Kisah Pembebasan Mesir: Orang-Orang Kopti Memilih Netral ketika Pasukan Muslim dan Romawi Bertempur
Sabtu, 22 Juni 2024 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Andaikata bangsa ini terang-terangan membantu pasukan Arab lalu Romawi yang menang, seribu kali celakalah mereka. Mereka akan dijerumuskan ke dalam berbagai macam penyiksaan berlipat ganda dari yang sebelum itu. Dan tidak pula wajar mereka akan membantu Romawi sedang dendam mereka sudah begitu berat. Bahwa sekarang perang masih baru dimulai, dan tak ada yang tahu bagaimana nasibnya, lebih bijaksana apabila mereka menunggu saja dulu sambil melihat, dan kemudian menyesuaikan sikap demikian rupa untuk menghindari segala bahaya kekejaman, dan berusaha mengambil manfaatnya sedapat mungkin.
Unsur Asing
Sikap bangsa Mesir ini adalah sikap yang wajar buat semua bangsa dalam menghadapi situasi demikian pada masa itu. Bangsa ini sangat mengharapkan sekali sekiranya Romawi keluar dari negerinya itu, agar segala kekayaan negerinya hanya berada di tangan bangsa sendiri dan memperoleh hak-haknya sendiri pula yang wajar, sehingga segala kemerdekaan, di seluruh negeri, kehormatan dan harga diri diperoleh kembali.
Akan tetapi sejak Iskandar Agung merenggut kemerdekaan dan kebebasannya, seperti juga terhadap kemerdekaan dan kebebasan bangsa bangsa lain, ia sudah tak berdaya lagi.
Setelah Iskandar Agung meninggal Mesir kembali di bawah Ptolemaeus Yunani. Mereka ini memisahkan diri dari masyarakatnya dan dari Roma. Mereka merdeka sendiri di Mesir dan menjadi orang-orang Mesir.
Baca juga: Kisah 4.000 Orang Pasukan Amr bin Ash Menerobos Farama, Pasukan Romawi Mundur
Bangsa Mesir ini tidak melihat adanya unsur asing yang akan merombak atau memberontak kepadanya. Waktu itu keluarga-keluarga kerajaan di Mesir dan di luar Mesir berasal dari unsur asing. Demikian itulah keadaannya sampai sekarang.
Pada zaman tertentu keluarga-keluarga itu datang ke negeri-negeri yang takhtanya sudah mantap sebagai penyerang, dengan bantuan serdadu-serdadu bayaran yang menjadikan perang dan penaklukan itu sebagai profesinya.
Setelah perang usai dan orang kembali tenang dan aman, keluarga-keluarga ini pun sudah merasa aman dengan negeri-negeri tempat mereka sekarang bertakhta dan sudah dijadikan tanah air mereka sendiri. Rakyat juga menyambut mereka dan dijadikan benteng yang akan melindungi mereka dari pertentangan sesama mereka.
Demikian itulah keadaan Keluarga Ptolemaeus. Mereka berlindung di Mesir dan menjadi bangsa Mesir. Mereka menjadi milik Mesir dan Mesir menjadi milik mereka.
Unsur Asing
Sikap bangsa Mesir ini adalah sikap yang wajar buat semua bangsa dalam menghadapi situasi demikian pada masa itu. Bangsa ini sangat mengharapkan sekali sekiranya Romawi keluar dari negerinya itu, agar segala kekayaan negerinya hanya berada di tangan bangsa sendiri dan memperoleh hak-haknya sendiri pula yang wajar, sehingga segala kemerdekaan, di seluruh negeri, kehormatan dan harga diri diperoleh kembali.
Akan tetapi sejak Iskandar Agung merenggut kemerdekaan dan kebebasannya, seperti juga terhadap kemerdekaan dan kebebasan bangsa bangsa lain, ia sudah tak berdaya lagi.
Setelah Iskandar Agung meninggal Mesir kembali di bawah Ptolemaeus Yunani. Mereka ini memisahkan diri dari masyarakatnya dan dari Roma. Mereka merdeka sendiri di Mesir dan menjadi orang-orang Mesir.
Baca juga: Kisah 4.000 Orang Pasukan Amr bin Ash Menerobos Farama, Pasukan Romawi Mundur
Bangsa Mesir ini tidak melihat adanya unsur asing yang akan merombak atau memberontak kepadanya. Waktu itu keluarga-keluarga kerajaan di Mesir dan di luar Mesir berasal dari unsur asing. Demikian itulah keadaannya sampai sekarang.
Pada zaman tertentu keluarga-keluarga itu datang ke negeri-negeri yang takhtanya sudah mantap sebagai penyerang, dengan bantuan serdadu-serdadu bayaran yang menjadikan perang dan penaklukan itu sebagai profesinya.
Setelah perang usai dan orang kembali tenang dan aman, keluarga-keluarga ini pun sudah merasa aman dengan negeri-negeri tempat mereka sekarang bertakhta dan sudah dijadikan tanah air mereka sendiri. Rakyat juga menyambut mereka dan dijadikan benteng yang akan melindungi mereka dari pertentangan sesama mereka.
Demikian itulah keadaan Keluarga Ptolemaeus. Mereka berlindung di Mesir dan menjadi bangsa Mesir. Mereka menjadi milik Mesir dan Mesir menjadi milik mereka.
Lihat Juga :