Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyerang Negeri Pengikut Syiah al-Ismailiyyah

Selasa, 25 Juni 2024 - 14:55 WIB
loading...
Kisah Shalahuddin Al...
Setelah Shalahuddin meninggalkan Halab, ia berkehendak menuju negeri pengikut al-Ismailiyyah pada bulan Muharram. Ilustrasi: Ist
A A A
Kisah Shalahuddin Al Ayyubi menyerang negeri pengikut Syiah al-Ismailiyyah diceritakan Ibnu al-Atsir dalam bukunya berjudul "Al-Mukhtar Min al-Kamil fi al-Tarikh; Qishshah Shalahuddin al-Ayyubi" yang diterjemahkan Abu Haytsam menjadi "Shalahuddin Al-Ayyubi Sang Pembebas Tanah Para Nabi"

Peristiwa ini terjadi pada tahun 572 H. Dikisahkan, setelah Shalahuddin meninggalkan Halab, ia berkehendak menuju
negeri pengikut al-Ismailiyyah pada bulan Muharram . Ia ingin memerangi mereka sebagai pelajaran atas percobaan pembunuhan yang mereka lakukan atas dirinya.

Shalahuddin menyerbu negeri mereka, dan membumi-hanguskannya. Ia mengepung benteng Mashyat yang merupakan benteng terbesar dan terkuat mereka. Ia hujani benteng itu dengan tembakan meriam pelontar batu.

Orang-orang yang berada di dalam benteng itu merasa terdesak. Keadaan ini terus berlangsung hingga diutuslah Sinan, komandan tentara al-Ismailiyyah, menemui Syihabuddin al-Harimi -penguasa Humat, paman Shalahuddin. Ia meminta Syihabuddin untuk menjadi perantara untuk melakukan rekonsiliasi, dan agar Shalahuddin mengasihi mereka.

Baca juga: Kisah Jatuhnya Damaskus ke Tangan Shalahuddin Al Ayyubi

Sinan mengatakan kepadanya: “Jika engkau tidak mau, maka kami akan membunuhmu, dan seluruh anggota keluarga Shalahuddin.

Syihabuddin akhirnya mau menjadi perantara dan meminta Shalahuddin agar berdamai dengan mereka. Shalahuddin mengabulkan permintaan ini, dan mau berdamai. Ia kemudian pergi meninggalkan mereka, sebab bala tentaranya sudah merasa jemu karena lamanya pertempuran yang mereka alami.

Sedangkan mereka telah banyak memperoleh harta pampasan perang dari tentara Moshul, dan hasil pendudukan negeri pengikut Syiah al-Ismailiyyah. Mereka minta ditarik mundur ke negeri mereka guna beristirahat, dan Shalahuddin mengizinkannya.

Lalu pulanglah ia bersama bala tentaranya ke Mesir. Sudah lama sekali mereka meninggalkan negeri mereka. Ia tidak bisa meninggalkannya begitu saja karena waspada atas negeri Syam.

Ketika Saifuddin berhasil dikalahkan, dan Shalahuddin mengepung dan menguasai Halab lalu mengadakan perundingan damai, keamanan negeri Syam dipulihkan kembali.

Shalahuddin kemudian bergerak kembali ke Mesir dan memerintahkan untuk membangun tembok pertahanan di Mesir, tepatnya di kota Kairo. Tembok ini dibangun di atas gunung al-Muqaththam. Panjang tembok ini mencapai 29.000 hasta, dan memiliki lebar 300 hasta. Proyek pembangunan ini terus berlangsung hingga Shalahuddin wafat.

Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Mengambilalih Kota Hamash dan Humat
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Warna Laut Teluk Persia...
Warna Laut Teluk Persia Berubah Jadi Merah Darah
Penemuan Pintu Besar...
Penemuan Pintu Besar di Pegunungan Kazakhstan Dikaitkan dengan Alien
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Artikel Terkini
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved