Penaklukan Mesir: Kisah Keberanian Zubair bin Awwam Menerobos Benteng Babilon

Selasa, 09 Juli 2024 - 05:15 WIB
loading...
Penaklukan Mesir: Kisah...
Pasukan Muslim akhirnya berhasil menguasai Benteng Babilon Mesir setelah mengepung selama 7 bulan. Ilustrasi: Ist
A A A
Kisah keberanian Zubair bin Awwam menerobos Benteng Babilon Mesir yang dikuasai pasukan Romawi diceritakan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" dan diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).

Dikisahkan, pada saat pertempuran antara pasukan muslim yang dipimpin Amr bin Ash melawan pasukan Romawi di Benteng Babilon Mesir, pasukan Islam kesulitan menerobos benteng yang dikuasai Romawi. Pertempuran terasa berlarut-larut.

Pihak Romawi memang terdesak. Sungguhpun begitu pihak muslim juga sudah merasa jemu dengan tujuh bulan yang sudah berlangsung sejak pengepungan benteng itu. Tetapi buat mereka dunia dan kehidupan pribadi mereka sudah tak ada artinya.

Baca juga: Kisah Pasukan Amr bin Ash Mengepung Benteng Babilon, Bikin Panik Romawi

Mereka teringat pada peranan Khalid bin Walid di Damsyik, Sa'd bin Abi Waqqas di Mada'in dan Nu'aim bin Muqarrin di Nahawand. Mereka tidak melihat bahwa keberanian diri mereka kurang dari keberanian para pahlawan itu.

Terutama Zubair bin Awwam, dialah yang paling bersemangat dan paling siap mati di jalan Allah. Kepada mereka ia berkata: "Saya mempersembahkan hidup saya untuk Allah. Saya berharap Allah akan memberikan kemenangan kepada pasukan Muslimin."

Setelah itu beberapa hari kemudian dalam gelap malam dengan dibantu oleh sebuah regu ia mencebur ke dalam parit sekeliling benteng yang banyak dipasang besi-besi tajam itu di suatu tempat yang sudah dipilihnya.

Sesudah mereka memasang tangga ke atas tembok Zubair naik setelah berpesan kepada teman-temannya: Kalau dia sudah bertakbir supaya mereka juga naik dan serentak semua menjawab takbirnya itu. Memang, begitu berada di atas benteng, Zubair bertakbir dengan pedang yang berkilauan di tangannya, yang langsung diikuti oleh teman-temannya yang lain.

Mereka menaiki tangga itu lalu bergabung ke samping dan bertakbir bersama-sama. Takbir ini disambut pula oleh pasukan Muslimin yang di luar benteng.

Setelah pasukan Romawi yakin bahwa pihak Arab sudah menyerbu, mereka lari. Zubair menuju ke gerbang benteng dan begitu dibuka pasukan Muslimin menyerbu masuk. Benteng itu dengan segala isinya mereka kuasai.

Baca juga: Kisah Amr bin Ash Berusaha Menguasai Benteng Umm Dunain dan Babilon

Demikian sebuah sumber menyebutkan. Sumber yang dikutip oleh Butler dari Tabari mengatakan bahwa Zubair dan kawan-kawannya naik ke atas benteng itu, membunuh pengawalnya dan membawa kepalanya.

Ketika hendak turun, mereka melihat garnisun benteng itu sedang memasang sebuah dinding melintang di koridor di atas tembok-tembok di bagian itu. Mereka tinggal di tempat mereka berada itu.

Pagi-pagi sekali komandan benteng itu menawarkan perdamaian kepada Amr bin Ash dengan menyerahkan pasukannya. Tetapi Zubair menentang perdamaian itu dan berkata kepada Amr: "Sebaiknya kita sabar sebentar sampai saya turun dari tembok ke dalam benteng, tentu soalnya akan seperti yang kita inginkan."

Akan tetapi Amr tidak saja menolak pendapatnya itu, bahkan ia membuat persetujuan tertulis dengan komandan benteng, dengan syarat bahwa pasukan itu harus sudah meninggalkan benteng dalam waktu tiga hari dan keluar melalui sungai bersama kekuatan mereka selama berapa hari dengan menyerahkan benteng berikut segala isinya yang terdiri atas barang-barang simpanan dan alat-alat perang kepada pihak Muslimin.

Perincian demikian tidak disebutkan oleh Tabari. Hanya saja semua sejarawan Muslimin menyebutkan bahwa Amr telah memenuhi permintaan Muqauqis untuk berdamai atas dasar jizyah setelah pasukan Muslimin menerobos ke dalam benteng itu.

Baca juga: Perang di Luar Benteng Babilon: Kisah Panglima Perang Romawi Muqauqis Menyerah

Haekal mengatakan kalau benar bahwa Muqauqis tak ada di benteng karena ia sudah dibuang setelah menghadap Heraklius, barangkali komandan garnisun itulah yang mengadakan persetujuan damai dengan Amr, seperti dalam sumber yang dikutip Butler di atas.

Pasukan Romawi itu keluar meninggalkan benteng pada hari keenam bulan April tahun 641. Tetapi mereka menolak menarik diri pada saat itu dengan berlumuran rasa malu dan hina, kalau hari tersebut tidak dijadikan 'hari ratapan dan kesedihan' buat orang Mesir.

Orang-­orang Kopti yang dipenjarakan di dalam benteng itu selama pengepungan, oleh pihak Romawi diseret, tangan mereka dipotong dan mereka disiksa. Hal ini membuat Uskup Mesir Hanna an-Naqyusi, seorang sejarawan masa itu, marah besar.

Ia memaki-maki mereka di kantornya dan menyebut mereka sebagai "Musuh-musuh Kristus yang telah mengotori agama dengan segala bidat mereka yang palsu, dan mereka merusak keimanan orang dengan cara yang luar biasa, yang tak pernah dilakukan oleh orang-orang pagan dan orang-orang biadab sekalipun. Mereka telah mendurhakai Almasih dan menghina pengikut-pengikutnya. Tak ada orang yang melakukan kejahatan seperti yang mereka lakukan itu, sekalipun oleh penyembah-penyembah berhala."

Benteng itu hanya untuk pasukan Muslimin setelah pasukan Romawi keluar. Dengan demikian tahap pertama pembebasan Mesir oleh pihak Arab selesai sudah.

Betapa besar tahap ini dalam bahaya diperlihatkan oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi.Dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan serta pandangannya yang baik Amr telah mampu mengatasinya, kadang dengan berkeliling-­keliling di sekitar bahaya itu, kadang dengan langsung menghadapinya.

Akhirnya ia berhasil mengibarkan bendera kemenangannya.

Baca juga: Amr bin Ash Bermarkas di Heliopolis: Siap Menyerang Pasukan Romawi di Benteng Babilon
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
Dianggap Mistis, Fenomena...
Dianggap Mistis, Fenomena Halo Terjadi di Langit Inggris
Sumber Air Terbesar...
Sumber Air Terbesar di Alam Semesta Ditemukan di Luar Angkasa
Hebohkan Thailand, Tiang...
Hebohkan Thailand, Tiang Misterius Mendadak Muncul di Langit
Artikel Terkini
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved