedihan yang luar biasa, lebih-lebih Umar bin Khattab sendiri. Ada cerita bahwa dia mendengar ibunya meratapinya dengan mengatakan:

Engkau lebih baik dari sejuta bangsa
Tatkala wibawa para tokoh musuh remuk hancur di hadapanmu.

“Benar kau, memang begitu!” kata Umar. Ia sendiri melarang orang meratapi dan menangisi mayat. Ia pernah membubarkan perempuan-perempuan yang berkumpul di rumah Aisyah meratapi Abu Bakar. Tetapi ketika perempuan-perempuan Madinah berkumpul menangisi Khalid, sikapnya tidak tampak demikian, malah dia tidak menghalangi mereka menangis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Rekomendasi
Pria Ini Pencipta Bom...
Pria Ini Pencipta Bom Hidrogen Pertama di Dunia, tapi Dirahasiakan Hampir 50 Tahun
Penemuan Pintu Besar...
Penemuan Pintu Besar di Pegunungan Kazakhstan Dikaitkan dengan Alien
Ribuan Ikan Mati di...
Ribuan Ikan Mati di Pantai Volos Yunani, Ahli Ungkap Hal Ini
Artikel Terkini
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved