Kekalahan Pasukan Shalahuddin Al Ayyubi Melawan Eropa di Damaskus dan Ramallah
Rabu, 26 Juni 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Mereka berpencaran dan berjalan menjelajah wilayah itu dengan rasa aman. Kemudian sampailah Shalahuddin di Ramalah. Ia bermaksud menduduki sebagian benteng Eropa, dan mengepungnya hingga ia bisa mencapai sungai. Lalu pasukan Shalahuddin berdesak-desakan berebut untuk menyeberang sungai.
Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Mengambilalih Kota Hamash dan Humat
Shalahuddin tidak memantau mereka, padahal bala tentara Eropa tengah mengintai mereka dengan segala perlengkapan dan persenjataannya.
Shalahuddin saat itu sedang bersama sebagian pasukannya, sebab kebanyakan pasukannya masih berpencar dan bertebaran mencari harta pampasan perang. Ketika Shalahuddin melihat tentara Eropa, ia segera menyiapkan orang-orang yang bersamanya.
Lalu majulah Muhammad, keponakan Shalahuddin. Ia bertempur bersama pasukannya melindungi pamannya. Banyak anggota pasukannya yang terbunuh. Begitu pula dengan tentara Eropa.
Sementara itu Taqiyuddin mempunyai seorang putra bernama Ahmad. Ahmad adalah salah satu pemuda terbaik yang baru menginjak dewasa. Ayahnya memerintahkannya untuk bertempur menghadapi bala tentara Eropa. Ia segera terjun ke medan perang dan bertempur melawan pasukan Eropa, dan kembali dari medan perang dengan selamat.
Ia meninggalkan pengaruh yang sangat besar dalam diri bala tentara Eropa. Kemudian ia diperintahkan lagi untuk terjun ke medan pertempuran kedua kalinya. Ia bertempur lagi, dan tewas sebagai syahid. Ia meninggalkan pujian. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan Ridha-Nya.
Pertempuran selesai dengan kekalahan di pihak kaum Muslimin. Beberapa orang tentara Eropa dibawa menghadap Shalahuddin sebagai tawanan.
Baca juga: Shalahuddin Al Ayyubi Sang Penakluk: Kisah Perebutan Wilayah Syam
Pasukan Shalahuddin dikalahkan, sehingga mundur sedikit. Ia menghentikan sejenak penarikan mundur tersebut agar seluruh pasukannya bisa menyusulnya hingga tiba waktu malam. Kemudian ia melanjutkan perjalanan melalui daratan bersama sisa pasukannya menuju Mesir.
Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Mengambilalih Kota Hamash dan Humat
Shalahuddin tidak memantau mereka, padahal bala tentara Eropa tengah mengintai mereka dengan segala perlengkapan dan persenjataannya.
Shalahuddin saat itu sedang bersama sebagian pasukannya, sebab kebanyakan pasukannya masih berpencar dan bertebaran mencari harta pampasan perang. Ketika Shalahuddin melihat tentara Eropa, ia segera menyiapkan orang-orang yang bersamanya.
Lalu majulah Muhammad, keponakan Shalahuddin. Ia bertempur bersama pasukannya melindungi pamannya. Banyak anggota pasukannya yang terbunuh. Begitu pula dengan tentara Eropa.
Sementara itu Taqiyuddin mempunyai seorang putra bernama Ahmad. Ahmad adalah salah satu pemuda terbaik yang baru menginjak dewasa. Ayahnya memerintahkannya untuk bertempur menghadapi bala tentara Eropa. Ia segera terjun ke medan perang dan bertempur melawan pasukan Eropa, dan kembali dari medan perang dengan selamat.
Ia meninggalkan pengaruh yang sangat besar dalam diri bala tentara Eropa. Kemudian ia diperintahkan lagi untuk terjun ke medan pertempuran kedua kalinya. Ia bertempur lagi, dan tewas sebagai syahid. Ia meninggalkan pujian. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan Ridha-Nya.
Pertempuran selesai dengan kekalahan di pihak kaum Muslimin. Beberapa orang tentara Eropa dibawa menghadap Shalahuddin sebagai tawanan.
Baca juga: Shalahuddin Al Ayyubi Sang Penakluk: Kisah Perebutan Wilayah Syam
Pasukan Shalahuddin dikalahkan, sehingga mundur sedikit. Ia menghentikan sejenak penarikan mundur tersebut agar seluruh pasukannya bisa menyusulnya hingga tiba waktu malam. Kemudian ia melanjutkan perjalanan melalui daratan bersama sisa pasukannya menuju Mesir.
Lihat Juga :