Syaikh Abdul Qadir al Jilani Bisa Memarahi Izrail dan Menghidupkan Orang Mati?
Selasa, 09 Juli 2024 - 13:33 WIB
loading...
Syaikh Abdul Qadir al Jilani banyak yang mengultuskan. Ilustrasi: shopee
A
A
A
Ada 4 macam dan tingkatan kekuatan luar biasa yang dimiliki manusia pilihan, yaitu mukjizat , karomah , maunah, dan istidraj. Mukjizat keluar dari para Nabi dan Rasul, karomah keluar dari para wali, maunah keluar dari ulama dan orang biasa, dan istidraj adalah ilmu hitam atau sihir.
"Hanya tiga yang pertama yang dianggap tidak bertentangan dengan doktrin Islam," tulis Helmy Faizi Bahrul Ulumi dalam tesis magister filsafat berjudul "Kedudukan, Dasar-dasar dan Elemen-elemen Magi Orang Banten".
Hanya saja, Helmy menyebut kesucian wali dan karomah yang dimilikinya berimplikasi pada pengkultusan yang dilakukan oleh murid-muridnya maupun masyarakat umum.
"Pengkultusan itu bahkan sampai pada taraf berlebih-lebihan. Kultus itu biasanya terdapat dalam hagiografi-manaqib, wawacan atau kisah orang suci-maupun cerita rakyat," tulis Helmy.
Baca juga: Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Pelopor Tarekat
Helmy Faizi Bahrul Ulumi mencontohkah kultus yang berlebihan itu seperti yang disampaikan salah seorang yang oleh masyarakat dianggap sebagai kiai, yakni Mhn.
Ia menceritakan tentang kewalian dan karomah Syaikh Abdul Qodir Jailani . Kiai ini meyakini, seandainya Allah menghendaki adanya nabi lagi setelah Muhammad , mungkin Syaikh Abdul Qodir akan diangkat menjadi nabi.
Syaikh Abdul Qodir juga dianggap sebagai Qutb al Aulia, raja para wali. Kedekatan Syaikh Abdul Qodir dengan Tuhannya digambarkan lewat sebuah cerita tentang pembantu wanita Syaikh yang dinikahkan dengan seorang pemuda.
Baru saja pembantunya itu menjadi pengantin, ajal sudah menjemputnya. Menangislah sang istri dan mengadu kepada Syaikh Abdul Qodir.
Tidak lama kemudian, Syaikh Abdul Qodir memangggil malaikat Izrail yang bertugas mengambil nyawa manusia. Syaikh Abdul Qodir meminta kepada Izrail satu nyawa saja, yaitu nyawa suami pembantu wanitanya. lzrail menolak permintaan itu.
"Hanya tiga yang pertama yang dianggap tidak bertentangan dengan doktrin Islam," tulis Helmy Faizi Bahrul Ulumi dalam tesis magister filsafat berjudul "Kedudukan, Dasar-dasar dan Elemen-elemen Magi Orang Banten".
Hanya saja, Helmy menyebut kesucian wali dan karomah yang dimilikinya berimplikasi pada pengkultusan yang dilakukan oleh murid-muridnya maupun masyarakat umum.
"Pengkultusan itu bahkan sampai pada taraf berlebih-lebihan. Kultus itu biasanya terdapat dalam hagiografi-manaqib, wawacan atau kisah orang suci-maupun cerita rakyat," tulis Helmy.
Baca juga: Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Pelopor Tarekat
Helmy Faizi Bahrul Ulumi mencontohkah kultus yang berlebihan itu seperti yang disampaikan salah seorang yang oleh masyarakat dianggap sebagai kiai, yakni Mhn.
Ia menceritakan tentang kewalian dan karomah Syaikh Abdul Qodir Jailani . Kiai ini meyakini, seandainya Allah menghendaki adanya nabi lagi setelah Muhammad , mungkin Syaikh Abdul Qodir akan diangkat menjadi nabi.
Syaikh Abdul Qodir juga dianggap sebagai Qutb al Aulia, raja para wali. Kedekatan Syaikh Abdul Qodir dengan Tuhannya digambarkan lewat sebuah cerita tentang pembantu wanita Syaikh yang dinikahkan dengan seorang pemuda.
Baru saja pembantunya itu menjadi pengantin, ajal sudah menjemputnya. Menangislah sang istri dan mengadu kepada Syaikh Abdul Qodir.
Tidak lama kemudian, Syaikh Abdul Qodir memangggil malaikat Izrail yang bertugas mengambil nyawa manusia. Syaikh Abdul Qodir meminta kepada Izrail satu nyawa saja, yaitu nyawa suami pembantu wanitanya. lzrail menolak permintaan itu.
Lihat Juga :