Inilah Perbedaan Mendasar Bahasa Al Qur'an dan Bahasa Arab

Selasa, 02 Juli 2024 - 09:28 WIB
loading...
Inilah Perbedaan Mendasar...
Al-Quran memakai bahasa Arab, namun bahasa Al Quran memiliki nilai sastra begitu tinggi, hingga tak ada satupun ahli sastra yang mampu menirunya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Al-Quran memakai bahasa Arab, lantas samakah bahasa yang dipakainya keduanya ataukah ada perbedaan? Bila berbeda bagaimana cara membedakaannya?

Pertanyaan ini umum terjadi, namun yang pasti Al Qur'an memang memakai Bahasa Arab . Hanya saja, ada 3 perbedaan mendasar tentang bahasa Arab dan bahasa Al Qur'an jika ditinjau dari beberapa sisi.

Ustaz Ahmad Sarwat, dai dari Rumah Fiqih Indonesia menjelaskan, Al-Qur'an sendiri telah menyebutkan bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa arab. Hal ini bisa kita baca dalam salah satu ayat di dalam Al-Quran.
Allah Ta'ala Berfirman:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf: 2)

Juga pada ayat :

"Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Quraan itu sebagai peraturan dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap Allah. (QS. Ar-Ra'd: 37)

"Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau Al-Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. (QS. Thaha: 113)

Juga ayat berikut:

"Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin, ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (QS. As-Syu'ara: 192-195)

Perbedaan Bahasa Arab dan Bahasa Al Qur'an

Seperti dilansir dalamislam, Bahasa Al Qur'an memiliki nilai sastra begitu tinggi, hingga tak ada satupun ahli sastra yang mampu menirunya.

Berikut perbedaan Bahasa Arab dan bahasa Al Qur'an :

1. Berdasarkan Pemilihan Bahasanya

Sebuah usaha gagal pernah terjadi pada zaman Musailamah Al Kadzab, seorang nabi palsu yang hadir setelah wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Salah satu ayat populer yang dibuat Musailamah dan pengikutnya adalah sebagai berikut,

“Yâ wabr, yâ wabr, innamâ anti udzunâni wa shadr, wa sa’irûki hafru naqr” (Wahai kelinci/hiraks, wahai hiraks/kelinci, sungguh kau hanya memiliki dua telinga dan satu dada. Selebihnya kau pembuat galian dan lubang).”

Ayat ini justru terlihat konyol dan tak bermakna. Hal ini diterangkan Allah dalam tantangan yang tersurat pada QS Al-Baqarah ayat 23-24.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ


Artinya: “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 23).

فَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا وَلَنۡ تَفۡعَلُوۡا فَاتَّقُوۡا النَّارَ الَّتِىۡ وَقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ  ۖۚ اُعِدَّتۡ لِلۡكٰفِرِيۡن


Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

Tantangan ini semakin dipertegas dalam QS. Al-Isra ayat 88.

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ


Artinya: “Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al-Quran itu”, Katakanlah : “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Huud [11]: 13).

Al-Qur’an, sastra dan percakapan manusia biasa dalam bahasa Arab memiliki perbedaan yang jelas, salah satunya di pemilihan bahasa.

2. Berdasarkan Jenisnya

Ada tiga jenis Bahasa Arab: amiyah, fusha, dan bahasa Al-Qur’an. Berikut penjelasannya.

-Bahasa ‘Amiyah

Bahasa ‘amiyah adalah bahasa yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Bahasa ini bisa mengalami perbedaan sesuai dengan wilayah tempatnya diucapkan.

Bahasa ‘amiyah cenderung simpel, biasanya memiliki bentuk ucapan yang lebih ringan dan tak terlalu mematuhi pakem tata bahasa, dan bentuk tertulis yang mengikuti pakem namun masih bisa dinikmati seluruh pembicara bahasa Arab.

- Bahasa Fusha
Bahasa fusha bisa dikatakan bahasa formal atau sastrawi. Bahasa ini jarang digunakan sehari-hari karena rasa formalnya. Bahasa fusha biasanya mengikuti pakem tata bahasa dengan ketat.

- Bahasa Al-Qur’an
Banyak dalil yang menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab, walaupun banyak orang yang meyakini bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasanya sendiri.

3. Berdasarkan Cara membaca

Selain itu, bahasa Al-Qur’an juga memiliki aturan baca tertentu. Pada bagian selanjutnya akan dibahas tentang perbedaan bahasa Al-Qur’an dibandingkan dengan salah satu tipe bahasa Arab, fusha.

Salah satu beda yang mendasar adalah adanya hukum bacaan tajwid (cara baca) yang harus dipahami untuk memperbagus bacaan Al-Qur’an.

Tajwid mengandung cara baca yang harus dipatuhi agar kita dapat membaca Al-Qur’an sebagaimana Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam dan meminimalisir salah baca.

Apa saja tajwid yang membedakan bahasa Arab Fusha dan Al-Qur’an?

Penggunaan ghunnah/ dengung (bunyi -ng samar yang berpusat pada hidung. Dalam Al-Qur’an, bunyi ghunnah diatur hanya dua harakat, sementara pada bahasa fusha tidak ada.
Mad (tanda panjang) dalam Al-Qur’an memiliki aturan panjang baca: 2 harakat, 2,5 harakat, 4 harakat hingga 6 harakat. Sementara dalam bahasa fusha biasanya hanya dua harakat.
Karena dua aturan di atas, Al-Qur’an menjadi enak dibaca dengan Tartil berirama. Bahasa fusha tentu saja tidak dibaca dengan irama. Hal ini menjadikan Al-Qur’an tak hanya indah dari segi substansi dan tatanan, tapi juga dari segi estetika.

Baca juga: Perbedaan Bahasa Arab Fushah dan Amiyah

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
Sujud dalam Ayat-ayat...
Sujud dalam Ayat-ayat Al-Qur'an, Mengandung Banyak Makna!
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Rekomendasi
Bisakah Bumi Dilubangi...
Bisakah Bumi Dilubangi sampai Tembus? Ini Jawabannya
Gunung Berapi Purba...
Gunung Berapi Purba Etiopia Meletus setelah 12.000 Tahun Tertidur
Panas Ekstrem Terus...
Panas Ekstrem Terus Berlanjut, Krisis Air Mengancam Separuh Hasil Pertanian di Dunia
Artikel Terkini
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Keutamaan Menutup Aib...
Keutamaan Menutup Aib Orang Lain dalam Islam, Allah Janjikan 3 Balasan Luar Biasa
Kisah Nabi Musa dan...
Kisah Nabi Musa dan Pendosa 40 Tahun, Bukti Allah Menutupi Aib Hamba yang Bertobat
Doa Agar Allah Menutupi...
Doa Agar Allah Menutupi Aib Kita, Lengkap Arab, Latin, Artinya, dan Hadis Nabi
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Infografis
3 Perbedaan Al Hilm...
3 Perbedaan Al Hilm dan Al Rihla, Bola Resmi Piala Dunia 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved