Kisah Kehancuran Panglima Perang Romawi Atrabun dan Pasukannya di Mesir

Selasa, 25 Juni 2024 - 05:15 WIB
loading...
Kisah Kehancuran Panglima...
Kerugian di pihak Rowawi 1000 orang terbunuh dan 3000 orang ditawan. Ilustrasi: Ist
A A A
Kisah kehancuran Panglima Perang Romawi Atrabun dan pasukannya saat perang melawan pasukan muslim yang dipimpin Amr bin Ash diulas Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" dan diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).

Dikisahkan, tatkala menaklukkan Mesir , Amr bin Ash sempat berunding dengan utusan penguasa Mesir Muqauqis. Utusan itu antara lain terdiri dari para uskup. Amr meminta Muqauqis menyerah. Para uskup minta waktu 5 hari untuk berunding dengan Muqauqis dan petinggi Romawi di Mesir lainnya.

Pada saat mendengar hal itu, Panglima Perang Romawi di Mesir, Atrabun, menolak menyerah. Di sisi lain, para uskup yang melakukan perundingan dengan Amr bin Ash dibayangi oleh kekhawatiran.

Baca juga: Kisah Amr bin Ash Menaklukkan Barqah dan Tripoli Tanpa Perlawanan

Para uskup itu berkata: "Kami akan berusaha membela kalian dan tidak akan kembali kepada mereka. Sekarang tinggal lagi empat hari, jangan sampai terjadi sesuatu dan harapan kami tetap dalam keadaan aman."

Setelah percakapan itu, Atrabun berangkat dengan 12.000 anggota pasukan bersenjata lengkap supaya dengan tiba-tiba dapat menyergap pasukan Muslimin di malam hari.

Akan tetapi Amr memang sudah selalu waspada. Semua prajuritnya sudah dipersiapkan untuk siap tempur. Itu sebabnya pertempuran antara kedua pihak kemudian berlangsung sengit sekali.

Tidak sedikit dari pihak Arab yang terbunuh. Kerugian di pihak Rowawi 1000 orang terbunuh dan 3000 orang ditawan. Atrabun benar-benar menderita kekalahan dengan pasukannya yang porak-poranda. Konon dia sendiri juga terbunuh dalam pertempuran tersebut.

Sebulan di Bilbis

Butler dalam pembahasannya sekitar sejarah penaklukan itu, menyebut angkatan bersenjata Amr ketika itu berada di Arisy bertepatan dengan hari Idul Adha tahun 18 Hijri, yakni 12 Desember 639 Masehi, dan membebaskan Farama sekitar 20 Januari 640 setelah satu bulan dalam pengepungan dan mencapai Heliopolis pada akhir April tahun itu juga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Rekomendasi
Ikan Jatuh dari Langit...
Ikan Jatuh dari Langit Picu Kebakaran Hutan?
Jejak Molekuler Aneh...
Jejak Molekuler Aneh Ungkap Petunjuk tentang Kehidupan di Luar Angkasa
Menilik Sejarah Payung...
Menilik Sejarah Payung dari Masa ke Masa
Artikel Terkini
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Nafkah Anak Setelah...
Nafkah Anak Setelah Perceraian: Berapa Besar yang Wajib Diberikan Ayah?
Hak Harta Pernikahan...
Hak Harta Pernikahan dalam Islam: Aturan dan Pembagiannya Saat Perceraian
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Kumpulan Ayat-ayat Al...
Kumpulan Ayat-ayat Al Quran tentang Pernikahan yang Penting Diketahui
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved