Kisah Pengkhianat Syawar bin Mujir Bersekukutu dengan Musuh dalam Perang Salib
Kamis, 18 Juli 2024 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
Terdesak, Syawar kali ini meminta bantuan pihak Syirkuh untuk melindungi Mesir. Bagaimanapun, Fustat sudah tidak lagi bisa dipertahankan. Karena itu, sang wazir Fatimiyah memerintahkan rakyat untuk membumihanguskan kota tersebut agar tidak ada tersisa ketika pasukan Yerusalem mendudukinya.
Inilah awal dari rontoknya kepercayaan masyarakat pada Dinasti Fathimiyah. Mereka cenderung mendukung Zankiyah yang direpresentasikan Syirkuh. Setelah sukses mengusir pasukan Amalric dari Mesir, pada Januari 1169, Kairo secara de facto dikuasai jenderal Kurdi tersebut.
Syawar ditangkap untuk kemudian dieksekusi mati sebagai seorang pengkhianat. Kemenangan Syirkuh disambut sukacita penduduk Mesir.
Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Mengambilalih Kota Hamash dan Humat
Walaupun Fatimiyah bermazhab Syiah, mayoritas rakyat setempat masih menganut Sunni. Dengan perkataan lain, mereka secara ideologis sejalan dengan Zankiyah. Dua bulan saja Syirkuh menikmati popularitas di Negeri Piramida. Dia wafat pada Februari 1169 akibat sakit. Keponakannya, Shalahuddin, kemudian naik menjadi penggantinya.
Dinasti Fatimiyah berakhir bukan melalui aksi kekerasan atau kezaliman oleh Shalahuddin al-Ayyubi , tetapi disebabkan kemundurannya sendiri yang telah berlaku sejak beberapa dekade sebelumnya.
Masyarakat Mesir sendiri tidak memprotes penghapusan Dinasti Fatimiyah dan memberikan dukungan kepada Shalahuddin disebabkan pemerintahan Shalahuddin yang baik dan karena kemampuannya dalam menjaga wilayah Mesir dari ancaman orang-orang Frank.
Mereka juga mencintai Shalahuddin karena sifat zuhud dan sifat dermawan yang dimilikinya. Ia menghapus berbagai bentuk pajak di negeri itu dan banyak membagi-bagikan harta kepada masyarakat.
Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyerang Negeri Pengikut Syiah al-Ismailiyyah
Inilah awal dari rontoknya kepercayaan masyarakat pada Dinasti Fathimiyah. Mereka cenderung mendukung Zankiyah yang direpresentasikan Syirkuh. Setelah sukses mengusir pasukan Amalric dari Mesir, pada Januari 1169, Kairo secara de facto dikuasai jenderal Kurdi tersebut.
Syawar ditangkap untuk kemudian dieksekusi mati sebagai seorang pengkhianat. Kemenangan Syirkuh disambut sukacita penduduk Mesir.
Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Mengambilalih Kota Hamash dan Humat
Walaupun Fatimiyah bermazhab Syiah, mayoritas rakyat setempat masih menganut Sunni. Dengan perkataan lain, mereka secara ideologis sejalan dengan Zankiyah. Dua bulan saja Syirkuh menikmati popularitas di Negeri Piramida. Dia wafat pada Februari 1169 akibat sakit. Keponakannya, Shalahuddin, kemudian naik menjadi penggantinya.
Dinasti Fatimiyah berakhir bukan melalui aksi kekerasan atau kezaliman oleh Shalahuddin al-Ayyubi , tetapi disebabkan kemundurannya sendiri yang telah berlaku sejak beberapa dekade sebelumnya.
Masyarakat Mesir sendiri tidak memprotes penghapusan Dinasti Fatimiyah dan memberikan dukungan kepada Shalahuddin disebabkan pemerintahan Shalahuddin yang baik dan karena kemampuannya dalam menjaga wilayah Mesir dari ancaman orang-orang Frank.
Mereka juga mencintai Shalahuddin karena sifat zuhud dan sifat dermawan yang dimilikinya. Ia menghapus berbagai bentuk pajak di negeri itu dan banyak membagi-bagikan harta kepada masyarakat.
Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyerang Negeri Pengikut Syiah al-Ismailiyyah
(mhy)
Lihat Juga :