Perang Salib II: Kisah Kekalahan Dinasti Murabithun di Eropa
Kamis, 01 Agustus 2024 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Perang Salib II: Kisah 4 Penyebab Kekalahan Pasukan Salib Melawan Kekhalifahan Islam
Dengan bantuan pasukan Salib dari Prancis dan Genoa, akhirnya Almeria (sebuah kota pelabuhan yang ramai) dapat direbut kembali dari tangan Islam. Tidak hanya Almeria, kota-kota lain seperti Valencia, Murcia, dan Tortosa dapat direbut pada tahun 1148.
Menurut Jonathan Phillips, Dinasti Murabithun pada waktu itu melemah karena dipimpin dari Marakech, Maroko. Jadi ketika berperang melawan pasukan Salib, kekuatan Dinasti Murabithun di Andalusia tidak seperti masa pemerintahan Yusuf bin Tasyfin ketika awal memasuki Andalusia pada tahun 1086.
Selain itu Dinasti Murabithun terdesak oleh kekuatan baru yaitu Kekhalifahan Muwahhidun yang terus menyerang hingga Marakech berhasil direbut pada tahun 1147 dan mengakhiri pemerintahan Dinasti Murabithun.
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut di front barat, pasukan Salib memenangkan pertempuran karena empat faktor, antara lain sebagai berikut:
Baca juga: Perang Salib II: Kisah Kejayaan Kekhalifahan Turki Seljuk di Bawah Imad al-Din Zengi
1. Semangat Reconquista yang didengungkan oleh kerajaan-kerajaan Kristen di Semenanjung Iberia untuk merebut kembali tanah yang dikuasai Islam.
2. Dukungan dari Paus Eugene III sebagai pemimpin tertinggi Katolik sehingga kerajaan-kerajaan di Eropa dapat membantu perjuangan kerajaan-kerajaan Kristen di Semenanjung Iberia
3. Dinasti Murabithun sebagai penguasa di Andalusia mengalami keterpurukan di bidang politik dan militer karena terdesak oleh kekuatan baru, yaitu Kekhalifahan Murabithun.
4. Munculnya dinasti-dinasti Islam kecil pasca Dinasti Murabithun tahun 1147 mempermudah jalan pasukan Salib memenangkan berbagai pertempuran di Andalusia.
Dengan bantuan pasukan Salib dari Prancis dan Genoa, akhirnya Almeria (sebuah kota pelabuhan yang ramai) dapat direbut kembali dari tangan Islam. Tidak hanya Almeria, kota-kota lain seperti Valencia, Murcia, dan Tortosa dapat direbut pada tahun 1148.
Menurut Jonathan Phillips, Dinasti Murabithun pada waktu itu melemah karena dipimpin dari Marakech, Maroko. Jadi ketika berperang melawan pasukan Salib, kekuatan Dinasti Murabithun di Andalusia tidak seperti masa pemerintahan Yusuf bin Tasyfin ketika awal memasuki Andalusia pada tahun 1086.
Selain itu Dinasti Murabithun terdesak oleh kekuatan baru yaitu Kekhalifahan Muwahhidun yang terus menyerang hingga Marakech berhasil direbut pada tahun 1147 dan mengakhiri pemerintahan Dinasti Murabithun.
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut di front barat, pasukan Salib memenangkan pertempuran karena empat faktor, antara lain sebagai berikut:
Baca juga: Perang Salib II: Kisah Kejayaan Kekhalifahan Turki Seljuk di Bawah Imad al-Din Zengi
1. Semangat Reconquista yang didengungkan oleh kerajaan-kerajaan Kristen di Semenanjung Iberia untuk merebut kembali tanah yang dikuasai Islam.
2. Dukungan dari Paus Eugene III sebagai pemimpin tertinggi Katolik sehingga kerajaan-kerajaan di Eropa dapat membantu perjuangan kerajaan-kerajaan Kristen di Semenanjung Iberia
3. Dinasti Murabithun sebagai penguasa di Andalusia mengalami keterpurukan di bidang politik dan militer karena terdesak oleh kekuatan baru, yaitu Kekhalifahan Murabithun.
4. Munculnya dinasti-dinasti Islam kecil pasca Dinasti Murabithun tahun 1147 mempermudah jalan pasukan Salib memenangkan berbagai pertempuran di Andalusia.
(mhy)
Lihat Juga :