Rasulullah SAW Menekankan Pentingnya Penampilan Identitas Muslim
Selasa, 09 Juli 2024 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Akhirnya yang disetujui beliau adalah adzan yang kita kenal sekarang, setelah Abdullah bin Zaid Al-Anshari dan juga Umar ra bermimpi tentang cara tersebut. Demikian diriwayatkan oleh Abu Daud.
Menurut Quraish, yang penting untuk digarisbawahi adalah bahwa Rasul menekankan pentingnya menampilkan kepribadian tersendiri, yang berbeda dengan yang lain.
Dari sini dapat dimengerti mengapa Rasul SAW bersabda: "Siapa yang meniru satu kaum, maka ia termasuk kelompok kaum itu."
Kepribadian imaterial (rohani) bahkan ditekankan oleh Al-Quran, antara lain melalui surat Al-Hadid (57): 16:
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun, dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya yang telah diberikan Al-Kitab (orang Yahudi dan Nasrani). Berlalulah masa yang panjang bagi mereka sehingga hati mereka menjadi keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik."
Baca juga: Pakaian yang Disukai Rasulullah SAW
Seorang Muslim diharapkan mengenakan pakaian rohani dan jasmani yang menggambarkan identitasnya.
Disadari sepenuhnya bahwa Islam tidak datang menentukan mode pakaian tertentu, sehingga setiap masyarakat dan periode, bisa saja menentukan mode yang sesuai dengan seleranya. Namun demikian agaknya tidak berlebihan jika diharapkan agar dalam berpakaian tercermin pula identitas itu.
Tidak diragukan lagi bahwa jilbab bagi wanita adalah gambaran identitas seorang Muslimah, sebagaimana yang disebut Al-Quran. Tetapi apa hukumnya? Baiklah kita membahasnya dalam bagian berikut ini.
Menurut Quraish, yang penting untuk digarisbawahi adalah bahwa Rasul menekankan pentingnya menampilkan kepribadian tersendiri, yang berbeda dengan yang lain.
Dari sini dapat dimengerti mengapa Rasul SAW bersabda: "Siapa yang meniru satu kaum, maka ia termasuk kelompok kaum itu."
Kepribadian imaterial (rohani) bahkan ditekankan oleh Al-Quran, antara lain melalui surat Al-Hadid (57): 16:
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun, dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya yang telah diberikan Al-Kitab (orang Yahudi dan Nasrani). Berlalulah masa yang panjang bagi mereka sehingga hati mereka menjadi keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik."
Baca juga: Pakaian yang Disukai Rasulullah SAW
Seorang Muslim diharapkan mengenakan pakaian rohani dan jasmani yang menggambarkan identitasnya.
Disadari sepenuhnya bahwa Islam tidak datang menentukan mode pakaian tertentu, sehingga setiap masyarakat dan periode, bisa saja menentukan mode yang sesuai dengan seleranya. Namun demikian agaknya tidak berlebihan jika diharapkan agar dalam berpakaian tercermin pula identitas itu.
Tidak diragukan lagi bahwa jilbab bagi wanita adalah gambaran identitas seorang Muslimah, sebagaimana yang disebut Al-Quran. Tetapi apa hukumnya? Baiklah kita membahasnya dalam bagian berikut ini.
(mhy)
Lihat Juga :