Penaklukan Mesir: Pasukan Amr bin As Berhasil Kalahkan Romawi di Fayyum
Rabu, 26 Juni 2024 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, ia belum mau meninggalkan Sahara itu dan hanya dengan regu-regu kecil ia melakukan serangan ke tempattempat di dekatnya, mengangkuti ternak untuk makanan pasukannya.
Penduduk pedalaman yang tinggal di daerah itu datang membawa berita, bahwa sebuah regu dari pasukan Romawi di bawah orang bernama Hanna pergi sembunyi-sembunyi di sela-sela pohon kurma dan belukar hendak mengumpulkan berita-berita dan memata-matai Amr dan pasukannya.
Kalau ia berusaha hendak menyerang kota yang ramai itu, angkatan bersenjata Romawi yang disiagakan di perbatasan kota Fayyum itu sudah siap menghadapinya. Ketika itulah ia pergi cepat-cepat hingga dapat menjauhi Hanna dan regunya. Kemudian berbalik dan mengepungnya bersama anak buahnya dan akhirnya berhasil menumpas habis mereka.
Berita ini segera tersiar dan telah menimbulkan ketakutan dalam hati penduduk semua kawasan itu.
Panglima pasukan Romawi di Fayyum begitu sedih mendengar berita kematian Hanna itu dan ia memerintahkan agar mayatnya dicari.
Setelah kemudian mayat itu diangkat dari sungai, dibalsam dan diletakkan di ranjang, kemudian diangkut ke benteng Babilon. Setelah itu dikirimkan kepada Heraklius di Konstantinopel.
Baca juga: Politik Amr bin Ash di Mesir: Bebas Berkeyakinan dan Memberi Keringanan Pajak
Heraklius juga tidak kurang sedihnya melihat jenazah itu, dan ia bersumpah akan mempertahankan Mesir sekuat tenaga. Suatu kekuatan bersenjata dikerahkan dari Fayyum untuk menghadapi pasukan Muslimin. Maka segera terjadilah kontak senjata yang hebat. Tetapi Amr sudah merasa puas dengan kemenangannya atas Hanna dan anak buahnya itu serta rasa takut yang sudah tertanam dalam hati penduduk.
Ia tetap bertahan di Sahara tanpa mau menghadapi musuh yang memang takut menghadapi padang pasir dan melihat maut di tempat itu.
Alangkah gembiranya pihak Romawi melihat pasukan Muslimin sudah menarik kekuatannya dengan tetap berada di tengah padang tandus itu. Terbayang oleh pihak Romawi bahwa mereka takut menghadapi pasukannya dan lari menjauhinya. Pihak Romawi kembali ke kubu pertahanannya dengan perasaan lega karena telah selamat dari pertempuran maut!
Penduduk pedalaman yang tinggal di daerah itu datang membawa berita, bahwa sebuah regu dari pasukan Romawi di bawah orang bernama Hanna pergi sembunyi-sembunyi di sela-sela pohon kurma dan belukar hendak mengumpulkan berita-berita dan memata-matai Amr dan pasukannya.
Kalau ia berusaha hendak menyerang kota yang ramai itu, angkatan bersenjata Romawi yang disiagakan di perbatasan kota Fayyum itu sudah siap menghadapinya. Ketika itulah ia pergi cepat-cepat hingga dapat menjauhi Hanna dan regunya. Kemudian berbalik dan mengepungnya bersama anak buahnya dan akhirnya berhasil menumpas habis mereka.
Berita ini segera tersiar dan telah menimbulkan ketakutan dalam hati penduduk semua kawasan itu.
Panglima pasukan Romawi di Fayyum begitu sedih mendengar berita kematian Hanna itu dan ia memerintahkan agar mayatnya dicari.
Setelah kemudian mayat itu diangkat dari sungai, dibalsam dan diletakkan di ranjang, kemudian diangkut ke benteng Babilon. Setelah itu dikirimkan kepada Heraklius di Konstantinopel.
Baca juga: Politik Amr bin Ash di Mesir: Bebas Berkeyakinan dan Memberi Keringanan Pajak
Heraklius juga tidak kurang sedihnya melihat jenazah itu, dan ia bersumpah akan mempertahankan Mesir sekuat tenaga. Suatu kekuatan bersenjata dikerahkan dari Fayyum untuk menghadapi pasukan Muslimin. Maka segera terjadilah kontak senjata yang hebat. Tetapi Amr sudah merasa puas dengan kemenangannya atas Hanna dan anak buahnya itu serta rasa takut yang sudah tertanam dalam hati penduduk.
Ia tetap bertahan di Sahara tanpa mau menghadapi musuh yang memang takut menghadapi padang pasir dan melihat maut di tempat itu.
Alangkah gembiranya pihak Romawi melihat pasukan Muslimin sudah menarik kekuatannya dengan tetap berada di tengah padang tandus itu. Terbayang oleh pihak Romawi bahwa mereka takut menghadapi pasukannya dan lari menjauhinya. Pihak Romawi kembali ke kubu pertahanannya dengan perasaan lega karena telah selamat dari pertempuran maut!
Lihat Juga :