Israel dalam Bahaya: Pembunuhan Ismail Haniyeh Justru Memperkuat Kelompok Perlawanan
Selasa, 06 Agustus 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat Haniyeh mengambil alih peran kepemimpinan politik dari Meshal pada tahun 2017, Hamas sepenuhnya berada di bawah pengaruh Iran dan telah membangun persenjataan canggih yang tangguh.
Hal serupa juga terjadi ketika Israel menargetkan pemimpin Hizbullah.
Pada tahun 1992, Israel membunuh Sekretaris Jenderal Hizbullah, Abbas al-Musawi, bersama istri dan putranya yang berusia enam tahun di Lebanon selatan. Pembunuhan tersebut hanya memperkuat tekad kelompok tersebut.
Penerus Al-Musawi, Hassan Nasrallah , terbukti jauh lebih karismatik, fasih dan efektif. Dia meningkatkan kekuatan kelompok dan pengaruh regional secara signifikan. Nasrallah juga bertanggung jawab atas bangkitnya Fuad Shukr, komandan Hizbullah yang diyakini bertanggung jawab memperoleh sebagian besar senjata kelompok yang lebih canggih, mulai dari rudal berpemandu presisi hingga roket jarak jauh.
Sehari sebelum pembunuhan Haniyeh di Teheran, Israel membunuh Fuad Shukr di Beirut. Dan pada hari Kamis, mereka mengklaim telah membunuh komandan militer Hamas Mohammed Deif dalam serangan udara di Gaza selatan pada 13 Juli.
Baca juga: Kehidupan Keluarga Ismail Haniyeh: Berguguran oleh Bom Israel
Melihat konsekuensi yang tidak disengaja dari pembunuhan di masa lalu, tidak ada alasan untuk percaya bahwa pembunuhan terhadap komandan militer, atau Haniyeh, akan membuat kelompok-kelompok ini menjadi musuh yang tidak terlalu tangguh bagi Israel.
Hal serupa juga terjadi ketika Israel menargetkan pemimpin Hizbullah.
Pada tahun 1992, Israel membunuh Sekretaris Jenderal Hizbullah, Abbas al-Musawi, bersama istri dan putranya yang berusia enam tahun di Lebanon selatan. Pembunuhan tersebut hanya memperkuat tekad kelompok tersebut.
Penerus Al-Musawi, Hassan Nasrallah , terbukti jauh lebih karismatik, fasih dan efektif. Dia meningkatkan kekuatan kelompok dan pengaruh regional secara signifikan. Nasrallah juga bertanggung jawab atas bangkitnya Fuad Shukr, komandan Hizbullah yang diyakini bertanggung jawab memperoleh sebagian besar senjata kelompok yang lebih canggih, mulai dari rudal berpemandu presisi hingga roket jarak jauh.
Sehari sebelum pembunuhan Haniyeh di Teheran, Israel membunuh Fuad Shukr di Beirut. Dan pada hari Kamis, mereka mengklaim telah membunuh komandan militer Hamas Mohammed Deif dalam serangan udara di Gaza selatan pada 13 Juli.
Baca juga: Kehidupan Keluarga Ismail Haniyeh: Berguguran oleh Bom Israel
Melihat konsekuensi yang tidak disengaja dari pembunuhan di masa lalu, tidak ada alasan untuk percaya bahwa pembunuhan terhadap komandan militer, atau Haniyeh, akan membuat kelompok-kelompok ini menjadi musuh yang tidak terlalu tangguh bagi Israel.
(mhy)
Lihat Juga :