Kisah Shalahuddin al-Ayyubi: Kekalahan Armada Sicilia di Kota Iskandariyah
Jum'at, 21 Juni 2024 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Khotbah Jumat: Kemenangan Palestina di Era Shalahuddin Al-Ayyubi
Warga Iskandariyah meminta bantuan Shalahuddin untuk mengusir musuh. Pertempuran hari pertama tersebut berlangsung dari pagi
hingga petang. Kemudian tentara Eropa memulai lagi pertempuran pada hari berikutnya. Mereka berjuang keras dan mati-matian, hingga sampailah kendaraan perang mereka ke dekat tembok benteng.
Pada hari itu sampai juga beberapa pasukan Islam yang berasal dari unit-unit kesatuan yang berada di dekat Iskandariyah. Dengan kedatangan pasukan pasukan kecil ini, jiwa dan hati penduduk Iskandariyah menjadi bertambah teguh dan semakin kuat melakukan perlawanan.
Pada hari ketiga kaum Muslimin membuka pintu gerbang kota. Mereka segera berhamburan keluar menyongsong musuh dari segenap penjuru.
Mereka menyerang musuh dan berteriak penuh semangat dari segala arah hingga membuat pasukan Eropa gentar. Pertempuran pun berkecamuk dengan hebat. Kaum Muslimin akhirnya mencapai kendaraan perang pasukan Eropa, dan membakarnya. Hingga petang mereka bertempur dengan gigih dan sabar, hingga Allah pada akhirnya memberikan kemenangan untuk mereka. Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya.
Penduduk pun masuk kembali ke kota. Mereka bergembira dan berbahagia atas kemenangan dan kekuatan mereka, serta atas kekalahan, kelemahan, dan banyaknya korban yang tewas dan luka-luka dari pasukan Eropa.
Baca juga: Menunggu Pembebas Al-Aqsha Seperti Umar dan Shalahuddin Al-Ayyubi
Shalahuddin sendiri ketika berita tentang kedatangan tentara Eropa sampai kepadanya, segera bergerak dengan pasukannya. Ia juga mengutus ajudannya untuk maju terlebih dahulu dengan diiringi tiga orang pengawal untuk mempermudah perjalanan pasukan menuju Iskandariyah, dan memberitahukan kedatangannya.
Ia juga menggerakkan satu unit pasukan menuju Dimyath untuk berjaga-jaga sebagai tindakan antisipasi. Ajudan tersebut kemudian sampai ke Iskandariyah pada hari itu juga pada waktu
Ashar.
Pada saat itu orang-orang baru kembali dari peperangan. Ajudan tersebut kemudian mewartakan kedatangan Shalahudin dan pasukannya.
Warga Iskandariyah meminta bantuan Shalahuddin untuk mengusir musuh. Pertempuran hari pertama tersebut berlangsung dari pagi
hingga petang. Kemudian tentara Eropa memulai lagi pertempuran pada hari berikutnya. Mereka berjuang keras dan mati-matian, hingga sampailah kendaraan perang mereka ke dekat tembok benteng.
Pada hari itu sampai juga beberapa pasukan Islam yang berasal dari unit-unit kesatuan yang berada di dekat Iskandariyah. Dengan kedatangan pasukan pasukan kecil ini, jiwa dan hati penduduk Iskandariyah menjadi bertambah teguh dan semakin kuat melakukan perlawanan.
Pada hari ketiga kaum Muslimin membuka pintu gerbang kota. Mereka segera berhamburan keluar menyongsong musuh dari segenap penjuru.
Mereka menyerang musuh dan berteriak penuh semangat dari segala arah hingga membuat pasukan Eropa gentar. Pertempuran pun berkecamuk dengan hebat. Kaum Muslimin akhirnya mencapai kendaraan perang pasukan Eropa, dan membakarnya. Hingga petang mereka bertempur dengan gigih dan sabar, hingga Allah pada akhirnya memberikan kemenangan untuk mereka. Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya.
Penduduk pun masuk kembali ke kota. Mereka bergembira dan berbahagia atas kemenangan dan kekuatan mereka, serta atas kekalahan, kelemahan, dan banyaknya korban yang tewas dan luka-luka dari pasukan Eropa.
Baca juga: Menunggu Pembebas Al-Aqsha Seperti Umar dan Shalahuddin Al-Ayyubi
Shalahuddin sendiri ketika berita tentang kedatangan tentara Eropa sampai kepadanya, segera bergerak dengan pasukannya. Ia juga mengutus ajudannya untuk maju terlebih dahulu dengan diiringi tiga orang pengawal untuk mempermudah perjalanan pasukan menuju Iskandariyah, dan memberitahukan kedatangannya.
Ia juga menggerakkan satu unit pasukan menuju Dimyath untuk berjaga-jaga sebagai tindakan antisipasi. Ajudan tersebut kemudian sampai ke Iskandariyah pada hari itu juga pada waktu
Ashar.
Pada saat itu orang-orang baru kembali dari peperangan. Ajudan tersebut kemudian mewartakan kedatangan Shalahudin dan pasukannya.
Lihat Juga :