Shalahuddin Al Ayyubi Sang Penakluk: Kisah Perebutan Wilayah Syam

Selasa, 25 Juni 2024 - 15:02 WIB
loading...
Shalahuddin Al Ayyubi...
Pasukan Shalahuddin kembali pulang setelah perjuangan panjang untuk beristirahat. Ilustrasi: Ist
A A A
Kisah perebutan wilayah Syam antara Shalahuddin Al Ayyubi dan Saifuddin Ghazi Ibn Quthbuddin Mawdud diceritakan Ibnu al-Atsir dalam bukunya berjudul "Al-Mukhtar Min al-Kamil fi al-Tarikh; Qishshah Shalahuddin al-Ayyubi" yang diterjemahkan Abu Haytsam menjadi "Shalahuddin Al-Ayyubi Sang Pembebas Tanah Para Nabi"

Dikisahkan, tatkala Shalahuddin menguasai Damaskus, Hamash, dan Humat, Raja Shalih Isma'il Ibn Nuruddin menulis surat kepada sepupunya, Saifuddin Ghazi Ibn Quthbuddin Mawdud, untuk mengangkat senjata melawan Shalahuddin. Raja memintanya untuk bergabung melawan Shalahuddin, dan mengambil alih negeri tersebut dari tangan Shalahuddin.

Saifuddin lalu mengumpulkan bala tentaranya, dan menulis surat kepada kakaknya, `Imaduddin Zanki -penguasa Sinjar-, memerintahkannya untuk segera bergabung dengan pasukannya menuju Syam.

Akan tetapi `Imaduddin menolak, sebab Shalahuddin telah membuat perjanjian dengannya, dan menawarinya kekuasaan. Ketamakakannya akan kekuasaanlah yang membuatnya menolak ajakan adiknya.

Baca juga: Kisah Jatuhnya Damaskus ke Tangan Shalahuddin Al Ayyubi

Ketika Saifuddin mendengar penolakan ini, ia segera menyiapkan adiknya, `Izzuddin Mas`ud, dalam sebuah pasukan besar yang dipimpinnya. Ia mengerahkan pasukannya menuju Syam yang panglimanya adalah seorang emir tertua bernama `Izzuddin Mahmud, yang juga dijuluki Zalfandar. Saifuddin mengangkatnya sebagai pengambil keputusan.

Lalu Saifuddin berangkat menuju Sinjar dan mengepungnya pada bulan Ramadan 570 H. Ia menyerang Sinjar dengan sekuat tenaga. Akan tetapi Imaduddin masih menolak permintaannya dan gigih mempertahankan kotanya hingga pengepungan atasnya berlanjut.

Di tengah-tengah pengepungan ini, tiba-tiba Saifuddin menerima berita kekalahan pasukan yang dipimpin adiknya, Izzuddin Mas'ud, dari Shalahuddin. Seketika itu juga ia mengirim surat kepada saudaranya, Imaduddin, dan mengajaknya berdamai. Lalu Saifuddin mundur ke Moshul.

Setelah kekalahan Saifuddin ini, semakin kokohlah kedudukan Shalahuddin hingga ia ditakuti dan disegani. Banyak utusan, baik dari Shalahuddin maupun Saifuddin, yang dikirim untuk perundingan damai, akan tetapi tidak juga bisa tercapai.

Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Mengambilalih Kota Hamash dan Humat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
Indonesia Ternyata Punya...
Indonesia Ternyata Punya Laut Mati seperti di Mediterania
Segel Tanah Liat Kuno...
Segel Tanah Liat Kuno Ditemukan di Reruntuhan Kota Bairen
Mengapa Pelangi Terlihat...
Mengapa Pelangi Terlihat Ada 7 Warna? Ini Fakta Sebenarnya
Artikel Terkini
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Infografis
Rusia Akan Menerapkan...
Rusia Akan Menerapkan Sistem Ekonomi Islam di 4 Wilayah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved